Idealis Desktop

Bismillahirrahmanirrahim.

Saya tidak meragukan pengguna GNU/Linux yang memiliki komitmen kuat dengan server. Namun saya jarang menemukan pengguna GNU/Linux yang komitmen benar dengan desktop. Komitmen di sini adalah memiliki ideal dan konsisten dengan desktop. Bukti komitmen itu di antaranya menggunakan aplikasi desktop GNU/Linux dengan maksimal (mis. LibreOffice), mengembangkan aplikasi desktop untuk GNU/Linux, memrogram aplikasi desktop, menyosialisasikan desktop, mempresentasikan desktop, peduli desktop, berjiwa desktop, dan menjaga pengguna GNU/Linux desktop.

Ahli OpenStack, ahli Zimbra, ahli OpenVZ, ahli MySQL, sysadmin server, ahli security assessment, Android, PHP & Laravel, orang-orangnya sungguh banyak, dan semua itu saya akui. Namun di manakah ahli LibreOffice? Ahli GIMP yang benar-benar terbukti, ahli Qt programming yang memproduksi aplikasi desktop GNU/Linux, ahli GTK yang memproduksi aplikasi GTK untuk GNU/Linux, ahli KDE yang menerangkan KDE, ahli GNOME yang menerangkan GNOME, ahli XFCE yang menerangkan XFCE? Di mana Scribus? Di mana window manager? Jawabannya adalah tidak kasatmata. Kenapa? Mungkin jawaban paling ringkasnya karena tidak adanya orang-orang idealis desktop.

Jawaban dari pertanyaan “kenapa GNU/Linux tidak laku di desktop” mungkin bukan karena platform GNU/Linux secara internal kurang fitur. Mungkin bukan itu. Namun saya usul jawaban yang lebih tepat karena tidak adanya orang-orang idealis desktop. Orang-orang yang benar-benar dedicated untuk desktop. Orang yang paling tahu persoalan pengguna desktop, paling sering hidup bersama desktop, paling mengerti kebutuhan pengguna desktop, paling mengerti budaya-budaya desktop, orang yang berjiwa desktop (bukan server, bukan mobile), adalah orang yang paling mengerti jalan di pedesaannya sendiri, yaitu idealis desktop. Orang yang tidak hidup di suatu desa tidak lebih mengerti dari orang yang memang lahir dan hidup di desa itu.

Kalau Anda mau lihat orang idealis desktop di GNU/Linux, coba lihat pada lingkup yang Anda mungkin tidak kenal. Yaitu para pengguna Blender yang menggunakan GNU/Linux (tidak termasuk yang pakai Windows/Mac OS X). Blender adalah FOSS desktop paling sukses. Dilihat dari dukungan masyarakat proprietary terhadapnya, dilihat dari produk yang dihasilkan dengannya, dilihat dari tutorial-tutorial yang dibuat untuknya, dan dilihat dari seberapa idealis orang-orang yang menggunakannya. Satu contoh lagi, lihat juga komunitas desktop modding. Cari orang yang konsisten dengan teknik desktop modding-nya. Itu idealis desktop. Jangan lihat idealis desktop pada orang yang presentasi GNU/Linux, mengajak memakai Free Software, tapi pakai Microsoft Office di Windows. Jika serius mau GNU/Linux digunakan merata di Indonesia, orang idealis desktop itu harus benar-benar ada. Di setiap sisinya, apakah desain 3D seperti Blender, tampilan desktop, atau ketik-mengetik seperti LibreOffice. Bukan hanya khayalan, bukan hanya sebuah sandiwara.

Kembali pada produksi. Kembali pada mastery. Dedikasi untuk desktop GNU/Linux dibutuhkan, karena pengguna desktop membutuhkannya. Mari belajar aplikasi-aplikasi desktop GNU/Linux. Mari memrogram aplikasi desktop, atau setidaknya ajarkan caranya. Desktop dilawan dengan desktop. Server dilawan server. Mobile dilawan mobile. Jangan banggakan yang tidak ada. Jangan berhenti berdedikasi.

Iklan

Dilarang menggunakan emotikon

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s