Jangan Sombong

Bismillahirrahmanirrahim.

Berikut ini pelajaran-pelajaran yang saya petik dari perjalanan Linux saya, Pelajaran yang saya anggap mendewasakan, pelajaran yang sayang jika tak diambil hikmahnya. Pelajaran itu adalah jangan sombong. Keadaan serupa ini pernah saya alami. Saya sadar hal-hal ini adalah kesalahan. Maka tulisan ini pengingat bagi saya. Bahwa menjadi rendah hati itu kemuliaan manusia, tidak sebaliknya. Sopan santun itu mengangkat wibawa, tidak sebaliknya. Pilihan kata mencerminkan mutu kita, itu nyata. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Pelajaran 1

  • Kamu mengatakan: Linux itu stable, Windows itu BSOD. (tertawa meremehkan)
  • Kondisi: Linux crash. Kamu REISUB.
  • Mereka mengatakan: lho, katamu Linux nggak bisa crash? (tertawa)
  • Pelajaran: jangan sombong. Istilah stable itu untuk Linux di server, Linux yang long uptime >= 10 tahun tanpa restart, bukan desktop yang setiap hari ada shut down. Apalagi ada tambahan komponen antarmuka dan lain-lain yang tingkat kestabilan masing-masingnya berbeda. Crash di KDE akan dianggap crash di keseluruhan Linux.

Pelajaran 2

  • Kamu mengatakan: Linux itu free, Windows itu penjara.
  • Kondisi: kamu membutuhkan driver nonfree yang hanya dibuat untuk Windows.
  • Mereka mengatakan: lho, kok bateraimu cepat habis? Drivermu gimana, sih? Modemmu kok susah diinstal? Laptopmu kok panas? Kok komputermu nggak bisa di-overclock, sih?
  • Pelajaran: jangan sombong. Hardware dunia ini “dikuasai” oleh Microsoft Windows.

Pelajaran 3

  • Kamu mengatakan: pengguna Microsoft Office itu bodoh. (wajahmu meremehkan)
  • Kondisi: kamu tidak pernah menjelaskan sejelas-jelasnya pemahaman lisensi kepada mereka. Karena kamu sesungguhnya tidak mampu.
  • Mereka mengatakan: lho, office-mu kok nggak bisa buka DOCX?
  • Pelajaran: jangan sombong. Jangan banyak omong. Ketahui siapa lawanmu. Dulukan ilmu, dulukan mengajar, rangkul kebaikan dengan perangai yang sopan santun.

Pelajaran 4

  • Kamu mengatakan: pengguna Photoshop itu bodoh.
  • Kondisi: kamu tidak punya konsep seni dan hanya punya GIMP.
  • Mereka mengatakan: kamu bisa nggak ngedit PSD? Bisa nggak ngedit CDR? Programmu bisa CMYK? Kamu niat kerja nggak, sih?
  • Pelajaran: jangan sombong. Jangan sok. Buktikan dulu konsep kamu. Buat format XCF menjadi standar dulu di negaramu. Bicara setelah punya galeri. Bukan cuma omong besar.

Pelajaran 5

  • Kamu mengatakan: Linux sudah mainstream, Windows tergusur.
  • Kondisi: majalah Linux (desktop) Indonesia bertumbangan, kolom Linux (desktop) di majalah lain semakin tergusur, kamu memaksudkan Linux desktop (bukan Android). Ketika disebut Linux, kamu maksudkan itu Slackware, kamu maksudkan Debian, SUSE, RHEL, dan seterusnya, bukan Android.
  • Mereka mengatakan: lho, kamu kok sendirian belajarnya? Mana majalah yang kamu banggakan? CHIP, PC Media, Komputek, InfoKomputer, semuanya membahas Windows. Mana punyamu?
  • Pelajaran: jangan sombong. Punya sedikit berita gembira, cek dulu. Jangan serampangan bicara apalagi berbangga. Jangan gampang menggusur-gusur keberadaan pihak lain. Apalagi cuma sekadar asumsi kamu seorang. Memangnya kamu siapa?

