Menyoal Kasus Ransomware 2016 di Windows

Bismillahirrahmanirrahim.

Saya menulis esai ini akibat 3 hari ini saya terus menerus melihat pertanyaan di forum-forum dari penanya yang berbeda mengenai ransomware, apakah itu Cerber3 atau Zepto, yang semuanya terjadi di Windows. Bagi Anda pengguna Windows, waspadalah darinya dan dari proprietary software lainnya. Ransomware adalah salah satu program perusak dari kategori malware, mirip seperti virus, tetapi kerjanya menyandera data-data pengguna komputer dan meminta tebusan uang. Data yang disandera itu dienkripsi dan tidak bisa dibuka selama-lamanya kecuali korban membayar uang kepada vendor dari ransomware tersebut. Maraknya kasus ransomware ini ternyata terjadi tidak hanya di Indonesia, tetapi secara internasional, bahkan dilansir di beberapa situs sebagai “tren” kasus tahun 2016. Kasus ransomware adalah kriminalitas, pelakunya adalah kriminil, dan korbannya tidak diragukan lagi merugi besar karenanya. Namun yang mau saya soroti di sini adalah ransomware itu sendiri dan hubungannya dengan free software. (Ade Malsasa Akbar, teknoloid@gmail.com)

Sifat Ransomware

Apa itu ransomware? Apa itu malware*, virus, trojan horse, worm, sasser, dan istilah semisal dengannya? Ransomware adalah proprietary software, dan termasuk golongan freeware** karena ia berharga gratis. Ransomware betul-betul mewakili sifat proprietary software yang sesungguhnya yakni

  • bahwa proprietary software membuat vendor mengendalikan pengguna
  • bahwa proprietary software berarti software mengendalikan pengguna, bukan pengguna mengendalikan software
  • bahwa proprietary software menghilangkan kebebasan pengguna
  • bahwa proprietary software itu tidak beretika (istilahnya FSF: “unethical“)
  • bahwa proprietary software itu antisosial
  • bahwa proprietary software itu masalah sosial

*) Virus, trojan horse, sasser, worm, dan yang sekelompok dengan mereka di dalam bangsa malware, semua itu adalah proprietary software. Sama dengan ransomware.

**) Freeware adalah penamaan yang ambigu yang lebih pantas diganti dengan gratisware saja.

Benarkah Sifatnya Seperti Itu?

Apabila Anda bertanya, silakan perhatikan jawaban saya ini:

  • vendor mengendalikan pengguna? Faktanya: ransomware memampukan pembuat ransomware untuk mengunci data pengguna yang tidak bisa diakses selama-lamanya, kecuali pengguna menyerah kepada si vendor. Ini adalah pemerasan oleh vendor.
  • vendor mengendalikan pengguna? Faktanya: ransomware masuk ke sistem komputer Anda tanpa izin dari Anda. Itu sudah bukti tak terbantahkan bahwa vendor mengendalikan pengguna. Ini perbuatan melanggar privasi orang lain.
  • software mengendalikan pengguna? Faktanya: ransomware mengenkripsi data pengguna, atau memberikan kunci secara “demo” untuk beberapa berkas, selebihnya pengguna harus menyerah kepada vendor ransomware dengan membayar uang. Ini adalah pemerasan dari software.
  • ransomware menghilangkan kebebasan pengguna? Faktanya: ransomware membuat Anda tidak bisa mengakses data Anda lagi untuk selama-lamanya (kecuali Anda membayar uang tebusan). Ini penjajahan.
  • ransomware tidak beretika (unethical)? Faktanya: ransomware berbuat kejahatan kriminal terhadap Anda. Ini unethical berat.
  • ransomware antisosial? Faktanya: ransomware menyerang langsung privasi dan kebebasan pengguna, memutuskan hubungan sosial secara kriminal antara vendor dan pengguna (antara si pembuat ransomware dan pengguna komputer). Pada derajat tertentu, ransomware yang “menular” dari satu komputer ke komputer lain mengakibatkan putusnya hubungan sosial antara penggunanya. Ini antisosial.
  • ransomware masalah sosial? Faktanya: ransomware menyandera data-data dari jumlah pengguna yang sangat besar, tidak hanya di Indonesia tetapi di luar negeri juga, sesama pengguna Windows. Data yang tersandera banyak yang dibutuhkan oleh banyak orang, dan ketika penyanderaan, artinya banyak orang pula ikut tersandera karena data. Ini masalah sosial yang sangat besar.

Benarkah Ransomware Itu Proprietary Software?

Benar. Dan detailnya mudah sekali dipahami sebagai berikut:

  • Apakah ransomware membuat vendor mengendalikan pengguna? Ya. Maka dia proprietary software. Ini sifat paling mendasar dari suatu proprietary software.
  • Apakah ransomware merampas kebebasan pengguna? Ya. Maka dia proprietary software.
  • Apakah ransomware melanggar privasi pengguna? Ya. Maka dia proprietary software.
  • Apakah ransomware tidak memberikan kebebasan modifikasi software dan source code? Ya, ransomware tidak memberikan keduanya. Maka dia proprietary software.
  • Apakah ransomware tidak menghargai kebebasan pengguna? Ya. Maka dia proprietary software.

