Itu Salah Nonfree Software, Bukan Komunitas GNU/Linux

Bismillahirrahmanirrahim.

Ade Malsasa Akbar <teknoloid@gmail.com>

Pernah menyangka jumlah software untuk GNU/Linux “terlalu sedikit“? Pernah menyalahkan komunitas free software karenanya? Sangkaan tersebut salah alamat karena yang salah adalah nonfree software dan pengembangnya, bukan komunitas. Salahkan nonfree software, jangan salahkan komunitas free software. Tulisan ini menjabarkan fakta apa adanya dan berusaha mencegah Anda menyalahkan orang yang tak bersalah. Tulisan ini adalah lanjutan artikel berantai Nonfree Software Merugikan dan Apa Pentingnya Source Code.

1. Kedudukan Pengguna

Bagi komunitas free software, setiap pengguna (semua warga masyarakat) bagaikan tetangga yang berhak dibantu. Jadi komunitas free software menganggap Anda semua sebagai teman, bukan sebagai kriminil. Tidak peduli apa pun OS Anda. Sebaliknya bagi pengedar nonfree software, setiap pengguna adalah kriminil kecuali mereka yang tunduk lisensinya. Pada lingkup ekstrem, pemikiran mereka lebih menyimpang, yaitu anggapan setiap pengguna boleh dicelakakan & dirampok oleh pengembang. Yang memusuhi Anda bukan komunitas free software, tetapi pengedar nonfree software dan produknya.

2. Arahkan Sudut Pandang

Pengguna yang menilai jumlah software untuk GNU/Linux “terlalu sedikit” umumnya tertipu propaganda nonfree software. Yang mereka maksudkan biasanya nonfree software populer seperti Microsoft Office, Adobe Photoshop, CorelDRAW, dan semisalnya kenapa kok tidak tersedia versi GNU/Linux. Lalu mereka menilai “GNU/Linux yang salah, karena terlalu sedikit”. Ini kesalahpahaman. Kita cukup mengedukasi mereka, ajari saja mereka pasti mengerti. Ada 2 sudut pandang yang patut diketahui dua-duanya:

  1. Free software untuk GNU/Linux sangat banyak: silakan cek Direktori FSF, cek Wikipedia List FLOSS Packages, cek Wikipedia List of GNU Packages, List of Free Software Categories, dan seterusnya.
  2. Nonfree software untuk GNU/Linux sangat sedikit, karena mereka nonfree software. Arti dari nonfree software ialah tidak disediakannya bentuk source code setiap software, sehingga tidak ada versi GNU/Linux, karena tidak ada pengguna yang diberi source code-nya.
  3. Kesimpulan: yang sedikit itu nonfree software, bukan free software, dan itu bukan salah GNU/Linux.

Yang salah nonfree software, karena jika mereka rilis source code Microsoft Office ke komunitas, dalam waktu singkat akan tersedia versi siap pakai untuk GNU/Linux. Sama saja Adobe Photoshop, CorelDRAW, mereka yang patut disalahkan karena tidak merilis source code produknya sebagai free.

3. Source Code = Kode Original

Jika selama ini pengedar nonfree software mendoktrin Anda “bedakan ‘ori’ dan ‘non-ori’, gunakan ‘ori’ saja“, sekarang Anda berhak tahu, bahwa semua pengedar nonfree software mencabut hak Anda atas kode original dari produk mereka. Sebut semua nama, apakah itu Microsoft Office, Adobe Photoshop, CorelDRAW, AutoCAD, apa saja, mereka semua tidak memberikan kode originalnya walau Anda membelinya. Kode original ini disebut source code. Software yang Anda pakai itu diciptakan dalam bentuk kode original ini. Tidak ada software tanpa source code. Jika Anda diblokir darinya, saksikanlah, Anda beli software tetapi Anda malah tidak diberi kode originalnya. Anda sedang dizalimi. Itulah nonfree software dan salahkanlah mereka, jangan komunitas free software.

4. Semua Software Bisa Di-Porting ke GNU/Linux

Sesungguhnya semua nonfree software semisal Microsoft Office bisa dibuat versi GNU/Linux-nya, apabila pengembangnya merilis bentuk source code darinya sebagai free software. Maka semua pengguna bisa mengubah source code itu menjadi binary code (eksekutabel) untuk GNU/Linux. Tindakan mengadaptasikan software yang asalnya untuk OS satu ke OS lain ini dinamakan porting. Semua software bisa di-porting apabila source code-nya tersedia. Ini termasuk nonfree software Adobe Photoshop, CorelDRAW, AutoCAD, dan lain-lain.

