Pertama Kali Menginstal openSUSE

Bismillahirrahmanirrahim.

Untuk pertama kalinya hari ini 27 September 2016 saya menginstal openSUSE. openSUSE ini adalah salah satu distribusi GNU/Linux independen yang tidak pernah saya coba sejak awal saya mengenal GNU/Linux. Versi yang saya instal adalah openSUSE Leap 42.1 64 bit. Instalasi memakan waktu sekitar 30 menit lebih di laptop ASUS X44C saya. Dan hasilnya memuaskan. Saya memperoleh sistem operasi desktop yang out-of-the-box sekaligus just-work terhadap laptop saya ini. WLAN dan VGA dikenali dengan sempurna (saya mengetik ini melalui sambungan peranggitan internet di openSUSE).

Tugas Pertama

Sebagai tugas pertama saya setiap mengenal distribusi GNU/Linux independen yang baru, saya langsung mempelajari sistem manajemen paketnya. Dalam hal ini yang pertama muncul di benak saya adalah saya harus tahu skema repositori openSUSE, lalu saya harus tahu zypper.

Skema Repositori

Untuk skema repositori openSUSE, saya menemukan informasi yang saya inginkan di https://en.opensuse.org/Package_repositories. Informasi ini masih dipertegas lagi oleh laman https://en.opensuse.org/YaST_Software_Repositories. Dari laman tersebut saya ketahui, skema repositori openSUSE itu terbagi menjadi 4 golongan: oss, non-oss, update oss, update non-oss. Angka 4 di sini bukan pembatasan, karena masih ada 3 golongan repositori berikutnya untuk pengguna mahir yakni src-oss, src non-oss, dan debug. Semua repositori tersebut didukung secara resmi oleh Tim openSUSE serta mewakili bentuk binary dan source code secara berurutan. Catatan: dengan demikian sebetulnya secara global repositori resmi openSUSE terbagi 2: antara free software dan proprietary software.

snapshot20

Konfigurasi Repositori

Untuk setelan repositori openSUSE di dalam tubuh sistem, saya menemukan berkas-berkas konfigurasinya di dalam direktori /etc/zypp/repos.d/ dengan nama-nama berkasnya sesuai dengan nama-nama golongan repositori resminya:

  • repo-oss.repo
  • repo-non-oss.repo
  • repo-update.repo
  • repo-update-non-oss.repo
  • repo-source.repo
  • repo-debug.repo
  • repo-debug-update.repo
  • repo-debug-non-oss.repo
  • repo-debug-update-non-oss.repo

snapshot24

Zypper

Saya tidak pernah menggunakan zypper sebelumnya. Pengalaman saya terbatas pada apt semata. Adapun yum dan dnf saja saya baru mencobanya pada 2016 ini. Jadi “petualangan” zypper saya dimulai hari ini. Saya menemukan referensi resmi dari https://en.opensuse.org/SDB:Zypper_usage yang sangat bagus. Termasuk di situ terdapat dokumen cheatsheet pula. Adapun referensi lain yang sifatnya kumpulan misalnya https://en.opensuse.org/Portal:Zypper dan https://en.opensuse.org/Package_management.

snapshot23

Perbuatan pertama sana dengan zypper di openSUSE adalah perintah sudo zypper refresh yang sama dengan sudo apt-get update di Ubuntu. Tugas perintah ini adalah mengambil daftar isi dari repositori yang sudah tersetel di dalam berkas-berkas konfigurasi /etc/zypp/repos.d/. Dan pada percobaan pertama saya ini, perintah ini gagal apakah saya lakukan melalui sudo atau sebagai root sekalipun. Kendati demikian, saya masih berhasil mengambil daftar isi dengan YaST.

YaST

Power UNIX adalah pipeline, power openSUSE adalah YaST. Begitu kira-kira gambaran singkat dari pemula seperti saya. Yet Another Setup Tool (YaST) adalah program panel kendali all-in-one kelas mahir yang sangat memudahkan pengguna mengatur segala aspek dari sistem operasi openSUSE. Saya tidak pernah menggunakan YaST, karena biasanya saya menggunakan Synaptic atau KDE System Settings saja di selain openSUSE (sedangkan YaST di openSUSE bagai gabungan keduanya), karena itu saya mencoba pula YaST di sini.

snapshot21

Lain-Lain

Hal yang terpenting adalah sistem manajemen paket. Adapun hal lainnya cuma sampingan kecil. Di antaranya saya melakukan setelan untuk penayangan fonta KDE (RGB, Slight), mengambil banyak skrinsot, membuat panel baru di desktop dengan download/upload monitor di dalamnya, dan mem-bookmark sejumlah pranala penting dari GNU.org seperti biasanya.

snapshot18

Iklan

13 thoughts on “Pertama Kali Menginstal openSUSE

  1. Sebulan terakhir berusaha istiqomah menggunakan opensuse. Terasa mudah menggunakannya, cuma masih bermasalah dengan mp3, tepatnya nggak bisa dengarkan lagi lewat audacious.
    Beberapa perintah di CLI juga mesti dijalankan lewat sudo, seperti traceroute dkk. Padahal di distro lain biasanya user tingkat biasa bisa dilakukan. Entah ada settingan grup yang salah hehe

  2. Bismillah..
    Pengalaman saya Install OpenSuse Leap 42.1 di Notebook saya Lenovo G-40-30 berakhir kurang bahagia dan kembali lagi menggunakan Xubuntu 16.04 LTS. Hal tersebut disebabkan tampilan GUI pecah-pecah seperti ada gangguan di driver VGA. Karena watak jelek saya yang gak mau ambil pusing lama-lama, akhirnya saya putuskan kembali menggunakan Xubuntu 16.04 LTS..

Dilarang menggunakan emotikon

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s