Ganti Layout Keyboard Arabic Buckwalter di KDE dan Unity dengan Terminal

Bismillahirrahmanirrahim.
start-here-kdeSudah berbulan-bulan KDE saya mengalami kesalahan tidak bisa ganti keyboard layout. Usut punya usut, baru hari ini saya bisa mendiagnosis sebabnya. Saya duga, ini masalah terjadi karena .Xmodmap kustom saya. Saya coba login ke Unity (fresh user tentu) lalu coba ganti layout ke Arabic Buckwalter, semuanya oke. Namun giliran saya aktifkan xmodmap di situ, penggantian keyboard layout tak bisa dilakukan. Diganti bagaimanapun aksara apa pun, layout tetap US. Sama dengan masalah di KDE. Oke, saya cari pemecahannya secara low level. Ketemu yang namanya setxkbmap.

Koreksi ketikan Arab pada lafadz walhamdulillah di bawah dilakukan setelah peringatan dari Kang Ali Al Quraisy. Jazakallahu khayran.

Perintah Ganti Layout ke Arabic Buckwalter


setxkbmap -layout ara -variant buckwalter

sourceforge14

Baca lebih lanjut

Internetan Gratis di WIFI.ID Corner Mojokerto

Bismillahirrahmanirrahim.

Kemarin malam (19 Desember 2014) adalah kedua kalinya saya internetan gratis di WIFI.ID Corner Mojokerto. Tentu saja saya bisa internetan gratis dari vocer Speedy Instan yang dibuang-buang oleh pengunjung sebelum saya. Legal-gratis-cepat. Saya dapat kecepatan 2 MB/s semalam. Saya hidupi satu laptop dengan vocer gratis itu, dan satu laptop dengan vocer 5.000-an yang saya beli di tempat. Tadi malam saya resmi merilis situs terbaru saya http://bengkelubuntu.org. Walhamdulillah.

Skrinsot

Saya pun menginstal Ubuntu 12.04 32 bit di laptop Kang Breng.

Screenshot from 2014-12-19 12_27_59

Ternyata Precise jauh lebih enteng dibanding Trusty di laptop SMK Mugen ini. Saya pun lancar melakukan pemaketan alldeb.

dua-megabyte-per-sekon

Kecepatan unduhan 2 MB/s ke arah Kambing untuk memaketkan aplikasi-aplikasi alldeb.

Resep Buat Praktisi Remaster Linux Indonesia

Bismillahrrahmanirrahim.

ubuntu-logoBerikut ini saran-saran dari saya dengan sejumlah pertimbangan untuk Anda. Ya, Anda pelaku remaster Linux Indonesia. Apakah Anda membuat remaster itu untuk kesenangan semata atau serius, selama dipublikasikan, maka ini kiranya layak Anda pertimbangkan. Saran-saran berikut saya sarikan dari FAQ yang ada di ingatan saya. Selamat meremaster.

Resep-Resep


Resep 1: alldeb dan apt-id

Yang nomor satu, tak asing lagi dan tak ada duanya, sistem manajemen paket. Pertanyaan paling banyak muncul di forum mana pun adalah seputar ini. Tentu saja, dibutuhkan metode add/remove program yang offline. Tidaklah bijak mempersyaratkan banyak requirements di sisi pengguna (misalnya harus selalu online) sementara kebanyakan pengguna itu offline. Maka sertakanlah alldeb dan apt-id dalam distro remasteran Anda. Jika iya, minimal Anda tidak perlu menyuruh pengguna mencari alldeb dan apt-id, karena sudah Anda sertakan sebelumnya. Jika tidak, risikonya Anda mendapat pertanyaan yang sama terus menerus mengenai instalasi aplikasi secara offline.  Baca lebih lanjut

Pembukuan Inventaris Dagang di Libreoffice Calc

Bismillahirrahmanirrahim.

openofficeorg24-calcSederhana sekali. Saya cuma ingin mencatat ISO-ISO yang saya telah miliki. ISO ini nantinya akan dibakar ke DVD untuk dijual. Sebagaimana data digital yang lain, ISO tidak akan bisa habis. Namun saya harus mencatat semuanya sebagai katalog dagang (supaya pelanggan tahu) dan keperluan verifikasi jualan. Semoga ini bermanfaat.

