Mengapa GNU/Linux Aman?

Bismillahirrahmanirrahim.

Ade Malsasa Akbar <teknoloid@gmail.com>

Tulisan ini menjelaskan alasan mengapa GNU/Linux aman, dan keamanan GNU/Linux lebih tinggi dibanding Windows. Tulisan ini juga menampakkan alasan yang jelas disertai referensi kenapa Windows tidak aman. Kuncinya cukup 3 poin: kemerdekaan pengguna, hak atas source code, dan power & control. Dengan 3 kunci ini Anda mampu memahami alasan konkretnya kenapa GNU/Linux aman dan kenapa Windows (nonfree software) mustahil aman.

1. Ketahui Software Freedom

Software freedom (kemerdekaan pengguna) ialah hak pengguna menolong diri sendiri dan menolong orang lain. Software freedom ini menentukan keamanan pengguna secara fundamental (sangat mendasar), yang jika hilang maka pasti hilang keamanan. Software yang memberikan pengguna freedom disebut free software, sedangkan yang mencabutnya disebut nonfree software. Sekarang bandingkan salah satu kriteria antara free software dan nonfree software:

  • Jika free software punya celah keamanan, apakah semua pengguna berhak memperbaiki celah & memublikasikan perbaikan ke orang lain? Jawaban: YA.
  • Jika nonfree software punya celah keamanan, apakah semua pengguna berhak memperbaiki celah & memublikasikan perbaikan ke orang lain? Jawaban: TIDAK.

Maka jika GNU/Linux punya celah, semua pengguna memegang hak memperbaikinya secara individual dan massal maka dari itu GNU/Linux aman; sebaliknya untuk Windows, semua pengguna dengan sengaja dihilangkan haknya memperbaiki secara individual & secara massal maka dari itu Windows tidak aman. Di langkah pertama ini sudah tampak jelas mana yang aman dan mana yang tidak.

2. Ketahui Source Code

Memperoleh source code adalah hak setiap pengguna. Jika Anda belum pernah mendengar ini, ketahuilah, setiap software memiliki 2 wujud yaitu source code dan binary code. Nonfree software populer seperti Windows dan Microsoft Office hanya memberi Anda binary code walau Anda beli mahal produknya, dan wujud source code dengan sengaja tidak diberikan ke pengguna (dan tidak diberikan walau Anda memintanya). Satu hal yang berhak Anda tahu ialah jika source code tidak ada maka merugikan secara fatal bagi pengguna.

  • Semua tipe malware (virus, ransomware) menyebar dalam bentuk binary code. Source code sengaja tidak diberikan oleh pembuatnya, dan karena itulah kriminalitas virus tidak bisa dicegah dan enkripsi ransomware tidak bisa dibuka. Cara kerja virus dan kunci enkripsi ransomware terletak di dalam source code.
  • Semua versi Windows dijual dalam bentuk binary code. Adapun source code Windows sejak 1985 sampai 2017 tidak pernah diberikan. Tanpa source code, maka pengguna-pengguna mahir tidak bisa mengaudit cara kerjanya, tidak bisa mengubahnya sesuai keinginan, tidak bisa mem-porting ke jenis komputer lain, tidak bisa memperbaiki celah, dan akhirnya pengguna akhir tidak bisa memperoleh perbaikan dari sesama pengguna. Hak-hak di atas semestinya milik pengguna yang dengan sengaja tidak diberikan dan umumnya masyarakat tidak tahu hak mereka ini.
  • Karena tidak ada source code, maka semua manusia tidak bisa mengetahui/memeriksa cara kerjanya, tidak bisa mempelajari isinya, sehingga tidak bisa membedakan mana benar mana salah, karena itu Windows diserang malware adalah wajar.

3. Ketahui “Power” dan “Control”

Apabila software freedom pengguna sudah dihapus, ditambah source code juga diblokir dari pengguna, maka pengembang berkuasa total atas pengguna. Jika pengguna tidak mengontrol software, maka software yang mengontrol pengguna. Jika demikian, berarti pengembang punya power takterbatas secara massal untuk berbuat apa pun terhadap semua pengguna (termasuk mencelakakannya). Inilah ketidakadilan nonfree software. Inilah yang terjadi apabila Anda menggunakan Windows, dan sama persis, apabila Anda diserang virus. Power (kekuasaan total) atas pengguna ini hanya terjadi jika Anda menggunakan nonfree software, power yang seharusnya tidak boleh dimiliki siapa pun.

