Ketidakberdayaan Pengguna Nonfree Software

Bismillahirrahmanirrahim.

Ade Malsasa Akbar <teknoloid@gmail.com>

FSF tidak pernah berhenti mengingatkan masyarakat internasional bahwa proprietary software membuat pengguna tidak berdaya. Proprietary software mengikat semua pengguna kepada satu pengembang tunggal tanpa pilihan, oleh karena itu diistilahkan, tidak berdaya (Inggris: helpless). Sementara kegagalan sosialisasi GNU/Linux pada umumnya berputar pada kegagalan komunikasi, disebabkan oleh gagalnya ketidakberdayaan pengguna ini dimengerti oleh masyarakat. Kegagalan pemahaman itu disebabkan utamanya karena pembicaranya sengaja tidak menjelaskan software freedom. Maka untuk menolak kegagalan itu memang perlu ada tulisan yang berani memperlihatkan contoh-contoh ketidakberdayaan pengguna disebabkan oleh proprietary software. Perlu diingat bahwa proprietary software disebut juga nonfree software, bahwa seringnya proprietary software itu adalah malware, dan bahwa semua virus itu adalah proprietary software.

Definisi Nonfree Software

Proprietary software (= nonfree software) adalah setiap software yang mengendalikan penggunanya, dan pengembangnya mengendalikan pengguna melalui software itu, dengan cara mencabut kebebasan pengguna dalam hak USE, STUDY, MODIFY, dan SHARE.

Ketidakberdayaan Pengguna

Nonfree software menimpakan kekuasaan pengembang terhadap pengguna (imposes power over the user), kekuasaan yang mestinya tidak dimiliki siapa pun. Cara mereka memperoleh kekuasaan ini ialah dengan mencabut kebebasan pengguna (yaitu 4 hak USE, STUDY, MODIFY, SHARE) terhadap software; sehingga software-lah yang mengendalikan pengguna dan tidak sebaliknya. Oleh karena kekuasaan inilah pengguna nonfree software tidak berdaya. Jika kondisi sudah seperti ini, maka pengembang nonfree software sangat mudah menganiaya dan mencelakakan pengguna (karena pengguna tidak berdaya).

1. Menolong Diri Sendiri

Nonfree Software mencabut hak semua pengguna untuk menolong diri sendiri.

2. Menolong Orang Lain

Nonfree software mencabut hak semua pengguna untuk menolong orang lain.

3. Source Code

Nonfree software mencabut hak semua pengguna untuk mengakses source code dari software. Source code adalah wujud asli software, bukanlah software jika bukan source code, dan source code adalah kunci kendali pengguna terhadap software. Jika source code diblokir oleh pengembang, maka secara totalitas pengembanglah yang mengendalikan pengguna, sementara pengguna tidak diberi hak mengendalikan software di komputernya sendiri. Inilah ketidakberdayaan. Maka dengan mencabut source code, pengembang sengaja membuat para pengguna tidak berdaya.

4. Harga

Nonfree software mencabut hak semua pengguna untuk menjual software dan sebaliknya mendistribusikan gratis software yang sama kepada orang lain. Jika nonfree software dilepas resmi secara gratis, maka di tangan para pengguna ia harus tetap gratis selama-lamanya, pengguna hilang hak untuk menjual software itu. Jika nonfree software dilepas resmi secara berbayar, maka di tangan para pengguna ia harus tetap berbayar selama-lamanya, pengguna hilang hak untuk mendistribusikan gratis software itu. Maka dengan membuat software sebagai nonfree, pengembang mencabut hak pengguna untuk menjual & mendistribusikan bebas, maka mereka membuat pengguna tidak berdaya.

5. Keamanan

Nonfree software mencabut hak semua pengguna untuk mempelajari celah, memperbaiki celah, dan memublikasikan perbaikan keamanan dari sebuah software kepada orang lain. Sebaliknya sama, bagi pengguna awam, nonfree software mencabut hak semua pengguna untuk menerima perbaikan celah dari orang lain. Maka ketika suatu nonfree software bermasalah keamanan, semua pengguna tidak bisa menolak kejelekan itu, tidak bisa memperbaiki celah software di komputer mereka sendiri, tidak bisa secara individual, dan tidak bisa secara sosial. Ini karena source code sudah diblokir oleh pengembang sejak semula. Maka dalam soal keamanan pengembang membuat pengguna tidak berdaya.

