Resep Buat Praktisi Remaster Linux Indonesia

Bismillahrrahmanirrahim.

ubuntu-logoBerikut ini saran-saran dari saya dengan sejumlah pertimbangan untuk Anda. Ya, Anda pelaku remaster Linux Indonesia. Apakah Anda membuat remaster itu untuk kesenangan semata atau serius, selama dipublikasikan, maka ini kiranya layak Anda pertimbangkan. Saran-saran berikut saya sarikan dari FAQ yang ada di ingatan saya. Selamat meremaster.

Resep-Resep


Resep 1: alldeb dan apt-id

Yang nomor satu, tak asing lagi dan tak ada duanya, sistem manajemen paket. Pertanyaan paling banyak muncul di forum mana pun adalah seputar ini. Tentu saja, dibutuhkan metode add/remove program yang offline. Tidaklah bijak mempersyaratkan banyak requirements di sisi pengguna (misalnya harus selalu online) sementara kebanyakan pengguna itu offline. Maka sertakanlah alldeb dan apt-id dalam distro remasteran Anda. Jika iya, minimal Anda tidak perlu menyuruh pengguna mencari alldeb dan apt-id, karena sudah Anda sertakan sebelumnya. Jika tidak, risikonya Anda mendapat pertanyaan yang sama terus menerus mengenai instalasi aplikasi secara offline. 

Anda tidak tahu alldeb dan apt-id? Putuskan seluruh koneksi internet Anda dan coba instal aplikasi. Susah? Ya itu yang dirasakan pengguna Anda. Maka Nifa Dwi Kurniawan dari FUI bangkit membuat solusinya. Dua solusi ini berguna untuk mengunduh installer aplikasi sekaligus dependensi walau komputer Ubuntu sedang offline (apt-id) serta mem-backup program terinstal + dependensinya dalam satu file utuh berdasarkan nama aplikasi selayaknya EXE di Windows, yang bisa disimpan dan diinstal kembali di komputer lain secara offline pula (alldeb). Kunjungi lamannya apt-id di sini dan alldeb di sini atau langsung lihat profil developernya di sini.

  • Kebutuhan minimum: distro asal berbasis DEB.
  • Catatan: jika distro asal Anda tidak memiliki yang semacam apt-id dan alldeb, pertimbangkan untuk bikin sendiri.

Resep 2: wvdial dan usb-modeswitch

Tidaklah bijak mempersyaratkan banyak requirements di sisi pengguna sementara kebanyakan pengguna itu offline. Kejadian yang lucu di komunitas kita salah satunya pengguna ingin konek internet dengan modem USB via wvdial, tapi wvdial itu sendiri harus diinstal dari internet, sementara modemnya belum bisa konek tanpa wvdial. Pengguna Windows sudah tak diragukan lagi pasti banyak yang menyerah. Lalu kenapa Anda tidak menyertakan saja wvdial prainstal? Itu tentu akan membantu mereka apalagi jika Anda sertakan pula GUI wvdial semacam pyDialer. Semakin worthy remasteran Anda.

Kenapa ada usb-modeswitch? Ya karena sebagian distro tidak menyertakannya. Program kecil ini sangat-sangat berperan dalam ejecting ZeroCD di hampir seluruh USB modem zaman sekarang. Rumit betul instalasi modem USB ZeroCD jika tanpa ini. Maka permudahlah.

  • Kebutuhan minimum: distro asal berbasis DEB, RPM, atau source.

Resep 3: Wine

Di forum mana pun, permintaan Wine amat sangat banyak. Bahkan hampir setiap hari muncul. Mengapa? Sebagai developer distro, cobalah berpikir bijak. Tentu orang yang baru berpindah dari suatu daerah akan membawa ciri khas daerah asalnya. Tak bisa ditinggal seutuhnya dengan sekali tepuk. Maka berbaik hatilah menyertakan Wine prainstal. Supaya pengguna tidak usah repot dan tidak usah bertanya kepada Anda.

  • Kebutuhan minimum: distro asal berbasis DEB, RPM, atau source.

Resep 4: Synaptic Package Manager

USC itu bagus tapi tidak selamanya. USC tidak punya display progres unduhan (dalam KB/s), tidak punya tombol Reload (sudo apt-get update), tidak punya pengaturan proxy connection + auth, tidak punya filter selengkap Synaptic, dan tidak punya download script. Pada saatnya nanti, pengguna Anda akan bertanya kepada Anda kenapa USC mogok di sini dan di situ. Maka sertakan di samping USC, Synaptic Package Manager. Nanti akan terasa jika ada pengguna yang memakai internet di belakang proxy, seperti halnya warga universitas atau kantor tertentu.

  • Kebutuhan: distro asal berbasis DEB.
  • Catatan: jika distro asal berbasis selain DEB, pertimbangkan untuk menyertakan Yumex (RPM, yum GUI) dan yang semacamnya untuk basis lainnya.

Resep 5: Panduan untuk Semua Resep di Atas

Anda ingin menulis dokumentasi? Tidak perlu terlalu luas. Cukup fokus pada 4 resep di atas.  Tidak akan terlalu lama waktu mendokumentasikan ke-4 hal di atas. Arahkan pengguna, batasi ruang pikir teknis mereka sehingga bisa fokus untuk kerja. Waktu Anda hemat, sasaran Anda tepat. Karena yang diperlukan pengguna umumnya berputar saja di situ.

  • Catatan: Anda bisa mengambil tutorial yang sudah ada entah dari milik saya atau orang lain. Bahkan Anda bisa menyertakan aplikasi Otodidak dalam remasteran Anda.

Penutup


  1. Bagaimana dengan desktop environment? Itu kebebasan Anda.
  2. Bagaimana dengan teknik remaster? Itu urusan Anda. Risetlah dulu via Google.
  3. Bagaimana dengan driver NVIDIA dan ATI? Bukankah itu harus masuk juga? Tentu saja. Sengaja saya tidak tulis untuk memberi kesempatan orang lain menulis artikel macam ini.
  4. Bagaimana dengan hal-hal penting lainnya? Itu kebebasan Anda. Tulisan ini sifatnya hanyalah saran yang membangun.
Iklan

5 thoughts on “Resep Buat Praktisi Remaster Linux Indonesia

  1. kalo saran saya, berikan sesuatu yang unik, yang mungkin belum ada di distro-distro yg lain yang nantinya akan jadi identitas distro yg baru itu bisa berupa fitur tertentu, aplikasi atau kegunaan tertentu.

Mohon jangan gunakan emotikon:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s