Kesempatan Berkembang

Bismillahirrahmanirrahim.

Ada satu hal yang tidak disadari pemula ketika pertama masuk ke komunitas Linux. Satu hal itu adalah kesempatan berkembang. Satu hal yang membuat Anda bisa seperti sekarang. Satu hal yang Anda mungkin lupakan, yang mungkin Anda lupa untuk mensyukurinya. Satu hal yang selalu diberikan oleh para pakar sejak 1990 awal hingga 2015 ini yang seringkali mungkin kita lupakan jasanya. Sebuah hal yang begitu penting namun terlupakan.

Bagaimana?


Bagaimana contoh kesempatan berkembang? Apakah Anda menyadarinya?

  1. Para pakar pada waktu tertentu diam ketika ada pertanyaan. Sehingga Anda mendapat kesempatan menjawab pertanyaan orang lain. Ini kesempatan berkembang dari pakar untuk pemula supaya mampu menyelesaikan masalah orang lain.
  2. Para pakar menyediakan repositori-repositori Linux (setiap universitas punya server sendiri, masing-masing punya lebih dari 1 varian Linux). Sehingga Anda mendapat kesempatan menginstal aplikasi Linux dari internet Indonesia. Ini kesempatan berkembang dari para pakar untuk kepentingan add/remove program pengguna di seluruh Indonesia.
  3. Para pakar mengembangkan distro Linux lokal dan melepaskannya gratis. Sehingga Anda mendapat kesempatan ikut mengembangkan sistem operasinya maupun ikut menggunakannya. Ini kesempatan berkembang dari para pakar untuk Anda supaya SDM Anda naik di bidang teknologi informasi atau punya kesempatan menggunakan sistem operasi Indonesia.
  4. Para pakar menyediakan wiki Linux (misalnya ini, ini, ini, ini) yang sangat banyak di Indonesia untuk berbagai macam disiplin ilmunya. Sehingga Anda bisa mengambil pengetahuan sebaik mungkin darinya atau Anda mempunyai kesempatan menulis di dalam wiki. Ini kesempatan berkembang yang besar sekali karena yang mana pun yang Anda pilih tetap keuntungan yang Anda peroleh.
  5. Para pakar menyediakan tulisan-tulisan mengenai Linux (misalnya ini, ini, ini, ini, ini, dan ini) yang sangat banyak di Indonesia. Sehingga Anda bisa mengambil pengetahuan dalam bidang apa pun di Linux dalam bahasa Indonesia dan gratis. Ini kesempatan berkembang yang sangat besar bagi keseluruhan masyarakat Indonesia di bidang teknologi informasi.
  6. Para pakar menyediakan fasilitas CD/DVD/FD Linux (misalnya ini, ini, dan ini). Sehingga Anda bisa memiliki penginstal Linux walau tidak bisa mengunduhnya. Ini kesempatan berkembang bagi para pakar yang menyediakan, karena dengan adanya pemasukan dana, penyediaan tersebut bisa terus ada hingga sekarang dan kesempatan berkembang untuk Anda tetap terjaga.
  7. Para pakar mendirikan KPLI di Indonesia (misalnya ini, ini, ini, ini, dan ini). Sehingga Anda bisa berguru secara langsung kepada pakar di dunia nyata. Ini harus diakui sebagai salah satu kesempatan berkembang yang paling besar yang dapat Anda nikmati di dunia Linux Indonesia. Pemberian dari para pakar supaya Anda bisa lebih cepat berkembang. Karena belajar Linux bagi orang Indonesia itu sangat sulit kecuali ada gurunya.
  8. Para pakar mengelola milis-milis Linux di Indonesia (misalnya milis id-ubuntu, id-slackware, tanya-jawab, dll.). Para pakar mengelola segala bentuk media Linux di Indonesia entah IRC (macam #ubuntu-indonesia) forum (macam ubuntu-indonesia.com), facebook, twitter, maupun media lain. Bahkan banyak pakar di Indonesia yang mengelola lebih dari satu komunitas. Sehingga Anda bisa bertanya secara langsung kepada para pakar melalui internet. Ini kesempatan berkembang yang tidak terukur dari para pakar untuk Anda. Lihatlah negara lain di Asia Tenggara yang tidak seberuntung Anda mendapatkan fasilitas selengkap itu.