6. Privasi

Nonfree software mencabut hak semua pengguna untuk mengetahui, mempelajari, memeriksa kejahatan privasi terhadap pengguna; juga mencabut hak semua pengguna untuk menghentikan dan memperbaiki celah privasi tersebut. Sebaliknya juga sama, bagi pengguna awam, nonfree software mencabut hak semua pengguna untuk menerima perbaikan dari orang lain. Maka ketika suatu nonfree software terbukti melanggar dan mencelakakan privasi pengguna, semua pengguna tidak bisa menolak penindasan itu, tidak bisa memperbaikinya, tidak bisa secara individual, dan tidak bisa secara sosial. Maka dalam soal privasi pengembang membuat penggunanya tidak berdaya.

7. Perusakan

Salah satu subgolongan dari nonfree software adalah malware. Ini termasuk virus, trojan, worm, jail, drm, ransomware, spyware, adware, dan software yang eksplisit mencabut kebebasan pengguna lainnya. Singkatnya, virus itu nonfree software juga. Jangan kira nonfree software hanya berputar pada Windows dan Office saja karena pengertian nonfree software ialah segala software yang mengendalikan penggunanya dan pengembang mengendalikan pengguna melaluinya. Virus ialah contoh paling jelas bahwa pengembangnya sengaja membuat pengguna tidak berdaya. Itulah nonfree software. Virus & malware lebih terang-terangan dalam mencelakakan pengguna dan lebih cepat terasa kerugiannya. Sifat ketidakberdayaan pengguna tetap tidak berubah di situ, yaitu pengguna tidak bisa menolak kejelekannya, tidak bisa menghilangkannya, tidak bisa memperbaikinya secara individu dan sosial, dan lebih parahnya lagi antivirus untuknya pun sama-sama nonfree software. Semua tipe malware tidak pernah memberikan source code-nya kepada pengguna, karena itu pengguna tidak berdaya dan tercelakakan, contoh terbaiknya ialah ransomware.

8. Pecah Belah Sosial

Nonfree software pada umumnya (kecuali sebangsa virus) memberikan teks lisensi untuk disetujui pengguna. Semua lisensi nonfree software dari mana pun itu pasti menyuruh pengguna berjanji “saya berjanji tidak akan membantu orang lain semuanya untuk tujuan apa pun dan selama-lamanya”. Akibat dipakainya nonfree software adalah pecah belah sosial, satu warga dengan warga lain saling menolak gotong royong, karena hak pengguna bergotong royong telah diblokir sejak awal. Nonfree software yang penindasannya eksplisit sebangsa virus, tidak memberi lisensi, tetapi langsung mencelakakan dan menzalimi pengguna tanpa topeng tampilan indah atau fitur lengkap. Ini lebih jelas lagi memecah belah sosial karena pengguna bisa mencelakai pengguna lain tanpa sengaja, karena mereka sudah dicelakakan sengaja oleh pengembang virusnya.

9. Menyalahkan Orang Tak Bersalah

Nonfree software karena sudah membuat penggunanya tidak berdaya, maka akan membuat penggunanya menyalahkan orang lain yang tidak bersalah. Ini bagian dari pecah belah sosial tetapi sangat perlu disebut terpisah. Contoh paling dikenalnya ialah masalah Microsoft Office, mereka yang butuh fiturnya tapi menolak lisensinya, cenderung menyalahkan free software seperti LibreOffice atau para aktivisnya, padahal yang mestinya disalahkan Microsoft Office kenapa dia nonfree. Contoh lainnya ialah pengguna nonfree software karena tidak berdaya, akan menyalahkan aktivis free software yang mengingatkan bahaya nonfree software, karena mereka bingung mau menyalahkan siapa. Seandainya nonfree software itu semuanya berubah jadi free software, maka masalah ini semua selesai; tetapi karena itu tidak terjadi, pengguna yang sudah tak berdaya justru salah tuding mempersalahkan para aktivis & pengembang free software.

10. Pemaksaan Semena-Mena

Nonfree software karena sudah membuat penggunanya tidak berdaya, maka akan membuat penggunanya memaksa orang lain secara semena-mena sengaja atau tidak sengaja. Contoh terbaiknya ialah masalah Microsoft Office, yang pada praktik lapangan penggunanya cenderung selalu memaksa orang lain memakai produk yang sama, bahkan diwajibkan paksa di tempat tertentu. Buktinya ialah pengguna LibreOffice akan ditolak, atau dimusuhi, atau disuruh menggantinya jadi Microsoft Office. Contoh bagus lainnya ada pada “perantara-nya” bukan pada “software-nya”, yaitu masalah format dokumen (yang memaksa semua orang memakai Microsoft Office) dan masalah program publik (yang memaksa semua orang memakai Windows). Apabila Microsoft Office dan Windows itu free software, maka ini bukan pemaksaan; semua orang bisa memperolehnya dengan bebas (bayar silakan gratis silakan). Namun jeleknya mereka nonfree software; semua orang dipaksa beli atau dipaksa melanggar lisensinya (yang dua-duanya merugikan).

