Mengapa Nonfree Software Merugikan?

Bismillahirrahmanirrahim.

Ini artikel singkat mencontohkan kejahatan berbahaya nonfree software yang jarang diketahui pengguna awam. Intinya pengguna adalah korban.

1) Janji Tidak Berbagi

Di dalam lisensi setiap nonfree software selalu ada perjanjian untuk tidak berbagi dengan orang lain. Menginstal suatu nonfree software berarti Anda berjanji secara hukum untuk tidak berbagi dengan semua orang (termasuk saudara, keluarga, tetangga, dan teman Anda). Berjanji demikian termasuk pula tidak menjual software ke orang lain. Menggunakan nonfree software merugikan kehidupan sosial.

Sudahkah Anda menyadarinya? Contoh terjelas dalam masalah ini adalah lisensi Windows 10.

2) Janji Tidak Memperbaiki

Di dalam lisensi setiap nonfree software selalu ada perjanjian untuk tidak memperbaiki keadaan. Menginstal nonfree software berarti berjanji secara hukum untuk tidak mengubah software sama sekali, walaupun Anda sangat membutuhkannya. Jika pengembang menancapkan batasan waktu, batasan fitur, memaksa aktivasi, memaksa upgrade, Anda berjanji tidak akan mengubah batasan/keharusan itu. Jika pengembang memaksa Anda menjalankan software hanya di satu merek sistem operasi (misal: Windows), maka Anda berjanji tidak akan mengubah keadaan itu, walaupun Anda membutuhkannya di sistem operasi lain (misal: GNU/Linux). Menggunakan nonfree software merugikan kehidupan pribadi Anda sendiri.

Sudahkah Anda menyadarinya? Contoh terjelas dalam hal ini juga lisensi Windows 10.

3) Menyerah untuk Dianiaya

Jenis kedua nonfree software yang berciri tidak punya lisensi, yaitu malware & ransomware, memaksa Anda tanpa izin untuk dianiaya. Semua serangan publik virus, worm, trojan, ransomware, drm, jail, dan lain sebagainya berciri seperti ini. Kenyataannya, sering kali nonfree software itu malware. Maka pemikiran di balik nonfree software adalah pemikiran aniaya, pemikiran menguasai orang lain secara tidak adil. Software yang nonfree itu sendiri adalah software aniaya.

Sudahkah Anda menyadarinya? Contoh terjelas dalam hal ini adalah kasus ransomware[1][2][3].

Catatan penulis: setelah membaca lisensinya & faktanya, apakah Anda sekarang merasa tertipu menyepakati lisensi nonfree software? Jika iya, itulah kejahatannya. Jika tidak merasa, lihat lagi poin 3.


Tulisan bertopik software freedom ini berlisensi Creative Commons Attribution-NoDerivs 3.0 https://creativecommons.org/licenses/by-nd/3.0/.

Iklan

2 thoughts on “Mengapa Nonfree Software Merugikan?

  1. […] bukti nyatanya ransomware. Namun sebelum ransomware pun, saya telah yakin sebab saya mengalaminya, proprietary selalu menciptakan masalah sosial. Dan ilusi proprietary software yang saya ajukan di sini ialah ketidaksadaran pengguna menyalahkan […]

Mohon jangan gunakan emotikon:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s