Pengalaman pertama saya menggunakan Linux, adalah bersama Ubuntu 8.04 alias Hardy Heron. Saya mendapatkan DVD Ubuntu dari majalah kesayangan saya, InfoLINUX
Majalah itu datang bersama dengan Mandriva 2008.1 sebenarnya, tapi karena saya masih pemula jadi untuk amannya saya coba Ubuntu dulu saja. Ada dua pilihan cara instal yang dijelaskan di majalah, yaitu dengan menggunakan ISO yang sudah di-burn ke CD, atau menggunakan Wubi. Karena saya pemula mentah-mentah, jadi ya pakai cara yang kedua =)
Ceritanya.
Nah, begini ceritanya, karena PC-nya masih baru dan saya belum punya dana untuk beli CD backup, yah terpaksa ditunda dulu instal Ubuntu-nya. Terus, pada suatu malam setelah saya punya 4 buah CD kosong buat backup, saya langsung buat backup pakai Nero. Backup-nya juga enggak dengan Nero Back-It-Up, tapi Nero Essential dan yang saya backup adalah file-file installer default bawaan komputer saya, sama backup registry aja. Karena rencananya saya mau install Linux di partisi (D:) jadi yang saya backup cuman data di partisi itu aja. Dan karena jumlah CD-nya terbatas(hanya 4 keping) jadi enggak semua file ter-backup.
Ketika saya mulai masukkan DVD Installer Ubuntu ke DVD Combo, jantung saya berdebar, seakan surga di langit mau jatuh mengguyur saya dengan semilyar bidadari
Setelah beberapa detik, DVD terbaca dan saya mulai mencari Si Kecil Wubi. Saya jalankan, dan dengan mengikuti petunjuk kitab suci mana linux mania, saya mencoba membuat partisi untuk Ubuntu sebesar 6 GB, username (tentu saja restava
) dan password serta sedikit konfig lain, lalu restart dan berhasil! Setidaknya untuk instalasi sebenarnya, hanya butuh sedikit waktu untuk instalasinya di PC saya. Saya juga kaget kok saya beruntung sekali =) padahal Celeron!
Setelah instalasinya selesai dengan sukses, saya langsung menikmati dekstop Ubuntu yang indah itu. Awalnya-sebagai orang yang baru pertama instal-saya langsung coba-coba apapun yang ada di dekstop itu. Klak-klik sana sini, mulai shortcut, Application, System, panel-panel, pokoknya semuanya deh. Saya senang sekali karena instalasinya berhasil dengan baik dan saya bisa belajar Linux kini! Saking senangnya tiap neuron otak saya lupa bahwa saya sudah minum CTM tadinya. Saya benar-benar kehilangan kantuk saya! “Wow, menakjubkan, inikah keajaiban dari sebuah hal baru? Saya ingin segera bisa dan menguasai Linux dengan cepat (biasa penyakit beginner) dengan cara apapun!” mungkin seperti itu kalimat yang ada di benak saya.
Kendala yang pertama bertamu pada saya setelah instalasi ini adalah, cara menginstal software( di Linux disebut packages/paket). Sebagai pemula saya merasa kesulitan sekali menginstal software di Linux, bahkan di distro yang paling “ramah” ini. Saya coba baca di manual-nya, memang ada tapi setelah coba gagal terus. Di sekitar saya juga enggak ada teman yang bisa dimintai tolong masalah ini, dan mau cari sumber di i-net juga uang habis buat beli komik (mohon dimaklumi
) Hal ini membuat saya sedikit frustasi, karena saya sudah terbiasa dengan skema instalasi Windows, jadi agak sulit untuk membiasakan diri di Linux maklum tiap hari ada saja software yang saya instal dan uninstal di PC saya. Mungkin nanti jika sudah punya cukup devisa untuk i-net saya akan cari info sebanyak-banyaknya deh. Mungkin jika nanti saya ketemu senior2 saya yang lebih dulu merajai Linux saya bisa konsultasi sama mereka. Atau mungkin anda mau mengajari saya, apa saja deh tentang Linux, saya mau kok! =)
