Berhasil Instal Ubuntu 14.04 64 Bit di Laptop ASUS A46C

Bismillahirrahmanirrahim.

ubuntu-logoPada 15 November 2014 kemarin, tiba-tiba saya menerima telepon dari seseorang yang ingin bertanya soal Linux. Beliau menemukan nomor saya dari iklan saya di Kaskus. Ketika menerima telepon itu, saya sudah merasakan orang ini punya semangat. Benar saja, setelah beliau datang (bersama istrinya) ke tempat saya dan menceritakan bagaimana bisa menemukan nomor saya, saya pun tahu beliau termasuk orang yang getol ingin belajar Linux. Tentu saja seperti biasanya, saya menanyakan kenapa beliau ingin belajar Linux. Berikut saya sajikan tulisan ini dalam 2 bagian. Satu kisah beliau dalam mencari Linux, dan satu kisah teknikal saya dalam menginstal Ubuntunya.

Screenshot from 2014-11-15 22_52_03
Ubuntu di Laptop Mas Harico

 

Kisah Mas Harico Woni


Nama beliau seperti nama saya, tak lazim bagi masyarakat Indonesia, Harico Woni. Pada waktu itu, sebenarnya beliau ingin datang ke Markas KLAS di Surabaya. Namun ternyata kata satpam dan orang-orang di sekitar lokasi, Markas KLAS sudah bubar (nb: setelah saya klarifikasi anggota KLAS, ternyata pernyataan itu salah). Beliau dapat berita bahwa KLAS pindah ke tempat lain di Surabaya, dan beliau pun mendatanginya. Di tempat itu pun, sama. Beliau tidak menemukan KLAS dan anggotanya seorang pun. Penampakannya sedikit pun tidak ada. Beliau mencoba menelepon semua nomor telepon KLAS yang beliau tahu tetapi seluruhnya tidak dapat dihubungi. Ada yang bisa dihubungi tetapi tidak berhubungan dengan KLAS sama sekali. Beliau mulai berangkat dari Mojokerto (kota beliau dan saya ternyata sama) pukul 12.00 siang dan mencari di Surabaya sampai sekitar pukul 20.00 malam (sampai akhirnya menemukan saya). Sekitar 8 jam beliau melakukan pencarian KLAS. Sebentar. Apa yang membuat beliau mau mencari sampai seperti itu?

Mas Harico (beliau suka dipanggil Woni) ingin belajar Linux. Itu saja alasannya. Terlihat sepele bagi banyak orang, tapi tidak bagi saya. Saya jadi ingat beberapa waktu lalu saat saya memulai belajar Linux. Saya pun terkenang kembali bagaimana para senior di Indonesia mengalami kesulitan yang tak terbantahkan ketika awal-awal belajar Linux. Maka sudah selayaknya saya berikan perhatian khusus dan support terbaik untuk beliau.

Beliau datang ke tempat saya untuk belajar. Beliau bertanya-tanya dan saya kasih kesempatan selebar mungkin untuknya. Saya sendiri seperti biasa, menanyakan kenapa beliau ingin belajar Linux. Jawaban beliau yang pertama adalah karena virus Windows. Beliau ingin OS yang aman dari virus (dan Linux memang aman). Lalu beliau bertanya seputar Ubuntu, komunitasnya, apa yang harus dilakukan ketika memulai (dan seperti biasanya juga, saya jawab “sistem manajemen paket”), minta dibakarkan DVD Ubuntu, dan minta diinstalkan Ubuntu plus aplikasinya. Aplikasi yang beliau inginkan waktu itu adalah pengganti AutoCAD di Linux (saya instalkan FreeCAD dan Draftsight), Corel DRAW di Linux (saya instalkan Inkscape), Photoshop di Linux (saya instalkan GIMP), dan saya instalkan ubuntu-restricted-extras supaya Ubuntu bisa memutar multimedia. Alhamdulillah waktu Mas Harico datang itu, internet tempat saya masih menyala sempurna.

Hal-hal yang saya sampaikan kepada beliau sebenarnya sama seperti biasanya. Saya sampaikan hal-hal dasar seperti LTS/NonLTS, repositori, kebutuhan internet di Ubuntu, #ubuntu-indonesia @ freenode, http://ubuntu-indonesia.com, dan beberapa grup fesbuk tempat belajar Linux. Saya ingin beliau dikelilingi solusi dan dukungan teknis, supaya beliau pede dengan Linux.

Ternyata beliau punya semangat di luar harapan saya. Walaupun beliau mengaku baru mulai belajar komputer tahun 2007, beliau sangat bersemangat mengenal Linux. Beliau sangat ingin belajar, sampai mencari-cari KLAS seperti itu. Masalah nomor satu beliau adalah guru. Beliau tidak punya satu orang pun yng bisa ditanyai soal Linux. Oleh karena itu, beliau mencari KLAS dan yang semisalnya. Pada kesempatan paling akhir sendiri, beliau menemukan saya. Beliau mengatakan kalau FreeCAD dan Draftsight akan sama saja dengan AutoCAD, paling-paling fungsinya beda tombol saja (ucapannya semisal itulah). Kepercayaan diri yang bagus sekali untuk pemula. Bahkan hujan turun ketika instalasi berlangsung. Saya tanya beliau tentang jas hujan, dan ternyata beliau sudah persiapkan itu dalam tas sejak awal. Saya beruntung bisa bertemu beliau.

Alhamdulillah ketika itu saya masih sempat menunjukkan majalah cetak InfoLINUX pertama saya. Saya juga menawarkan PDF tutorial, dan beliau mau. Ah, semoga Mas Harico (dan istrinya) bisa menggunakan Linux minimal seperti saya.

Kisah Instalasi Ubuntu 64 Bit di ASUS A46C


Saya mengira instalasi akan terhalangi oleh UEFI karena laptop Mas Harico ternyata sudah terinstal Windows 8. Usut punya usut, ternyata laptop ini menggunakan BIOS bukan UEFI, dan BIOS-nya sama persis dengan laptop saya. Instalasi berlangsung lancar tetapi GRUB tidak muncul ketika booting dan mesin langsung boot ke Ubuntu. Windows masih ada, tetapi tidak dalam pilihan bootloader karena bootloadernya tidak muncul. Akhirnya saya instal grub dan melakukan konfigurasi beberapa kali. Semuanya gagal. Akhirnya saya berinisiatif instal grub2 dan alhamdulillah sukses. Semua OS bisa dideteksi dan opsi-opsi GRUB muncul saat booting. Yang membuat saya sangat senang adalah 1) keberhasilan insalasi Ubuntu tanpa kehilangan data sedikit pun 2) Ubuntu berjalan sempurna dengan deteksi hardware tanpa cacat di laptop beliau. Saya tidak menginstal driver tambahan satu pun, persis laptop saya sendiri. Kurang lebih inilah yang bisa saya tuliskan:

  1. Prosesor dikenali (saya tahu dari Details).
  2. VGA dikenali (sama, plus dari drop shadow).
  3. Souncard dikenali (saya tes dengan audio).
  4. WLAN dikenali (saya tes langsung dengan wifi saya).

Catatan: RAM laptop 4 GB. Unity berjalan dengan sangat mulus, pembukaan aplikasi semulus Unity.

Penutup


Sebuah berita gembira yang nyata untuk saya. Saya awalnya mengira orang yang bersemangat seperti ini, tidak bakalan saya temui lagi. Ternyata saya salah. Terima kasih, Mas Harico. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Iklan

8 thoughts on “Berhasil Instal Ubuntu 14.04 64 Bit di Laptop ASUS A46C

Mohon jangan gunakan emotikon:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s