Jika Anda menggunakan nonfree software seperti Windows, maka artinya Anda dengan sukarela menyerahkan power dan control secara total atas kehidupan perkomputeran Anda kepada pengembang.

4. Nonfree Software Mustahil Aman

Semua nonfree software menghilangkan software freedom, mayoritasnya menghapus hak pengguna atas source code, dan pasti semuanya menaruh pengguna di bawah power & control penuh pengembangnya. Oleh karena itu semua jenis nonfree software tidak pernah aman terhadap 1 poin paling fatal: terhadap pengembangnya. Keamanan nonfree software telah mustahil pada poin paling mendasarnya, bagaimana bisa aman di poin yang lainnya. Jika Anda menggunakan nonfree software, walaupun itu antivirus, dia sudah tidak aman sejak awal.

5. Bahaya Pemikiran Proprietary Software

Pemikiran di balik semua jenis nonfree software adalah pemikiran proprietary. Inti pemikiran ini ialah “pengembang seharusnya memiliki hak power & control yang total atas semua pengguna”. Pemikiran ini pula sumber istilah kotor “pembajakan” . Akibatnya, pengguna tidak berdaya. Inilah pemikiran yang melahirkan semua nonfree software, dan pemikiran yang sama pun melandasi segala bentuk pelanggaran privasi (termasuk web cracking, adanya spyware, pencurian uang digital) di zaman ini. Pemikiran ini patut dihapuskan beserta produknya, yaitu, nonfree software. Yang perlu Anda ketahui pemikiran ini 100% berkebalikan dengan free software (software freedom).

6. Windows Itu Sendiri Malware

Malware (malicious software) adalah perangkat lunak yang diciptakan untuk menganiaya penggunanya. Nonfree software itu sering kalinya malware. Sekarang buktikanlah betapa fatalnya hak atas source code bagi pengguna: karena source code Windows sengaja tidak diberikan, maka tidak ada yang tahu bahwa Windows telah ditanami malware oleh Microsoft sejak dari pabriknya. Kasusnya baru ketahuan apabila sudah ada pengguna yang celaka. Di antara malware itu adalah spyware dan backdoor. Windows 10 yang katanya “aman”, pun ternyata mengandung malware yang melanggar keras privasi pengguna. Karena source code tidak ada, Anda tidak bisa menolak/mengubah kejelekannya, maka Anda tidak bisa percaya software tersebut. Referensinya disertai bukti-bukti dari Free Software Foundation (FSF), Electronic Fontier Foundation (EFF), dan beberapa sumber pengguna Windows sendiri.

7. Keamanan Free Software

Di mana letak keamanan free software? Atau, apa hakikatnya keamanan itu? Keamanan free software terletak pada bebasnya pengguna software secara total dari power pengembang. Intinya free software aman terhadap pengembangnya sendiri. Keamanan itu sendiri ialah kebebasan (freedom) dari apa pun perkara yang tidak diinginkan. Adapun ketidakamanan software hanyalah bersumber dari 1 perkara: dari pihak yang sengaja mencabut kebebasan pengguna. Lihat virus, inti dari semua kasusnya hanya 1: dirampasnya kebebasan pengguna, dan karena itulah disebut, tidak aman. Lihat web cracking: intinya ialah ada pihak yang sengaja merampas hak-hak pemilik web. Maka cara untuk mengambil alih power dan control ialah dari akarnya yaitu dengan menolak nonfree software dan menolak pemikirannya, maka gunakan free software. Free software itu aman karena penggunanya merdeka, setiap pengguna memegang hak menolong diri sendiri dan orang lain. Keamanan pengguna terjamin secara individual dan secara sosial.

8. Bagaimana Jika Free Software Ada Celahnya?

Jika Anda sudah paham pemaparan software freedom, source code, kemudian power & control di atas, maka mudah sekali Anda menjawab pertanyaan ini sekarang:

  • secara individual: setiap pengguna memegang hak mempelajari/memeriksa, hak mengubah/memperbaiki software. Source code diberikan maka pengguna bisa melakukan itu untuk diri-diri mereka sendiri.
  • secara sosial: semua pengguna memegang hak mempelajari/memeriksa secara massal, hak mengubah/memperbaiki software secara massal, dan hak untuk menyebarluaskan perbaikan kepada orang lain. Ini termasuk hak pengguna awam meminta bantuan perbaikan dari pengguna ahli (makanya disebut “sosial”). Source code diberikan maka pengguna bisa melakukan itu untuk semua orang.