Bayangkan!

  1. Bagaimana jika semua pakar terjun menjawab setiap pertanyaan? Anda tidak akan berkembang. Anda tidak akan memiliki pengalaman menyelesaikan masalah orang lain. Maka diamnya mereka atau sesekali marahnya mereka kepada Anda justru kesempatan buat Anda memperbaiki diri.
  2. Bagaimana jika semua pakar tidak mau mendirikan repositori-repositori di Indonesia? Anda tidak akan berkembang. Anda harus memakai repositori luar negeri yang jelas kecepatannya tidak sebagus repositori dalam negeri. Bahkan akan ada orang-orang yang tidak bisa sama sekali memakai repositori karena masalah ini.
  3. Bagaimana jika para pakar tidak pernah mengembangkan distro Linux lokal? Anda tidak akan berkembang. Anda tidak akan tahu bagaimana orang mengembangkan sebuah sistem operasi di Indonesia. Anda tidak akan memakai sistem operasi yang didesain khusus untuk orang Indonesia. Anda tidak akan pernah menikmati terjemahan Indonesia untuk aplikasi-aplikasi yang ada di Linux. Anda tidak akan merasakan nikmatnya memakai sistem operasi yang demikian hebat dengan gratis.
  4. Bagaimana jika para pakar tidak pernah membuat wiki Linux di Indonesia? Anda tidak akan berkembang. Anda tidak akan berpikir untuk berkontribusi ke wiki Linux Indonesia. Anda tidak akan mendapat referensi detail dan terpercaya mengenai sejarah dibentuknya internet di Indonesia (yang notabene dilakukan oleh para pakar Linux seperti Pak Ibam).
  5. Bagaimana jika para pakar tidak menyediakan tulisan-tulisan mengenai Linux? Anda tidak akan berkembang. Anda tidak akan pernah belajar dengan mudah karena semua artikel harus Anda baca dalam bahasa asing. Anda tidak akan mendapat pemahaman yang terbaik untuk posisi Anda sekarang (di Indonesia) dari pakar yang juga orang Indonesia. Anda tidak akan pernah kenal Linux jika itu terjadi. Anda tidak akan pernah memperoleh majalah Linux di Indonesia.
  6. Bagaimana jika para pakar tidak mendistribusikan (tentunya berbayar) CD/DVD Linux? Anda tidak akan berkembang. Dana untuk mempertahankan keberlangsungan fasilitas itu juga tidak akan berkembang. Fasilitas itu sendiri tidak akan lama hidupnya. Jika Anda tidak memiliki internet dan tidak ada satu pun sumber, dari mana Anda bisa menggunakan Linux?
  7. Bagaimana jika KPLI tidak pernah didirikan? Anda tidak akan berkembang. Anda tidak akan pernah melihat seminar-seminar Linux di Indonesia. Anda tidak akan pernah merasakan bantuan technical support yang begitu besar dari KPLI kepada seluruh instansi baik pemerintah maupun nonpemerintah di Indonesia. Anda tidak akan pernah melihat satu pun acara ngoprek Linux di Indonesia.
  8. Bagaimana jika milis, forum, IRC, facebook, twitter, dan media-media Linux lain tidak pernah ada? Anda tidak akan berkembang. Terutama sekali, Anda yang hanya tahu Linux dari media macam facebook. Bagaimana Anda meminta tolong jika ada masalah? Bagaimana Anda bisa ikut membantu orang lain jika medianya sendiri tidak pernah ada? Bagaimana dengan Anda yang seumur hidup tidak pernah menggunakan sesuatu yang digunakan seluruh pakar Linux dunia (yakni milis dan IRC)? Anda tidak akan berpikir untuk menggunakannya. Apalagi jika seandainya fasilitas-fasilitas itu tidak pernah ada.

Lalu?


Sudahkah Anda berterima kasih? Minimal, kirim email kepada pakar yang Anda baca tulisan-tulisannya. Jika Anda mampu, berkontribusilah kepada komunitas Linux sebisa Anda. Sudahkah Anda menyadari kesempatan itu? Maka berikanlah kepada setiap orang kesempatan berkembang.

Iklan

7 thoughts on “Kesempatan Berkembang

Dilarang menggunakan emotikon

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s