Proses Pencatatan


Sebenarnya itu cuma ls -lah *iso | awk ‘{  print $5 “\t” “$9$10” }’ dan shortcut key Ctrl+Shift+C kemudian Ctrl+V.

backup-cp-archives17
Dolphin, ls, dan awk berperan di sini
backup-cp-archives18
Yang ini tabel inventaris untuk partisi satunya

Baca lebih lanjut

Pertama Kali Menggunakan Libreoffice Calc

Bismillahirrahmanirrahim.

openofficeorg24-calcKarena saya punya usaha jual CD Linux dan sudah beberapa kali mengirim ke luar kota, akhirnya saya berpikir mendokumentasikan ISO yang saya punya. Saya pun harus mendokumentasikan (membukukan) pesanan yang sedang saya kerjakan, agar dapat dengan tepat menghitung jumlah dan harga. Itu semuanya pasti terpenuhi dengan aplikasi spreadsheet. Di dunia kerja dan sekolah, kita mengenal Microsoft Excel sebagai spreadsheet terbaik di dunia. Di dunia software legal dan open source, kita mengenal Libreoffice Calc. Dan ia sudah ada di Ubuntu saya sejak lama, bahkan ketika namanya belum Libreoffice dan developernya masih Sun. Ini catatan pertama kalinya saya memakai Calc seumur hidup saya. Sekali pakai langsung untuk dagang. Semoga bermanfaat.

Pembukuan Inventaris Modal (ISO)


Kenapa perlu membukukan pula nama berkas ISO? Karena verifikasi itu sangat penting. Nantinya biar ketahuan jikalau ada kesalahan unduh atau kesalahan informasi terjadi. Juga ini penting untuk membuktikan ISO pesanan sudah benar-benar diunduh atau belum. Tentu kepada saya sendiri. Perintah ls dan awk berperan di sini.

debian7
Kanan: Dolphin dengan Konsole terintegrasi Kiri: Calc dan pembukuan nama-nama berkas ISO Yang terjadi: salin-tempel nama berkas dari Dolphin ke Calc
debian8
Pembukuan ISO selesai

Baca lebih lanjut

Sistem Service Pack di Linux, Sebuah Gagasan Baru

Bismillahirrahmanirrahim.

10443115_401523883336228_7950498863626188923_o

Hampir seluruh posting kritik saya terhadap developer Linux mengisyaratkan adanya sistem service pack. Bisa juga disebut bundle (karena mirip Chakra Linux Bundles). Intinya tetap saja single offline installer (bacalah tulisan ini dan itu). Namun seluruh tulisan mengenai itu masih belum konkret. Saya baru saja menuliskan bentuk konkretnya dalam komentar di salah satu tulisan pengguna IGOS Nusantara. Terima kasih untuk Kang rhdsv. Apa service pack? Apa untungnya untuk pengguna? Berikut ini salinannya.

 


Mulai Kutipan


Yang jadi masalah di mana-mana

1) kompatibilitas hardware,
2) sistem manajemen paket.

Seandainya IGN itu punya sistem bundel, maksud saya seperti Windows Service Pack, itu akan menghapus satu dari dua penghalang di atas. Apa itu service pack? Service pack adalah satu paket RPM berisi paket-paket RPM lain yang bertugas menginstal 1 aplikasi lengkap dengan dependensinya untuk 1 versi IGN. Pengguna akhir jadi bisa

1) instal
2) simpan installer
3) berbagi installer sesama pengguna IGN
4) cukup unduh 1 berkas untuk semua dependensi dari 1 tempat untuk memperoleh installer

Keempat poin ini yang seringkali kacau balau di bidang sistem manajemen paket di masyarakat. Baik keluarga Debian atau Red Hat. Itu yang bikin orang ogah Linux. Utamanya pada pengguna baru. Nantinya, kalau sistem ini benar-benar dibikin, masyarakat akan merambah ke nomor 5 ini:

5) muncul DVD service pack berisi banyak aplikasi dan didistribusikan ke sekolah-sekolah atau masyarakat lainnya

Kalau sudah begitu, barulah pengguna bisa menyebut mudah instalasi aplikasi di IGN dan baru dengan itu, mereka akan mau menggunakan secara kolektif (walau harus dualboot dulu). Silakan akang sebagai guru bayangkan, sulit bagi para guru instal aplikasi Linux (Windows aja kadang ada yang gak tahu). Dengan sistem bundel, mereka akan sangat dimudahkan. Just do double click. Karena di Indonesia ini, pengguna tidak pernah butuh OS. Mereka butuh aplikasi. Saya kasih contoh service pack (SP) yang pantas dibikin lebih dulu:

1) SP khusus Wine
2) SP khusus Codec
3) SP khusus GIMP
4) SP khusus Inkscape
5) SP khusus Chrome/browser lain
6) SP khusus driver NVIDIA

Kalau sekiranya sistem add/remove program IGN masih seperti sekarang, saya tidak heran akan susah mengajak orang menggunakan. Cukup dikembalikan ke diri sendiri, apa gampang menginstal aplikasi dalam keadaan internet kosong? Seperti kalimat yang ada tulisan NOL di atas.

Ini hanya pendapat pribadi saya saja, Kang. Overview untuk turut membangun IGN dari ide. Sedikit dari yang paling sedikit. Terima kasih.

NB: kunci dari penciptaan setiap bundel, ada di posting terbaru akang masalah offline package management system di IGN.


Selesai Kutipan


 

Ide service pack ini berlaku tidak hanya untuk distro RPM. Distro turunan Debian semacam Blankon dan Grombyang layak mengimplementasikannya. Semoga bermanfaat.