Mempelajari Slackware Edisi 1: Menginstal

Bismillahirrahmanirrahim.

Saya selalu ingin memakai Slackware sejak awal. Namun kendala hardware yang terbatas membuat saya menunda hal itu. Saat ini (4 Mei 2015) saya kembali menginstal Slackware di Virtualbox saya. Walau ini bukan metode pemakaian yang saya inginkan, tetapi setidaknya saya bisa mempelajari Slackware dengan cara ini. Tulisan ini adalah dokumentasi dari setiap potret pembelajaran yang saya lakukan dengan Slackware. Pada edisi 1 ini, saya mencatat bahwa saya menginstal Slackware 14.1 secara full di Virtualbox. Pada setiap edisi nantinya, saya akan mengisinya dengan catatan-catatan yang sesederhana mungkin. Diharapkan dengan ini, saya maupun orang lain bisa mempelajari 1) sistem manajemen paket Slackware berikut 2) konfigurasinya. Semoga tulisan ini bermanfaat.

slackwareku

Keterangan: saya menginstal secara full dan antarmuka desktop yang saya pakai pertama adalah XFCE.

Iklan

26 thoughts on “Mempelajari Slackware Edisi 1: Menginstal

      • Saya pribadi tidak ingin Slackware saya taruh di VM. Karena proses belajar saya serbaterbatas dan tidak nyata dengan itu. Namun karena keadaan, apa boleh buat.

        Seperti biasa saya bilang di forum, orang Indonesia kalau untuk Windows mereka kasihkan segala-galanya bahkan dibelain beli hardware baru tapi kalau untuk Linux cuma sebatas mereka kasih dualboot atau VM bahkan mereka selalu carikan hardware yang jelek-jelek.

        Saya ingin mengikuti jejak para senior 9X yang secara total memakai Slackware untuk mesinnya. CMIIW.

  1. kemarin sempat saya install di virtualbox, cuma gak bisa masuk ke mode GUI, kayaknya bermasalah sama video drivernya, kemudian saya coba di vmware baru sukses

  2. Assalamu’alaikum bang ade 🙂 kalo ndak mw di virtual bisa coba pada hdd eksternal bang… tulisan yang bagus bang 😀 Pertama kali pake slackware langsung nyobain di laptop pribadi… ternyata berjalan mulus tanpa hambatan. Waktu laptop sudah berpindah tangan saya tetap ingin tenteng slackware kemana-mana jadinya install di hdd eksternal aja 😀

    best regard

    Ari

    • Wa’alaykumussalam, Kang Ari.

      Saya senang sekali pengguna Slackware senior datang ke gubuk saya ini. Saya tidak punya HDD macam itu, Kang. Hardware saya terbatas semua. Semoga kelak saya mampu mengikuti akang.

      Salam hormat,

      Malsasa

      • hadeh kang ade bisa ae.. bukan senior kang… user harian biasa aja..
        dulu pake slackware gara2 mw pake desktop linux, coba ubuntu dan variannya di laptop saya banyak muncul warning 😀 dan saya ndak ngerti apa2 soal warningnya. gara2 baru pindah dari windows ngelihat warning gitu bawaannya parno.
        Pikiran saya waktu itu cuma mw cari distro yang jalan lancar. pas nyoba slack bener2 ndak ada masalah, jalan lancar di laptop saya.
        memang kebutuhannya default aja saya kang ndak buat lain-lain. jadinya sampe sekarang ya masih user biasa ndak banyak ngerti soal linux juga 😀
        sehari-hari cuma browsing dan baca-baca aja kang…

  3. oh ya soal hardware saya menjalankan slackware-current dengan mesin dual-core, RAM 1.5GB, VGA onboard, HDD 120GB tetap lancar kok bang… slackware cukup ringan kecuali waktu saya coba pake KDE, memang berat di mesin saya bang

Mohon jangan gunakan emotikon:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s