Mengapa GNU/Linux Tidak Perlu Antivirus?

Bismillahirrahmanirrahim.

GNU/Linux tidak perlu antivirus sebab kontrol penuh atas GNU/Linux dipegang oleh pengguna. Windows “perlu” antivirus karena sebaliknya, kontrol penuh atas Windows dipegang bukan oleh pengguna, tetapi oleh pengembangnya dan pihak-pihak lainnya. Penjelasan singkatnya sebagai berikut. Tulisan ini menjawab pengguna GNU/Linux pemula mengenai ketidakperluan memasang antivirus di GNU/Linux.

Artikel ini lanjutan dari rangkaian Mengapa GNU/Linux Aman, Mengapa GNU/Linux Kebal Malware, dan Mencegah Ransomware Pakai GNU/Linux.

1. Kuasa Atas OS

Siapa yang memegang kuasa total atas OS yang dipakai pengguna? Pengguna itu sendiri, atau bukan?

  • GNU/Linux menjawab “YA, pengguna memegang kuasa total atas OS secara individual maupun massal”.
  • Windows menjawab “TIDAK, yang memegang kuasa total bukan pengguna tetapi pengembang dan pihak-pihak lain”.

Maka jelas mana yang aman, mana yang tidak, dan GNU/Linux tidak butuh antivirus.

2. Keamanan OS

Aman dari siapa?

  • GNU/Linux menjawab: pengguna aman terhadap pengembang dan pihak-pihak lain. Kuasa total atas OS sudah berada di tangan pengguna. Inilah free software.
  • Windows menjawab: pengguna tidak memiliki keamanan sama sekali terhadap pengembang. Kuasa total tidak dipegang pengguna, tapi pengembang. Inilah nonfree software.

Maka jelas mana yang melindungi pengguna, mana yang tidak, dan GNU/Linux tidak butuh antivirus.

3. Riwayat

Siapa yang paling banyak diserang malware (bangsa virus & ransomware)? Sejarah dan kenyataan lapangan menjawab “Windows, bukan GNU/Linux”.

Kenapa OS Windows diserang malware? Karena pengguna tidak berdaya untuk melihat isi OS Windows, memeriksa cara kerja dan cacatnya, mengetahui exploit, dan memperbaikinya. Hak-hak ini dihilangkan secara sengaja oleh pengembangnya sendiri.

Kenapa penjahat membuat malware untuk Windows? Karena mereka tahu pengguna Windows itu tidak berdaya, mereka yang tidak berdaya paling mudah dianiaya.

Maka GNU/Linux tidak butuh antivirus.

4. Pertanyakan Antivirus!

Semua malware (virus, worm, trojan, ransomware) adalah nonfree software, Windows juga sama-sama nonfree software. Definisi nonfree software adalah software yang mengendalikan penggunanya dan pengembang mengendalikan pengguna melaluinya. Maka nonfree software itu selalu menyeret pengguna ke nonfree software lain. Oleh sebab itu Windows diserang malware adalah wajar.

Mayoritas antivirus adalah nonfree software juga, sama saja dengan virus dan Windows. Jika Anda memakainya, Anda tidak berdaya di bawah kuasa si pembuat antivirus, sama saja dengan malware. Oleh sebab itu, antivirus bisa salah deteksi bahkan salah hapus data, dan Anda tidak berdaya mengubah keadaan itu. Siapa suruh pasang antivirus?

GNU/Linux tidak butuh antivirus.

5. Praktik Lapangan

Pengguna GNU/Linux tidak mengenal antivirus. Silakan baca wawancara saya pengguna GNU/Linux 8 tahun dan 14 tahun tidak pernah kena virus. Silakan tanya forum-forum apakah mereka pengguna GNU/Linux memakai antivirus, Anda akan melihat jawabannya tidak.

6. Kebutuhan Spesifik?

Ya, ClamAV contoh antivirus yang free software dibuat untuk semua OS termasuk GNU/Linux. ClamAV tersedia di semua distro GNU/Linux dengan tujuan memberantas malware Windows. ClamAV utamanya dipakai di mail server untuk memindai virus-virus Windows, atau email yang akan dikirim ke pengguna Windows. Kehadiran ClamAV tidak menghilangkan fakta-fakta tersebut di atas. Kebutuhan ini sangat spesifik sehingga keumuman pengguna tidak butuh.

Catatan Penting

Saya mengutip ganda kata “perlu” di paragraf pertama karena Windows pada hakikatnya juga tidak butuh antivirus. Semua OS tidak butuh antivirus jika virus (malware) itu sendiri tidak ada. Dan yang bersalah atas ini ialah pemikiran nonfree software (bunyinya “pengembang software harus berhak menguasai total para pengguna dan memperlakukan mereka seenaknya“). Windows bisa aman seperti GNU/Linux jika pengembangnya melepas Windows 100% sebagai free software. Sayang, mereka mampu namun tidak melakukannya.


Tulisan bertopik software freedom ini berlisensi Creative Commons Attribution-NoDerivs 3.0 https://creativecommons.org/licenses/by-nd/3.0/.

Iklan

5 thoughts on “Mengapa GNU/Linux Tidak Perlu Antivirus?

Mohon jangan gunakan emotikon:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s