Namun masalahnya mereka semuanya nonfree software, sengaja dirilis binary code-nya saja untuk Windows, dan pengembangnya menolak memberikan source code ke pengguna. Maka salahkan mereka nonfree software.

5. Salahkan Nonfree Software

Ketika sebagian orang menyangka jumlah software untuk GNU/Linux “sedikit”, ini ilusi, yang mereka kemudian menyalahkan GNU/Linux. Kesalahpahaman ini sebab propaganda nonfree software. Padahal solusinya sangat sederhana: pengedar nonfree software cukup mengubah lisensi produknya jadi free software, maka dalam waktu singkat semua software itu akan tersedia untuk GNU/Linux. Sumber masalahnya mereka pengedar itu menolak secara sengaja dan terus bersikukuh dengan penolakan mereka. Mereka yang menolak masuk, bukan kita yang mengusir. Di sini jelas nonfree software yang salah. Jadi salahkan nonfree software, jangan salahkan komunitas free software.

6. Virus, Salah Nonfree Software

Semua keluarga malware seperti virus, worm, trojan, ransomware, rootkit, adware, spyware, jail, drm, dan sebagainya adalah software dan semuanya nonfree. Virus adalah nonfree software. Motif diciptakannya semua malware & virus adalah pemikiran nonfree software, disebut juga proprietary software, yakni anggapan pengembang berhak mengendalikan mutlak pengguna. Pemikiran ini menciptakan kekuasaan tak terbatas pengembang atas pengguna, yang sangat menggoda pengembang menjatuhkan fitur malapetaka terhadap pengguna. Jika ada virus diciptakan untuk Windows Anda, salahkan nonfree software dan pemikirannya. Sebaliknya juga, jika ada virus diciptakan untuk menyerang GNU/Linux, salahkan nonfree software dan tolaklah mereka, jangan salahkan komunitas free software dan jangan samakan GNU/Linux dengan Windows.

7. Kenapa GNU/Linux Tidak Sama Dengan Windows?

Karena Windows itu nonfree software, yang artinya, semua pengguna dicabut haknya menolong diri sendiri & dicabut haknya menolong orang lain. Sebaliknya, GNU/Linux itu free software, yang artinya, semua pengguna berhak menolong diri sendiri & berhak menolong orang lain. Konsep inilah yang disebut kemerdekaan pengguna (software freedom). Kami menyebut free software “free” karena penggunanya free (bebas, merdeka) bukan karena harga. Dengan kondisi Windows macam itu, maka setiap ada masalah keamanan semua pengguna tidak bisa memperbaiki masalah & tidak bisa memublikasikan perbaikan ke orang lain, sempurnalah Windows sebagai target virus & malware. Windows itu sendiri malware. Jadi sangat berbeda timur dan barat itu.

8. Anda Beli Software, Anda Berhak Dapat Source Code-nya

Ketika Anda beli Windows, semestinya Anda berhak memperoleh source code Windows, entah Anda mau atau tidak, tapi hak itu harus ada. Jika hak itu sengaja dihapus oleh pengembangnya, maka dia menzalimi Anda, mengakibatkan Anda tidak bisa mengubah produk yang sudah Anda beli. Bayangkan Anda beli mobil tetapi dilarang buka kap mesin & dilarang memperbaikinya. Mengubah software termasuk mentransformasikan source code ke binary code untuk sistem operasi lain, ini diistilahkan porting. Ini adalah hak Anda yang seharusnya dimiliki oleh Anda ketika membeli software.

Jika Anda beli Microsoft Office, Adobe Photoshop, CorelDRAW, lalu Anda ganti OS jadi GNU/Linux, lalu program itu tidak berjalan di sana, yang harus Anda salahkan adalah mereka pengembang produk tersebut. Kenapa mereka hanya membikin versi binary code untuk Windows, sementara source code sengaja mereka blokir. Salahkan nonfree software, jangan salahkan GNU/Linux.

9. Solusi

Solusinya tidak berubah yaitu nonfree software adalah masalah sosial dan free software solusinya. Setiap orang berhak menolak nonfree software karena merugikan dan mencelakakan pengguna. Setiap orang berhak pindah ke free software dan GNU/Linux. Menolak nonfree software bukanlah kejahatan, beralih ke free software adalah hak semua orang. Hapuskan propaganda nonfree software dari diri Anda dan arahkan orang lain menolak nonfree software pula.

Iklan

Mohon jangan gunakan emotikon:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s