Setelah saya instal Linux, saya seakan menemukan kembali semangat saya yang telah lama hilang karena kehidupan yang terlalu statis. Dulu waktu masih belum punya PC saya mimpi banget gitu instal Linux sendiri, terus belajar darinya. Kini mimpi saya itu telah terwujud, seakan memperoleh mahkota surga untuk chat dengan penghuni surga yang lain. Saya ingin belajar secara otodidak dengan mengumpulkan bahan dari berbagai sumber juga mencoba sendiri. Sebenarnya saya juga ingin punya guru pendamping yang selalu mengajari saya tentang hal yang saya pelajari, karena dengan begitu akan lebih mudah dan menyenangkan. Tapi keinginan untuk otodidak lebih kuat dari keinginan untuk memiliki seorang guru, enggak tahu kenapa tapi mungkin karena takdir. Hehe..jangan diketawain ya sebenarnya saya maunya sih guru pendamping itu cewek
Kesan dan Pesan
Sedikit kesan dan pesan yang saya dapat setelah menginstal Linux adalah masih agak sulit untuk pemula yang baru belajar dan enggak ada gurunya. Tapi yang patut diberi 8 jempol adalah gratisnya itu lho! Saya kira (ini pandangan saya pribadi sebagai beginner) inilah yang paling mudah membuat orang beralih ke Linux, meski tidak semuanya gratis. Kelebihan lainnya, adalah dengan harga serendah itu kita bisa lakukan semua pekerjaan komputasi dasar. Memang sih, kalau hanya untuk perorangan, Windows lebih cocok. Tapi coba untuk perusahaan yang punya 200 PC di kantornya. Minimal dalam satu PC kantoran harus terdapat 2 software, yaitu OS dan software office bukan? Nah coba kita hitung kalo tiap PC berjumlah 200 itu diinstal Windows XP yang harganya sekarang paling murah sekitar Rp 1 juta-an dan Microsoft Office 2007 yang harganya sekitar 3 juta per lisensi(ini estimasi paling murah ). Nah coba kita kalikan, 200x(1.000.000+3.000.000)=800.000.000 Wow, banyak banget ! Belum lagi dana untuk menyediakan security apps bila mau disambungkan ke i-net, aplikasi grafis, dan lain -lain. Ini jelas suatu pemborosan. Jalan keluar satu-satunya hanyalah memakai Linux dan opensource. Biaya lisensi bisa ditekan dratis dan dananya bisa digunakan untuk keperluan lain. Untuk apa bayar mahal jika yang kita butuhkan hanya mengetik, membuat tabel atau menyiapkan presentasi? OpenOffice.org bisa melakukannya dengan kemampuan yang setara Microsoft Office. Kalau aplikasi grafis, jelas yang paling terkenal Photoshop untuk komersial, dan lawannya adalah GIMP untuk opensource. Lain halnya jika uang tak jadi masalah, untuk perusahaan kecil menengah tentu opensource solusi terbaik( dengan mengesampingkan bajakan). Saya harap nanti Linux bisa lebih mudah dalam hal instalasi paket, dan kemudahan dalam kustomisasi. Saya bersyukur karena bisa menginstal dengan sukses untuk pertamakalinya. Juga karena kali ini saya bisa terus belajar Linux secara otodidak =)
Inilah pandangan saya mengenai kegunaan opensource. Bagaimanapun, saya tidak berusaha memojok-mojokkan Windows, tapi mencoba seobyektif mungkin mencari yang paling cocok. Rasanya mustahil jka suatu saat nanti Windows akan menjadi gratis dan opensource, dan sulit jika kita terus menggunakan barang bajakan selamanya. Mari gunakan opensource dan buat Indonesia dihargai di mata dunia!!!
Setuju niyh, gw juga terkesan banget ‘a Linux Ubuntu…
Gw juga lebih suka nyebut Ubuntu sebagai “Linux Sahabat”, hehehe…
Lagi jarang blogging niyh, maklum kampus gw masih aga tegang pasca bentrok,, ,,
Makasih ya…
maju terus blogger indonesia.. ..
Oleh: indrakrn on Juli 7, 2008
at 1:44 am
Linux Sahabat ya? Hehe kalau jarang blogging sama dong! Tapi abis ini aku mau lebih giat lagi!
Sama-sama , maju terus blogger Indonesia!
Oleh: restava on Juli 10, 2008
at 4:32 am
Wah. . .jadi kpengen nieh. . .mau jajal linux. Sebenernya dari dulu sudah mau migrasi ke linux, cuman pc ku tuh dpake skeluarga. Mungkin kalo udah punya pc ndiri kali. . .
.
Oleh: Chandra on Juli 27, 2008
at 5:04 pm