Pelajaran 6

  • Kamu mengatakan: X di Windows adalah jelek. Y di Mac adalah sampah. Z di Microsoft Office adalah merusak.
  • Kondisi: pernyataan kamu salah total (karena kamu tidak baca dokumentasinya) tetapi sudah kamu sebar ke semua forum dan sudah telanjur diketahui khalayak ramai. Kamu malu.
  • Mereka mengatakan: lho, berapa umurmu? Sudah menghasilkan nafkah apa kamu? Sudah kontribusi apa kamu ke negara?
  • Pelajaran: jangan sombong. Jangan sembarangan ngomong. Tahan publikasimu selama mungkin sampai kamu yakin. Jangan membuat kesalahan fatal karena sifat kekanak-kanakanmu sendiri.

Pelajaran 7

  • Kamu mengatakan: click and run itu bodoh.
  • Kondisi: kamu menginstal semua software tapi tidak menguasai satu pun.
  • Mereka mengatakan: lho katanya kamu punya GIMP, Inkscape, Krita, MyPaint, Natron, Synfig, KDenlive, Pitivi, sama Pinta? Temanmu juga gitu. Kok kamu-kamu nggak punya galeri, sih? Mana publikasi majalah senimu? Mana kreasimu sendiri? Gak punya, kan? Kamu cuma omong besar. Cuma bisa nginstal program. Gak punya daya cipta.
  • Pelajaran: jangan sombong. Jangan sok punya alat. Punya konsep, jangan punya alat. Pilih satu alat untuk mengerjakan konsepmu. Jangan kebanyakan alat tapi nggak mampu apa-apa.

Pelajaran 8

  • Kamu mengatakan: open source itu yang terhebat! Yang lain bodoh! (sungguh sombong)
  • Kondisi: kamu tidak tahu source code, tidak tahu SCM, dan tidak pernah mengembangkan suatu source code. Googling source code dari Gedit saja tidak bisa. Bahkan kamu tidak bisa menjelaskan secara simple bedanya GNU GPL dengan BSD. Parah.
  • Mereka mengatakan: lho kamu kok nggak tahu source code Gedit, sih? Mana source code KDE? Mana source code-nya Ubuntu? Kamu tahu alamat SCM GNOME nggak? Kamu ngerti cara compile from source gak? Sudah pernah nulis tutorialnya gak? Kok gitu aja kamu nggak ngerti? Katamu kamu open source. Dasar bodoh.
  • Pelajaran: jangan sombong. Open source dan free software sangatlah sulit. Belajarlah menerima kenyataan itu. Jangan malas. Belajarlah, kenali programming. Diamlah, jangan omong besar. Kenali subsytems yang menjadikan open source ada. Jangan malas.

Pelajaran 9

  • Kamu mengatakan: Linux raja embedded dan superkomputer, yang lain sampah.
  • Kondisi: kamu mencari peralatan remeh temeh di Linux untuk flashing atau apa pun yang berkaitan dengan hape Android. Dan kamu tidak menemukannya.
  • Mereka mengatakan: lho katanya Android itu Linux, kok kamu pakai Windows cuma untuk flashing? Kok kamu ginian aja nggak punya? Kok jawaban di forum kamu cuma Heimdall semua?
  • Pelajaran: jangan sombong. Belajarlah menerima kenyataan.

Pelajaran 10

  • Kamu mengatakan: jumlah kami banyak, saya dapat X dari Y hari ini, kemarin dapat A dari B! Mau ngomong apa kalian?
  • Kondisi: kamu dapat X dari Y yang cuma seorang, sementara jumlah X sangat sedikit karena jumlah orang yang rajin seperti Y sedikit di komunitas kamu. Kamu anggap SDM kamu banyak padahal sangat sedikit, kamu cepat bangga ada berita gembira dan menganggap kebenaran ditentukan dari jumlah.
  • Mereka mengatakan: emangnya siapa kamu? Marketshare kamu terendah di dunia. OS kamu tidak umum. Siapa yang mau ribet di zaman ini? Siapa yang mau ikut kamu? Kamu cuma ngomong sendiri, gak ada yang mendengar kamu.
  • Pelajaran: jangan sombong. Jangan menentukan kebenaran dari jumlah. Jangan bangga dengan jumlah. Jangan tertipu. Terimalah kenyataan bahwa kamu minoritas. Berjuanglah dalam kenyataan itu, jangan bermimpi leha-leha di luarnya.

Rangkuman

  • Jangan sombong.
  • Jangan omong besar.
  • Jadilah rendah hati, pendiam, mudah mengatakan “saya tidak tahu”.
  • Belajarlah menerima kenyataan.
Iklan

2 thoughts on “Jangan Sombong

Mohon jangan gunakan emotikon:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s