Menyoal Pembajakan Software

Bismillahirrahmanirrahim.

Selepas bicara dengan teman lama di wifi.id corner Mojokerto 3 Agustus 2015 malam, saya jadi ingin menulis mengenai pembajakan software dan dampaknya di Indonesia. Teman saya ini adalah seorang web developer yang sedang merintis usaha web freelancer. Fokus pembicaraan kami saat itu adalah murahnya harga jasa web development dan web design di Indonesia. Usut punya usut, akhirnya kami sepakat bahwa penyebabnya adalah pembajakan yang dilakukan sejak dahulu secara masal dan turun temurun oleh hampir semua orang di Indonesia. Pembajakan kini dirasakan dampaknya oleh para developer dan desainer.

Harga Nominal Pembajakan

  • Windows = 1 juta
  • Microsoft Office = 4 juta
  • Photoshop = 6 juta
  • CorelDRAW 5 juta
  • Total = 16 juta rupiah

Yang tertulis di atas adalah 4 software paling umum dibajak di Indonesia. Harga diambil dari aturan orang Indonesia sendiri pada umumnya yang suka software terhebat, terbaru, atau terlengkap. Ini total harga paling minim karena orang Indonesia jumlah software-nya tidak hanya 4 ini per orangnya. Perincian harga bisa dilihat di tulisan sebelumnya. Total 16 juta berlaku untuk satu orang, belum termasuk total jumlah orang dan belum ditambah dengan bertambahnya jenjang pendidikan (biasanya, makin tinggi yang dibajak makin banyak). Memalukan? Sedih tetapi benar. Memang itu kenyataannya.

Soal-Soal Pascapembajakan

  • Web designer (UI) vs klien: sebuah template situs dihargai 200.000 oleh klien dengan perkataan “halah, cuma template aja kok mahal”. Harga normal template di Themeforest sekitar $40 – $70 (500 s.d. 800 ribu rupiah).
  • Web developer vs klien: sebuah sistem setara Bukalapak dihargai hanya 500.000 rupiah oleh klien. Ini sangat merendahkan (baca daftar nomor 3 di bawah).
  • Keuntungan jangka panjang bagi klien bisa berjuta / bermiliar rupiah, sedangkan developer dibayar dengan harga sangat rendah.
  • Klien tidak bisa membedakan pekerjaan web designer dengan web developer, ahli desain dengan ahli program.
  • Klien minta hasil mewah harga murah waktu cepat tanpa boleh membantah.
  • Terdapat kasus pencurian source code oleh oknum hosting tertentu. Source code asalnya milik programer, setelah dititipkan di server, dicuri oleh oknum. Baca ini.

Inti Masalah

  • Harga jasa menjadi rendah karena masyarakat tidak bisa menilai harga jasa tersebut.
  • Masyarakat tidak bisa menilai harga jasa karena kurangnya edukasi soal penciptaan software.
  • Kekurangan tersebut terjadi karena sejak kecil kita selalu diajari dan didukung (tidak pernah dilarang) untuk membajak software lalu itu terjadi secara turun menurun semenjak SD sampai kuliah (bahkan kuliah TI / SI sekalipun).

Sumber Masalah

Kami berdua sepakat bahwa sumber permasalahan pembajakan adalah syubhat “pembajakan untuk pendidikan itu boleh“. Kami berdua sepakat menjawab syubhat tersebut “ini kedustaan yang nyata”.

Omongan Kami

Teman saya TS sedangkan saya S.

