Apakah Anda Ingin Migrasi ke GNU/Linux? (Versi Ringkas)

Bismillahirrahmanirrahim.

Tulisan ini dibuat sebagai versi pendek dari tulisan Migrasi GNU/Linux sebelumnya.

1. Masalah Umum

Berikut ini adalah masalah-masalah sangat besar yang sesungguhnya palsu (pseudoproblems); yang berasal dari proprietary software, bukan dari free software. Penjelasan letak masalahnya disebutkan di bagian setelahnya.

  • Setelah migrasi, pengguna GNU/Linux tidak bisa bertukar dokumen offices dengan masyarakat pengguna Windows atau OS X.
  • Setelah migrasi, pengguna GNU/Linux tidak bisa bertukar dokumen Adobe Photoshop dengan masyarakat pengguna Windows atau OS X.
  • Setelah migrasi, pengguna GNU/Linux tidak bisa bertukar dokumen CorelDRAW dengan masyarakat pengguna Windows atau OS X.
  • Setelah migrasi, pengguna GNU/Linux tidak bisa memutar berkas audio/video semacam mp3/mp4 dan tidak bisa berbagi dengan masyarakat.
  • Setelah migrasi, pengguna GNU/Linux tidak bisa membuka berkas arsip RAR dan tidak bisa berbagi dengan masyarakat.
  • Setelah migrasi, pengguna GNU/Linux tidak bisa membuka dokumen desain 3D AutoCAD dan 3D Studio Max dan tidak bisa berbagi dengan masyarakat.

2. Dugaan Palsu

Dugaan dan bahkan tuduhan yang sering dialamatkan orang awam kepada GNU/Linux umumnya sederhana sekali seperti berikut:

  • GNU/Linux itu tidak kompatibel dengan masyarakat.
  • GNU/Linux itu kurang fitur.
  • GNU/Linux itu kurang mendukung.
  • GNU/Linux itu, para developernya, kurang ahli.
  • GNU/Linux desktop itu mendiskriminasi banyak pengguna.

3. Sumber Masalah

Sumber masalahnya bukan dari free software, juga bukan dari GNU/Linux. Sumber masalah itu adalah seperti yang disebutkan oleh FSF sejak puluhan tahun lalu

…bahwa proprietary software adalah masalah sosial, dan free software adalah solusinya…

…bahwa penggunaan proprietary software adalah antisosial…

…bahwa proprietary software itu menghalangi kerja sama dan komunitas…

Suka tidak suka, demikianlah kenyataan yang sesungguhnya terjadi dan baru tampak ketika orang bermigrasi. Hanya saja, orang terbiasa memandang antara software & hardware semata (mis. langsung menuduh software ini itu jelek), tidak mengerti bahwa di tengahnya ada yang namanya standard. Yang mendiskriminasi Anda adalah proprietary software dan standard darinya. GNU/Linux dan free software tidak mendiskriminasi/menyulitkan, justru merekalah pihak yang menciptakan standar-standar bebas terbuka. Standar-standar yang proprietary, tertutup, dan terlingkupi paten telah membentuk masyarakat yang sifatnya menjebak, monopoli, dan seperti kata FSF: “antisosial”. Inilah sesungguhnya letak kesulitan migrasi GNU/Linux.

Kenyataan GNU/Linux

  • Mengapa pengguna GNU/Linux mengalami kesulitan dokumen offices? Karena standard untuk dokumen dari vendor proprietary telah mengendalikan masyarakat sampai ke sisi sosial (dan jeleknya, seringkali tidak disadari). Pengguna GNU/Linux punya standard yang bebas dan terbuka, bebas dari paten, berlaku untuk segala OS dan software, tidak dikendalikan vendor, yang dinamakan OpenDocument Format.
  • Mengapa pengguna GNU/Linux mengalami kesulitan dokumen Adobe Photoshop? Karena standard dokumen tersebut telah mengendalikan masyarakat secara sosial (format PSD hanya sempurna dibuka di Photosop); sedangkan Photoshop sendiri proprietary software (lawan dari free software).
  • Mengapa pengguna GNU/Linux mengalami kesulitan dokumen CorelDRAW? Sama dengan Photoshop.
  • Mengapa pengguna GNU/Linux mengalami kesulitan berkas mp3/mp4 dan format berpaten-tertutup lain semacamnya? Karena standard mp3 maupun mp4, ditambah aac maupun flv, itu standar yang terlingkupi paten dan tertutup. Pengguna GNU/Linux punya standar yang bebas terbuka untuk menggantikan mereka semua, yang berlaku untuk software dan OS apa pun, seperti ogg/ogv, seperti flac/webm; dengan kualitas audio/video yang sama atau lebih baik.
  • Mengapa pengguna GNU/Linux mengalami kesulitan berkas RAR? Karena standard dari dokumen ini proprietary.
  • Mengapa pengguna GNU/Linux mengalami kesulitan berkas AutoCAD? Karena standard DWG milik Autodesk AutoCAD adalah standar format proprietary. Lagipula, AutoCAD itu sendiri proprietary software.

Bagaimana Solusinya?

Berikut ini saya bawakan kenyataan lain yang merupakan solusi yang telah dipikirkan dan digeluti dalam waktu yang lama oleh FSF dan organisasi free software lainnya:

  • Ganti standar-standar format Anda, baik secara individual atau sosial.
  • Bentuk masyarakat sosial yang menghargai kebebasan software.
  • Bentuk masyarakat sosial yang sadar pentingnya standards bebas terbuka; masyarakat yang mau menggantikan standards yang monopoli menjebak, dengan standards yang bebas terbuka.
  • Edukasi adalah jalan satu-satunya untuk semua poin di atas.
  • Apabila Anda tidak sanggup melakukan itu secara total, cukup sadari bahwa itulah kenyataannya dan berusahalah migrasi mulai dari yang paling mungkin dahulu (skala prioritas).
Iklan

2 thoughts on “Apakah Anda Ingin Migrasi ke GNU/Linux? (Versi Ringkas)

  1. Kultur teknologinya dari awal kenal IT udah megang proprietary software, jadi udah lumayan mengakar mas.. misal sejak SD udah kenal proprietary software, baru masa2 SMK atau kuliah baru kenal free software jadi agak repot buat ngejelasin hal2 semacam ini hehe…

    • Betul, tidak saya ingkari itu. Yang saya tuliskan adalah kesadaran di bidang software freedom, karena gerakan open source (saya adalah bagian darinya, sebelum 2016) itu selalu menghindari penjelasan software freedom. Itu justru menambah kesulitan sosialisasi sekian derajat, karena calon pengguna tidak mengerti alasan sesungguhnya di balik free software.

      Salah satu kesadaran di bidang software freedom adalah free/open standards, seperti OGG dan kampanye PlayOGG! (ini dari FSF juga).

      Di luar negeri sana, di US pun (ada Stallman dan Knuth di sana padahal) sama saja orang-orang juga kenalnya proprietary software duluan dan kebanyakannya begitu. Namun poin free software movement adalah education, yang berkualitas dan terus menerus, contoh kecilnya adanya tulisan macam ini.

      Tanpa menyadari poin “standard”, sulit orang menyadarkan orang lain. Tidak ada kata “repot”, karena titik berat free software movement adalah education. Bukan pada jumlah pengguna.

Dilarang menggunakan emotikon

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s