Tidak Hanya Driver, Tetapi Juga Firmware

Bismillahirrahmanirrahim.

Artikel ini adalah cuplikan singkat dari paper yang sedang saya tulis yang rencananya mau saya publikasikan di malsasa.gitlab.io.

Ketika Anda berbicara mengenai GNU/Linux dan perangkat VGA, jangan hanya bicarakan driver, tetapi bicarakan juga firmware. Misalnya merek NVIDIA GeForce, jangan terpaku pada disediakannya driver yang free software, tetapi pastikan firmware perangkat itu free software juga. Percuma saja driver-nya free, tetapi firmware-nya nonfree (proprietary), perangkat itu akan cacat dioperasikan di GNU/Linux. Cacat ini salahnya pembuat perangkat itu, bukan salah GNU/Linux, karena si pembuat perangkat sengaja tidak menyerahkan programnya sepenuhnya kepada Anda. Bila Anda meyakini orang yang membeli barang berhak kuasa (wewenang) sepenuhnya atas barang, maka dalam hal VGA, dua-duanya (driver dan firmware) harus free yaitu diserahkan source code-nya sepenuhnya kepada pembeli. Kalau tidak, berarti si pembuat perangkat VGA sengaja menjual barang cacat kepada Anda.

Kemudian, Anda hendaknya tidak terburu-buru menyalahkan pengembang GNU/Linux apabila perangkat VGA beroperasi secara cacat. Periksa dulu apakah si pembuat perangkat VGA sudah menunaikan hak pembelinya, atau tidak. Menunaikan hak pembeli itu berarti menyerahkan program-programnya (driver dan firmware) secara sempurna dalam bentuk source code dan hak-haknya kepada pengguna. Kalau tidak, dan ini yang selama ini selalu terjadi, maka itu jelas salahnya si pembuat perangkat dan Anda harus meminta hak Anda darinya. Jangan meminta hak Anda dari komunitas GNU/Linux yang tidak mengambilnya dari Anda.


Tulisan ini berlisensi CC BY-SA 3.0.

Iklan

2 respons untuk ‘Tidak Hanya Driver, Tetapi Juga Firmware

  1. Kang Ade, saya sering membaca tulisan Anda mengenai masalah free software dan privasi, dan kelihatannya Anda sangat peduli terhadap hal tersebut.

    Pertanyaan saya adalah, kenapa Anda masih menggunakan akun Facebook? Padahal Facebook adalah proprietary softwate dan melanggar privasi pengguna, dua hal yang sering Anda katakan untuk dihindari.

    • Saya sudah menunggu adanya pertanyaan ini. Jawabannya karena orang-orang yang hendak saya ajari masih berada di sana (di tempat lain sedikit sekali atau hampir tidak ada). Saya sendiri sedari awal tidak suka fesbuk dan sudah berencana (walau saya tidak tahu kapan) meninggalkannya. Terima kasih banyak telah mengingatkan saya, Kang. Anda orang pertama dan masih satu-satunya yang mengatakan ini.

Mohon jangan gunakan emotikon:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s