Memperkuat Sumber Daya Manusia di Bidang GNU/Linux Desktop

Bismillahirrahmanirrahim.

Di dalam sosialisasi GNU/Linux di mana saja, hal yang sering kurang (walau seringnya tidak disadari) adalah sumber daya manusia di bidang desktop. Saya tidak bicara bidang server, yang tidak pernah menjadi bidang saya, yang mereka telah menang dalam permainan mereka sendiri. Penguasaan salah satu perangkat lunak desktop perlu penyempurnaan di kalangan komunitas free software di Indonesia. Ya, dimulai dari pertanyaan sederhana: perangkat lunak desktop apa yang paling Anda kuasai saat ini di GNU/Linux? Apabila jawabannya adalah semacam web browser (Mozilla Firefox) atau justru tidak sama sekali, maka benarlah, penguasaan salah satu perangkat lunak desktop di GNU/Linux itu harus kita rintis sekarang juga. Tulisan ini hanya berbicara pada batasan perangkat lunak desktop yang berantarmuka grafis yang semisal Gedit (bukan semisal Vim).

Mengapa Perlu Penguasaan Desktop?

Sederhana sekali, karena migrasi GNU/Linux berarti migrasi desktop ke desktop. Memigrasikan suatu pihak ke GNU/Linux dan free software tanpa penguasaan desktop, adalah kekurangan tersendiri, yang pada satu titik akan membuat imigran kembali ke ranah asalnya. Berkomunitas adalah menolong orang lain. Menolong orang lain (memigrasikan termasuk menolong) di bidang desktop butuh penguasaan desktop pula. Ini pembahasan yang bersifat teknikal yang perlu pemikiran serius.

Apa Saja Bidang Desktop?

Terlalu banyak, saking banyaknya, sebagian orang lebih mudah mengatakan “GNU/Linux stabil dipakai sebagai server” karena dia tidak menguasai GNU/Linux untuk desktop (bisa ditebak, mungkin di desktop dia pakai Windows). Namun lingkaran-lingkaran besarnya bisa ditulis sebagai berikut:

  1. Hardware, yakni mencakup driver. Misalnya, kemampuan menginstal dan mengonfigurasi driver printer.
  2. Office suite, yakni program pengolah dokumen perkantoran. Contoh paling nyata, penguasaan LibreOffice.
  3. Desktop environment, yakni antarmuka tampilan grafis dari sistem GNU/Linux. Contoh paling nyata, penguasaan Unity untuk Ubuntu atau penguasaan KDE untuk Kubuntu.
  4. Sistem manajemen paket, yakni metode instal/hapus software di sistem GNU/Linux. Contoh paling nyata, penguasaan metode instalasi offline untuk sistem operasi desktop.
  5. Image editing, yakni program pengolah gambar. Contoh paling nyata, penguasaan GIMP atau penguasaan Inkscape.

Saya sengaja memang tidak menyebut instalasi sistem operasi, karena kecenderungan banyak orang mampu melakukannya, berbeda dari LibreOffice misalnya yang sangat jarang ditemukan orang menguasainya dengan maksimal.

Apa Saja Contohnya?

Di antara contoh free software bidang desktop di GNU/Linux yang layak untuk dikuasai secara fokus (nantinya dipropagasikan & diajarkan) adalah:

  1. LibreOffice.
  2. LibreOffice Math.
  3. Desktop environment apa saja (misal: KDE).
  4. Synaptic Package Manager.
  5. Download manager apa saja (misal: Multiget).
  6. Inkscape.
  7. GIMP.
  8. Blender.
  9. KOrganizer.
  10. Thunderbird.
  11. Dia (diagram editor).
  12. Scilab.
  13. KDE Edu.
  14. … masih banyak lainnya.

Kenapa saya mengajukan nama-nama ini? Karena saya meyakini seyakin-yakinnya terdapat potensi teramat besar yang belum terkuak dari mereka, yang sekiranya dikuasai, manfaatnya sangat besar dan cepat menyebar bagi masyarakat.

Saya Sendiri?

Perangkat lunak yang paling intens saya gunakan, yang berinteraksi lebih sering dengan saya secara serius, yang membuahkan hasil yang nyata, yang paling saya kuasai dalam “permainan” saya sendiri, adalah LibreOffice Writer. Saya sudah lupa berapa jumlah artikel tutorial dan buku elektronik yang saya tulis dengan Writer. LibreOffice Writer adalah free software favorit saya sepanjang masa. Peringkat kedua saya adalah Scribus. Saya berinteraksi dengan Scribus, jauh lebih intens dan konsentrasi maksimum dibanding Writer, dan hasilnya sangat saya senangi. Dengan Scribus saya menghasilkan majalah Rootmagz, majalah GNU/Linux berbahasa Indonesia. Saya sengaja tidak menominasikan Inkscape karena kurva bobot konsentrasinya kalah jauh dengan Scribus, walaupun kenyataannya saya lebih sering memakai Inkscape dibanding Scribus (dan walaupun judul blog saya Desain Inkscape bukan Desain Scribus).

Bagaimana dengan Anda?

Bagaimana dengan Anda? Perangkat lunak desktop apa yang telah Anda kuasai? Perangkat lunak desktop apa yang paling sering Anda gunakan setiap hari? Perangkat lunak desktop apa yang menghasilkan hasil yang paling Anda banggakan? Apakah Anda menggunakan free software di GNU/Linux? Siapkah Anda membantu orang lain yang beralih ke GNU/Linux dan free software?

Untuk Apa Penguasaan Desktop?