Apa Bedanya Ransomware dengan Free Software?

Beda dan terbalik. Berikut ini ciri-ciri yang dapat Anda pelajari:

  • Ransomware tidak menghargai kebebasan penggunanya (istilah FSF: does not respect its user’s freedom). Apabila dia free software, semestinya dia menghargai kebebasan penggunanya. Namun dia tidak menghargai kebebasan penggunanya. Maka dia bukan free software.
  • Ransomware gagal dalam poin freedom 0, yakni freedom untuk menjalankan software untuk tujuan apa pun. Ransomware tidak memberi kebebasan pengguna untuk tidak menjalankannya, maka dia bukan free software.
  • Ransomware tidak memberikan kebebasan modifikasi dan source code-nya. Maka dia bukan free software.
  • Ransomware tidak memberikan lisensi apa pun, juga tidak menyatakan diri sebagai Public Domain, maka otomatis dia terlindungi copyright yang dipegang oleh vendornya. Sementara software yang terlindungi copyright secara mutlak itu otomatis jatuh pada proprietary software, bukan free software.

Apakah Tidak Ada Free Software yang Ransomware?

Free software disebut free software karena menghargai kebebasan penggunanya. Ransomware (proprietary software) sudah gagal di poin paling fundamental ini. Tambahan detailnya seperti berikut:

  • Apabila software menghargai kebebasan pengguna, maka pertama-tama dia pasti tidak melanggar privasi (mis. tidak bisa masuk tanpa izin) berbeda dari ransomware.
  • Selanjutnya, dia pasti patuh kepada pengguna, karena pengguna punya kebebasan untuk mengubah software (source code adalah buktinya).
  • Apabila suatu ransomware itu memberi kebebasan pengguna untuk mengubahnya, maka vendornya tidak bisa menyandera data pengguna. Oleh karena itu ransomware tidak mungkin free software, dan pastilah ransomware itu proprietary software.
  • Free software itu aman karena sifat menghargai kebebasan pengguna ini, dan proprietary software itu (seperti ransomware) tidak pernah aman karena ia tidak pernah bisa aman dari satu hal: dari vendornya.
  • Lingkungan yang aman adalah lingkungan free software, seperti misalnya sistem operasi GNU/Linux atau BSD. Seperti misalnya program Mozilla Firefox atau Telegram. Pengguna free software selalu aman terhadap vendornya (yakni vendor tidak bisa mengendalikan pengguna), terbalik dengan proprietary software (contoh: ransomware).

Apa Sifat Alamiah Proprietary Software?

Proprietary software punya sifat alamiah lain yang kita jarang menemukannya disebut orang. Sifat alamiah itu adalah proprietary software akan menarik pengguna kepada proprietary software lainnya. Uji saja:

  • Windows itu proprietary software.
  • Ransomware itu proprietary software.
  • Antivirus yang mampu menghapus ransomware-nya itu juga proprietary software.
  • Antivirus lain yang mampu mendekripsi data-nya (apabila mungkin) itu juga proprietary software.
  • Apabila pengguna berhasil selamat dari ransomware, di masa depan ransomware bisa kembali lagi dan pengguna kembali ke poin satu.

Apa Solusi Kasus Ransomware?

Solusi atas kasus ini tunggal. Yakni sama persis dengan gambaran FSF: proprietary software adalah masalah sosial dan free software adalah solusinya. Solusinya adalah beralih dari lingkungan yang proprietary software kepada lingkungan yang free software. Hal ini digambarkan dalam 3 aspek: hardware-nya, software-nya, dan standard-nya. Gambarannya adalah migrasi kepada GNU/Linux dan kepada free software secara total. Ini adalah solusi yang paling bersih, dan bila dijalankan masalah itu hilang secara total.

Solusi selain itu apakah tidak ada? Jawabannya ada, tetapi dengan itu Anda membuktikan kebenaran sifat alamiah proprietary software di atas: proprietary software akan menarik pengguna kepada proprietary software lainnya. Jawaban itu adalah cobalah mencari program buatan pihak ketiga yang Anda yakini aman yang diklaim mampu mendekripsi data-data. Apabila data-data Anda berhasil dikembalikan, dan Anda ingin bebas dari sifat alamiah proprietary software di atas, maka setelah data berhasil diselamatkan beralihlah ke lingkungan free software. Jadikan diri Anda yang mengendalikan komputasi Anda sendiri, bukan vendor.

Solusi lainnya apa tidak ada? Jawabannya ada, seperti format total seluruh HDD Anda dan instal ulang sistem operasi Anda dan kemudian gunakan free software di dalamnya. Namun apabila yang Anda instal itu sistem operasi proprietary, maka di situ terbukti lagi sifat alamiah proprietary software di atas.

Iklan

4 thoughts on “Menyoal Kasus Ransomware 2016 di Windows

Komentar ditutup.