Siklus perbaikan secara individual dan secara sosial ini terus menerus terjadi di komunitas free software sejak 1985 (berdirinya FSF) hingga kini 2017 di semua software di semua sistem operasi free yang ada oleh semua pengguna. Pengembang dan pengguna bisa saling bekerja sama, bahkan orang yang bukan pengguna bisa ikut tolong-menolong. Inilah kenapa free software aman dan selalu aman.

9. Mengapa GNU/Linux Aman?

Karena GNU/Linux adalah free software.

10. Bantahan Penting

Perlu diadakan bantahan yang sifatnya krusial terhadap sejumlah kesalahpahaman yang simpang siur di masyarakat kita. Kebanyakan salah paham datang dari orang awam yang tidak paham computer science dan tidak paham sejarah free software.

  • “Semua virus komputer di dunia diciptakan oleh Microsoft”: bantahannya, tidak ada bukti maka tidak bisa kita membuat tuduhan demikian.
  • “Semua virus diciptakan oleh vendor antivirus itu sendiri”: bantahan, walaupun Kaspersky atau Symantec atau semisalnya sama-sama nonfree software (sama nonfree-nya dengan malware), kita tidak punya bukti, maka tidak bisa kita membuat tuduhan demikian.
  • “Windows tidak aman karena populer”: bantahannya, ini takhayul. Windows tidak aman karena ia nonfree software, yaitu software yang dengan sengaja menghapus hak pengguna menolong diri sendiri & menolong orang lain. Popularitas Windows hanyalah makin memperbesar kejelekannya sendiri.
  • “GNU/Linux aman karena asing”: bantahannya, ini takhayul. GNU/Linux aman karena ia free software, penggunanya memegang power total atas kehidupan perkomputerannya sendiri. Lain derajatnya dengan Windows yang nonfree.
  • “GNU/Linux aman karena gratis”: bantahannya, ini takhayul. Gratis atau berbayar bukan penentu keamanan. Yang menentukan ialah software freedom.
  • “Yang perlu dimusuhi hanyalah malware (virus, trojan, dst.)!”: bantahannya, ini pengkaburan. Yang perlu dimusuhi bukan hanya malware, tetapi segala nonfree software, karena mereka memusuhi Anda. Contoh kasusnya: DRM itu adalah trojan, yang tanpa software freedom Anda tidak bakal tahu.

11. Musuh Kita Nonfree Software

Jika Anda beranggapan virus & malware adalah musuh umat manusia, itu benar, dan katakan juga itu untuk nonfree software yang lain. Malware itu merugikan karena mereka nonfree software, maka musuh kita bukanlah hanya malware, tetapi musuh kita itu nonfree software. Ini sudah termasuk pemikiran di baliknya, pemikiran proprietary software. Tolak nonfree software, tolak pemikiran proprietary software. Dunia tanpa nonfree software berarti dunia tanpa malware & virus komputer.

Nonfree software meletakkan pengguna di bawah power pengembang secara total, dan itu tidak adil, maka semua pengguna punya hak menolak nonfree software. Jangan tertipu fiturnya, jangan tertipu promosinya, selamatkan kehidupan perkomputeran Anda dengan free software.

Penutup

Saya percaya pemaparan singkat saya tiada berat dipahami, in syaa Allah. Semoga ini meyakinkan Anda bahwa GNU/Linux aman dan yakin juga bahwa Windows mustahil aman. Windows tidak aman, dan Windows tidak akan pernah aman, selama dia masih nonfree software. Jika sudah demikian, kita tidak akan lagi merekomendasikan Windows kepada orang lain dan akan punya sikap yang tegas terhadap semua nonfree software. Selamat menggunakan GNU/Linux.

 

Tulisan bertopik software freedom ini berlisensi Creative Commons Attribution-NoDerivs 3.0 https://creativecommons.org/licenses/by-nd/3.0/.

Iklan

Dilarang menggunakan emotikon

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s