  • S: sumber segala masalah pembajakan adalah syubhat “pembajakan untuk pendidikan itu boleh”.
  • TS: benar itu.
  • S: kelihatannya saja ini syubhat benar, tapi coba lihat dampaknya. Ujung-ujungnya, semua orang menganggap software itu sampah. Tidak peduli sesulit apa pun pembuatannya. Tidak ada harganya. Termasuk orang yang membuat software juga sampah. Jadi menurutnya software dibajak juga tidak apa-apa. Orangnya dihargai murah seperti sampah juga tidak masalah.
  • TS: aku setuju.
  • S: orang yang punya syubhat ini tidak bisa membantah. Lihat saja hitungan 16 juta di atas, ada juga model hitungan lain yang totalnya 100 juta karena ditambah AutoCAD. Itu untuk satu orang. Belum satu negara kita. Dan hitungan 16 atau 100 juta itu untuk satu jenjang pendidikan. Hitungan goblok-goblokannya satu orang mulai SD mbajak 16 juta, SMP nambah IDM, SMA nambah After Effects, kuliah nambah Dreamweaver atau Multisim. Itu satu orang sudah sekian, lalu total semua orang bagaimana? Per orang saja sudah membajak hak orang lain berjuta-juta rupiah, lantas bagaimana instansi SMP MTS SMA MA kuliah dan lain-lain? Seakan-akan semua orang membajak, banyak guru TIK membajak software, sekolah-sekolah membajak software, murid-muridnya membajak juga, hanya pengecualian jumlah mikro yang ada. Orang membajak seperti itu, kemudian hilang lapangan kerja, kemudian ujungnya mengeluh. Alasannya uenak gitu pembajakan untuk pendidikan boleh.
  • TS: nah, ya itu masalahnya. Sekarang kita jauh lebih sadar lagi karena kita sekarang mengerti sangat sulitnya algoritma, sulitnya PHP JS CSS CI Laravel, sulitnya komposisi warna (UI), sulitnya psikologi manusia (UX), sulitnya memikirkan keselarasan logo dengan misi klien, dan lain-lain.
  • S: lha terus orang-orang dari TI SI IK TK dapat pekerjaan dari mana?
  • TS: ya, aku dongkol karena pembajakan telah menyebabkan rendahnya jasa ini di Indonesia.

Omongan disalin secara makna.

Daftar Macam-Macam Keluhan

Saya sengaja mengumpulkan pranala keluhan dari para programer berikut diskusi-diskusinya supaya tidak dikira kami sendirian memperbincangkan ini. Selain itu, supaya orang lain bisa menemukan dengan mudah pranala-pranala tersebut dari satu posting ini tanpa perlu mencari-cari kembali. Daftar ini penting karena memuat fakta berikut diskusi setiap programer yang sudah berpengalaman di lapangan.

  1. SWF Disassembler Murah? (PHP Indonesia, 3 Agustus 2015)
  2. Apa Harga Programer Indonesia Semurah Cabe? (PHP Indonesia, 25 Juli 2015)
  3. Harga BukaLapak Rp500.000? (PHP Indonesia, 20 Juli 2015)  PENTING!
  4. Pencurian Source Code (PHP Indonesia, 14 Juli 2015)
  5. Apakah Terlalu Murah? (PHP Indonesia, 11 Juli 2015)
  6. Bagaimana Biar Harga Programer Tidak Murah? (PHP Indonesia, 12 Juni 2015)
  7. Murah Amat 5 Juta! (PHP Indonesia, 6 Juni 2015)
  8. Murah Amat 6 Juta! (PHP Indonesia, 6 Juni 2015)
  9. Harga Toko Online Kok Murah? (PHP Indonesia, 30 Mei 2015)
  10. Harga dan Traveloka (PHP Indonesia, 12 Mei 2015)
  11. Sistem HRD Besar Harga Murah? (PHP Indonesia, 5 Mei 2015)
  12. Company Profile (PHP Indonesia, 13 April 2015)
  13. Harga Slideshow (PHP Indonesia, 6 April 2015)
  14. Harga ERP (PHP Indonesia, 28 Maret 2015)
  15. Harga PPDB (PHP Indonesia, 24 Maret 2015)
  16. Harga Amazon (PHP Indonesia, 19 Maret 2015)
  17. Harga Toko Online (PHP Indonesia, 13 Maret 2015)
  18. Harga Point of Sales (PHP Indonesia, 13 Maret 2015)
  19. Harga Sistem Pakar Medis (PHP Indonesia, 4 Maret 2015)
  20. NonCMS Dihargai Murah? (PHP Indonesia, 17 Februari 2015)
  21. Harga Portal Berita (PHP Indonesia, 13 Februari 2015)
  22. Mereka Merusak Harga Programer (PHP Indonesia, 12 Desember 2014)
  23. Bolehkah Mencuri Copyright CMS? (PHP Indonesia, 30 November 2014)
  24. Harga Website PT/CV (PHP Indonesia, 13 Oktober 2014)
  25. Website Detikcom (PHP Indonesia, 24 September 2014)