Untuk menolong orang lain. Berkomunitas adalah menolong. Di bidang server atau networking, sudah banyak sekali orang-orang yang dapat dipercaya penguasaannya dan mereka sungguh tidak diragukan. Keberadaan mereka pun banyak, lebih tampak, bahkan ada kecenderungan mendominasi. Jelas sekali, GNU/Linux adalah UNIX-like, sudah kodratnya dekat dengan server dan networking. Untuk server, jelas komunitas free software kita sangat kaya dengan sumber daya manusia yang andal.

Tapi bagaimana dengan GNU/Linux desktop? Inilah pertanyaan besarnya karena banyak orang yang berpikir untuk desktop jangan gunakan GNU/Linux dan free software (=gunakan proprietary software saja), yang konsekuensi akhirnya, para pengguna GNU/Linux pemula sulit mencari orang yang bisa diandalkan untuk berbagai kebutuhan desktop serius. Bagaimana mungkin orang migrasi ke GNU/Linux dan free software, apabila dia dianjurkan memakai Microsoft Office, dan kita sendiri tidak bisa membantunya dalam LibreOffice? Pertanyaan semacam inilah yang butuh pemikiran serius. Dan jawabannya sudah pasti penguasaan software-software desktop di GNU/Linux itu sangat perlu! Jangan hanya server!

Sampai Kapan Non-Desktop Terus?

Anda ingin bicara Docker? Bicara Kubernetes? Bicara OpenStack? Bicara deploy Ruby di OpenShift? Server dan non-desktop terus-terusan? Benar, Anda bebas melakukannya. Tapi sampai kapan? Kapan pengguna GNU/Linux pemula mendapatkan materi yang diistimewakan secara sengaja untuk desktop, yang datang dari ahli desktop, yang bisa diandalkan (selayaknya Anda yang menguasai bidang server)? Dan bagaimana mungkin itu terjadi, kalau kita sendiri, tidak menguasai salah satu dari free software di desktop GNU/Linux?

Sudahkah Saya Memulai?

Ya, saya memulainya sejak awal blog utama saya (malsasa.wordpress.com) didirikan. Namun sebetulnya bila kita mau jujur, saya sudah memulainya sejak Restava berdiri. Saya mendistribusikan panduan-panduan di bidang GNU/Linux desktop yang murni, saya menulis juga panduan-panduan buatan saya (yang semuanya desktop, tidak ada bidang server), saya membuat dua majalah untuk GNU/Linux desktop (UbuntuBuzz Magazine dan Rootmagz), saya pun menulis di dua situs hanya murni GNU/Linux desktop (UbuntuBuzz dan Linuxku.com). Untuk soal kontribusi, saya berkontribusi ke komunitas internasional di bidang terjemahan L10N yang semuanya desktop (penerjemahan Shutter, Scribus, KDE, GNOME). Saya juga membuat software untuk mendidik orang di bidang desktop yang saya namai Otodidak v1.0. Dan proyek terbesar dalam hidup saya adalah proyek desktop, yaitu Proyek Bengkel Ubuntu (http://bengkelubuntu.org). Ditambah lagi, saya memulai pula panduan dalam bentuk video untuk GNU/Linux desktop di YouTube. Terakhir, saya memberi kuliah online rutin di bidang desktop juga di Cilsy Linux Fiolution melalui jalur jaringan Telegram. Jawabannya ya saya telah memulai.

Apakah Anda Telah Memulai?

Anda pengguna GNU/Linux desktop? Anda pengguna free software untuk desktop? Apakah Anda sudah memulai penguasaan salah satu perangkat lunak desktop, dan mengajarkannya kepada masyarakat? Jika jawabannya belum atau tidak tahu, mulailah dari LibreOffice. Serius. Kuasailah dan ajarkan kepada sebanyak mungkin orang. Jika tidak bisa, pakai LibreOffice untuk menolong orang lain, apakah dengan menulis atau hal lainnya. Mulailah sekarang juga.

Apa yang Bisa Anda Lakukan?

Berkomunitas adalah menolong orang lain. Maka kemampuan pertama yang perlu Anda kembangkan adalah kepekaan bahwa orang lain membutuhkan pertolongan. Masyarakat butuh free software dan butuh orang-orang yang mahir free software, terutama di bidang desktop. Setelah itu, Anda bisa melakukan hal-hal berikut ini untuk memperkuat sumber daya manusia di bidang desktop:

  1. Apa perangkat lunak desktop yang paling sering Anda gunakan setiap hari?
  2. Kuasai perangkat lunak itu sampai Anda lancar dan mahir menggunakannya untuk keperluan sendiri.
  3. Ajarkan penguasaan Anda ini kepada orang lain.
  4. Tulis penguasaan dan pengajaran Anda itu di suatu buku yang bisa diakses semua orang, apakah itu cetak atau non-cetak (termasuk video).
  5. Lakukan secara berkesinambungan dengan terus menjaga kepekaan yang tadi.

Kesimpulannya?

Kita butuh sumber daya manusia yang mahir dan fokus di bidang desktop (bukan server), yang menguasai salah satu perangkat lunak desktop yang free software di GNU/Linux. Untuk memigrasikan orang lain (termasuk, membantu mereka yang sedang migrasi) kita membutuhkan sumber daya tersebut. Dan kita butuh kemahiran itu bagi diri-diri kita sendiri, untuk membiasakan diri menggunakan free software di GNU/Linux. Kita harus mulai serius memikirkan perangkat lunak mana yang harus kita kuasai, untuk kita edukasikan pengetahuan kita itu kepada orang lain.

Iklan

One thought on “Memperkuat Sumber Daya Manusia di Bidang GNU/Linux Desktop

Dilarang menggunakan emotikon

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s