Pertama Kali Menggunakan WIFI.ID

Bismillahirrahmanirrahim.

Sudah lama saya ingin internetan dengan WIFI.ID. Sejak rekan-rekan saya bercerita betapa murah dan cepatnya internetnya WIFI.ID. Ternyata benar, saya dapat kecepatan unduh 300 KB/s hingga 1 MB/s konstan malam ini. Saat ini saya menikmati internet melalui Speedy Inst@n WIFI.ID (bukan Telkomsel atau Flexi). Tarifnya amat sangat murah, 5000 rupiah untuk internetan 24 jam. Rasanya seperti mimpi karena dulu saya membayar 6000 rupiah untuk 2 jam saja. Betapa jauh murahnya. Mudah pula aksesnya. Saya cukup beli vocer di tempat (hanya 5000 rupiah) lalu login ke Captive Portal-nya berdasarkan username dan password yang tertera. Layanan WIFI.ID ini akan sangat memudahkan semua pengguna Linux di Indonesia. Mereka bisa instal aplikasi tanpa hambatan sedikit pun. Seperti biasa, berikut saya tampilkan skrinsot-skrinsot saya. Terima kasih Telkom dan pemerintah.

1. Login


multibootusb15
Masukkan username dan password

multibootusb13
Proses redirecting dilihat dari browser
multibootusb16
Berhasil login
multibootusb17
Ada tombol logout
multibootusb18
Tentu saja FUI laman pertama yang saya buka

 

2. Unduh


Ketika awal saya login, saya memperoleh kecepatan sekitar 200 KB/s. Mulai pukul 22.30 WIB, saya dapat 1 MB/s. Unduh 1 GB hanya dalam 15 menit. Ini jelas-jelas membantu kita pedagang DVD Linux atau bahkan DVD repo Linux. Tentu ini sangat membantu semua pengguna Linux di Indonesia yang mau instal aplikasi.

2.1 Di bawah 1 MB/s

multibootusb21  multibootusb23 multibootusb24

 

2.2 Di atas 1 MB/s

multibootusb42
Tes unduh Ubuntu, hanya tes
multibootusb44
Rincian grafik unduh/unggah data KDE

Bayangkanlah. Hanya dengan 5000 rupiah, saya bisa mengunduh ISO Centos DVD 4 GB hanya dalam 1 jam dengan kecepatan 1 MB/s. Walhamdulillah.

multibootusb46
Unduh CentOS 7.0, kali ini sungguhan

3.Unggah


Keperluan saya sesungguhnya dengan WIFI.ID hanyalah unggah data. Saya perlu mem-backup data penting. Karena unggahan di rumah 40 KB/s, saya harap di sini saya dapat kecepatan lebih. Ternyata benar, saya memperoleh kecepatan sekitar 100 KB/s untuk unggah.

multibootusb25
ADSL, unduh > unggah itu wajar

multibootusb29

4. sudo apt-get update


Bagaimana bisa kita melupakan teman lama?

multibootusb33
Pada masa warnet, kecepatan 100 KB/s itu sudah luar biasa

 

5. sudo apt-get install


Bagaimana kita bisa melupakan rekan kerja sepanjang masa? Ini paket sauerbraten-data hanyalah contoh, saya tidak main.

multibootusb51
Kecepatan unduh aplikasi Ubuntu 1 MB/s dengan repo Kambing Universitas Indonesia.

Sungguh, dengan kecepatan seperti ini dan harga sangat murah, WIFI.ID benar-benar membantu pengguna Linux Indonesia.

 

6. ping google.com


Bagaimana kita bisa melupakan teman lama?

multibootusb52
ping time normal-normal saja, tiada yang istimewa

 

7. Penutup


Alhamdulillah. Akhirnya Indonesia punya internet murah sendiri. WIFI.ID sangat-sangat murah tapi tak terbatas dan kecepatannya luar biasa. Ini –sekali lagi– akan sangat memudahkan semua pengguna Linux Indonesia. Saya harap rekan-rekan komunitas Linux segera memanfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya. Entah dipakai instal aplikasi, unduh ISO Linux, backup data penting, bahkan unduh repositori Linux sekalipun. Oya, mereka juga tidak lagi terhalangi untuk mengunduh buku-buku panduan Linux sebanyak mungkin. Semoga tulisan ini bermanfaat.

8. Referensi


multibootusb53
Keterangan mengenai jati diri layanan Speedy Instan

 

Anda bisa mengetahui lebih banyak tentang WIFI.ID di situs berikut.

  1. http://www.wifi.id/
  2. http://speedyinstan.com/faq.html
Iklan

21 thoughts on “Pertama Kali Menggunakan WIFI.ID

  1. Saya tinggal di puncak perbukitan Mas, jangankan wifi.id, bahkan sinyal penyedia jaringan seluler pun jarang masuk.

    Saya harus memasang radio penerima sinyal 54 Mbps dengan tiang 12 meter dari ground untuk mendapatkan akses internet 24 jam. Biayanya sekitar seratus ribu rupiah untuk paket 512 Mbps (mungkin sekitar 70 KB/s), tapi kalau malam bisa dapat sampai 150 KB/s.

    Dapat segitu ya disyukuri saja. Internet memang masih susah di negeri ini. Karena banyak yang memang belum seberuntung kita.

  2. Alhamdulillah, semoga jangkauan wifi.id semakin luas, semakin banyak tempat yang dijangkau akses point wifi.id.

    Saya sendiri minimal harus menuju kota kabupaten untuk bisa menemukan akses wifi.id.

    • Tidak masalah. Coba akang lihat kesulitan Pak Cahya Legawa di komentar di sini. Saya sendiri dulu harus bersepeda 12 KM PP untuk bisa unduh dependensi aplikasi Ubuntu. Dan terulang terus menerus untuk dependensi aplikasi lainnya.

  3. di kota saya hanya di lembaga pendidikan (SMA / SMK) itu pun tidak semua pasang wifi.id dan indieschool. kalaupun ada itu semua bukan untuk publik, entak kenapa memang sengaja diset hanya radius sesuai dengan luas sekolah tsb. 😦 untuk daerah publik pun belum ada, semisal di alun-alun kota, atau taman kota..

    semi publik (istilah saya sendiri), hanya ada 2 yaitu di Kampus saya (cuma di gedung fakultas lain, signalnya kadang-kadang saja mampir ke gedung fakultas saya 😦 ) dan di Kantor Telkom, sayangnya di kantor telkom lokasinya bukan untuk umum.

    Begitu mengenaskan bukan… padahal segitu banyaknya wifi.id di kota saya, tapi cuma 1 yang bisa digunakan untuk publik dan benar-benar nyaman tempatnya.

  4. kang saya sudah bisa konek ke wifi.id, namun tidak bisa mengakses internet maupun tidak bisa masuk ke login pagenya. ada solusi gk kang ?

Dilarang menggunakan emotikon

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s