Catatan Penting

Dari ucapan-ucapan teman lama saya ini, saya mencatat beberapa pesan. Hanya dimengerti oleh kami berdua.

  • Programer juga butuh kopi, makan, minum, listrik, transportasi. Gak murah.
  • Realistis.
  • Dulu aku sudah sadar jeleknya pembajakan, sebatas hukumnya. Sekarang aku lebih sadar, karena aku sudah mengalaminya.
  • Klienku semuanya orang yang tidak mau tahu. Mereka mau kualitas, sembari meremehkan, lalu memaksaku menurunkan harga.
  • Kadang gak klien doang yang error, developernya juga. Mereka devel pakai Dreamweaver dll. bajakan. Maunya dibayar tinggi. Error.

Penutup

Yang saya bawakan di tulisan ini adalah fakta kita bersama. Ini realita yang kita mesti mau pedulikan. Ini soal lapangan kerja, Bung. Hal yang sangat serius bagi orang Indonesia. Tidak ada alasan lagi untuk tidak peduli karena telah menjadi aksioma bahwa ujung pembajakan adalah terhinanya harga programer/desainer web di Indonesia. Legalisir pembajakan “demi pendidikan boleh” hanyalah dusta yang diada-adakan. Hendaknya masing-masing dari kita menyadari segera hal ini.

Iklan

12 thoughts on “Menyoal Pembajakan Software

  1. kurangnya hukuman atas pembajakan, “demi pendidikan boleh bajak” , serta kebiasaan orang indonesia menyukai yang namnya gratis dan mudah.
    apalagi hukuman buat mbajak software masing remang2, kurang diterapin atau di sosialisasikan? demi pendidikan boleh bajak. kebenaran atau kesalahan yang di benarkan ? sebenarnya masih banyak pertanyaan mengenai pembajakan software, apalagi smakin bnyak blog ato website penyedia software bajakan yg mana “pembuat” web itu para developer sendiri :’)

  2. Saya baru terjun di jasa pembuatan situs wordpress…
    Dan saya merasakan hal ini…
    Walaupun sekedar template beli di themeforest sekalipun. Kan ada faktor faktor lain untuk membuat website nyaman…

    Kadang nawarnya, bikin sakit hati…

  3. Aduduh telak sekali umpan lambung malam ini, SHARE!!! biar para calon client saya paham :mrgreen: saya sangat setuju kalau pembajakan dengan dalih pembelajaran itu harus dihapuskan!! biar mental
    nya gak kayak gini terus… kasihan anak cucuku nanti kalau jadi programer 🙂

  4. saya tidak begitu paham industri software, tapi melihat harga-harga di proje*ct.co.id saya rasa ada gejala seperti apa yang kang Malsasa bahas dalam tulisan ini: harga software semakin murah dan developer juga tidak dihargai

  5. Emang gimana caranya source code bisa dicuri? Ga pake vps server pribadi gitu?

    Inti masalah: penyedia jasa ga yakin sama kualitas jasa nya, jadi mau dihargain murah. 🙂

  6. “pembajakan untuk pendidikan itu boleh”

    pertama kali denger kalimat ini pas STM, kirain cuma saya aja yang dapet petuah sampah ginian, ternyata banyak juga yang dapet.

    saya nyatakan PEMBAJAKAN UNTUK PENDIDIKAN ITU HARAM!

    gimana ilmunya mau berkah kalau belajar dengan hasil curian?

Mohon jangan gunakan emotikon:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s