11. Fitnah

Menuduh orang “pembunuh” padahal dia tidak membunuh, adalah fitnah. Sama dengan itu. Menuduh orang “pembajak” padahal dia tidak membunuh orang, adalah fitnah. Arti pembajakan ialah perampokan kapal dengan pembunuhan dan bom. Pengguna nonfree software sejak dahulu sudah didoktrin bahwa semua bentuk gotong royong adalah “pembajakan”, adalah kriminal, dan pelakunya benar-benar dipenjarakan oleh pengembang nonfree software. Titik masalahnya di sini adalah istilah “pembajakan” itu fitnah karena pelaku pelanggaran lisensi walaupun bersalah tetapi mereka tidak membunuh orang lain. Istilah “pembajakan” adalah propaganda untuk mendoktrin masyarakat bahwa “nonfree software itu OK asalkan legal” padahal kenyataannya nonfree software itu CELAKA sama saja legal ataupun ilegal. Istilah yang betul untuk perbuatan melanggar lisensi adalah melanggar lisensi, cukup itu dan tidak berlebih-lebihan. Nonfree software membuat perpecahan sosial dengan fitnah ini. Dan pengguna saling tuding “kamu pembajak” oleh sebab ajaran pengembang nonfree software.

12. Sengaja

Pengembang nonfree software bukan “tidak sengaja” dalam menetapkan kerugian-kerugian di atas kepada pengguna, tetapi sengaja dan mereka sadar melakukannya. Maka posisi pengguna nonfree software bukanlah berada dalam “kecelakaan tak sengaja” tetapi dalam “pencelakaan yang disengaja dan direncanakan”. Lebih jelek lagi, pengguna tertipu oleh fitur nonfree software sehingga mereka terus menerus memakainya. Sering juga pengembang nonfree software sengaja menanam virus atau malware pada produknya sejak dari “pabriknya”, ini hanya bisa terjadi jika pengguna sudah dibuat tidak berdaya (mis. tidak pegang source code), demi memperkuat kekuasaan mereka atas pengguna secara massal. Microsoft, Apple, Adobe, Amazon, pengembang nonfree software lain telah dikenal publik terbukti melakukannya. Ini belum termasuk para pengembang virus & malware yang tidak diketahui namanya yang “lebih akrab” pencelakaannya terhadap pengguna akhir. Mereka semuanya sengaja mengendalikan pengguna. Jika mereka tidak sengaja, kita mungkin berikan toleransi, tetapi karena mereka sengaja dan sadar dan bahkan menolak ketika diingatkan itulah tidak ada toleransi dan kami komunitas free software memperingatkan Anda sekalian dari bahaya nonfree software dan pengembangnya.

Adakah Solusi?

Ini pesan dari kami komunitas free software kepada Anda sekalian. Nonfree software adalah masalah sosial dan free software solusinya. Nonfree software bukan solusi, tetapi masalah, yang harus dihapus dan diselesaikan. Free software adalah solusi untuk keluar dari semua permasalahan yang disengaja oleh nonfree software. Solusi ini terbagi 2, bisa jadi pengembangnya sendiri mengganti lisensi produknya menjadi free software (Anda penggunanya yang menulis surat kepada mereka); bisa jadi Andalah yang migrasi dari produk mereka ke free software yang sudah ada. Solusi yang paling umum dikerjakan dan didukung ialah solusi kedua. Maka silakan pertimbangkan dahulu dan buatlah keputusan memilih free software.

Iklan

2 thoughts on “Ketidakberdayaan Pengguna Nonfree Software

  1. […] Pengguna nonfree software itu ditindas oleh nonfree software. Nonfree software berbayar atau gratis, “ori” atau “non-ori”, semuanya sama-sama merugikan pengguna. Oleh karena itu pengguna berhak tahu hal ini karena mereka sedang dirugikan dan supaya mereka bisa beralih ke free software. Pengguna nonfree software itu layak ditolong, dibantu, diedukasi, dan diberi jalan keluar, karena mereka pun bagian dari masyarakat kita. Pengguna nonfree software jangan dikriminalkan atau dipojokkan layaknya musuh, tetapi ajarilah mereka software freedom. Jangan pengguna nonfree software dipaksa menghormati pengembang yang tidak menghormati pengguna. […]

Mohon jangan gunakan emotikon:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s