Berhasil Memutakhirkan KDE neon ke Versi 5.13.5 Pakai chroot

Bismillahirrahmanirrahim.

Setelah pemutakhiran lewat chroot (change root) berhasil saya lakukan tadi, login ke KDE neon pun berhasil. Kini versi KDE neon saya 5.13.5. Tulisan ini adalah catatan pemutakhiran lanjutan dari 5.10.3 pada Juli 2017 kemarin. Walhamdulillah.


Tulisan ini berlisensi CC BY-SA 3.0.

Iklan

Memutakhirkan Sistem Operasi Pakai chroot

Bismillahirrahmanirrahim.

Sudah beberapa kali ini saya memutakhirkan OS saya dari OS lain dengan cara chroot (change root). Mungkin Anda penasaran, mestinya OS dimutakhirkan di dalam OS itu sendiri, bagaimana bisa dimutakhirkan dari OS lain? Apalagi si OS yang mau dimutakhirkan sedang rusak (tidak bisa login)? Bukankah pemutakhiran butuh internet? Jawabannya bisa dan internetnya “menumpang” OS lain tersebut. Terdengar ajaib, tetapi begitulah, di dunia GNU, hal semacam itu biasa. Biasanya saya melakukan pemutakhiran macam ini untuk OS-OS saya yang sedang rusak (akibat salah dependensi) agar kembali normal. Saya menulis aneka ulasan OS untuk UbuntuBuzz jadi saya sering sekali ganti-ganti OS GNU/Linux dan sering alami kerusakan (yang tidak saya permasalahkan). Jadi singkat cerita, chroot berguna untuk memasuki & memberikan internet dari OS yang sedang aktif kepada OS yang dituju.

Resep chroot saya:

sudo mount --bind /proc ./proc

sudo mount --bind /sys ./sys

sudo mount --bind /dev ./dev

sudo mount --bind /dev/pts ./dev/.pts

sudo chroot .

Apabila saya memperoleh prompt #, maka chroot menuju OS tujuan berhasil. Saya tinggal melakukan:

# apt-get upgrade

atau saya lebih suka:

# apt-get -V -y full-upgrade | tee --append catatan-pemutakhiran.txt

Selepas saya berhasil memasuki lingkungan chroot, berarti ada 2 OS: OS yang men-chroot-i dan OS yang di-chroot-i. OS yang mau saya mutakhirkan ialah yang di-chroot-i. Maka saya tidak lagi berada di OS yang aktif, tetapi saya berada di dalam OS yang dituju itu tadi. Maka apabila saya jalankan perintah, maka perintahnya adalah milik si OS yang di-chroot-i. Apa artinya? Ya artinya saya bisa memutakhirkan OS yang di-chroot-i ini. Internetnya bagaimana? Ya internetnya menumpang internet milik OS yang men-chroot-i. Canggih, ya?

Saya menulis begini sebab saya sedang memutakhirkan KDE neon 5.12 saya yang sedang mengalami gagal login akibat salah dependensi. Total kebutuhan unduhannya sebanyak 800 paket sebesar 1GB+ dengan kebutuhan ruang sekitar 1.5GB. Alhamdulillah kecepatan unduhannya mencapai 4MB/s dengan lancarnya.

Dolphin memperlihatkan 2 partisi: kanan yang men-chroot-i, kiri yang di-chroot-i; bawah proses pemutakhiran

Proses pemutakhiran dengan kecepatan seperti itu dan Solid State Disk memakan waktu 30 menit. Ini termasuk sangat-sangat cepat.

Prosesi pemutakhiran pada OS yang di-chroot-i selesai dilihat dari OS yang men-chroot-i

Alhamdulillah.


Tulisan ini berlisensi CC BY-SA 3.0.

Mengajarkan Keamanan Internet Praktis kepada Orang Awam

Bismillahirrahmanirrahim.

Saya senang berbagi pengalaman dengan orang lain. Kali ini, saya mau berbagi bagaimana saya mengajarkan kepada orang-orang awam enkripsi surat elektronik (email encryption) dengan mudah dan berhasil.

Mengajar keamanan internet (atau, keamanan informasi) di sini bukanlah saya maksudkan mengajar matematikanya. Saya tidak mampu. Saya tidak mengajarkan nama-nama Rijndael, SHA, DES; juga tidak mengajarkan berapa pangkat berapa yang dipakai dalam enkripsi apa dengan apa; atau semacam itu. Saya cuma mengajarkan keamanan praktis, yaitu seseorang bisa berkirim surel dengan enkripsi. Tujuannya orang aman dengan mudah. Alhamdulillah, metode yang saya tempuh berhasil. Teman-teman yang masih awam ini berhasil kirim surel dengan enkripsi ke saya. Bagaimana saya melakukannya?

Singkat kata, saya mendahulukan bisa praktik sebelum bisa teori. Saya mengajarkan langkah per langkah praktiknya di mail client (Mozilla Thunderbird pada kesempatan itu) untuk setiap orang sampai mereka sanggup. Setelah mereka sanggup, teorinya baru saya sampaikan. Saya suka melakukan itu.

Secara praktik, sebenarnya yang saya ajarkan hanyalah mengatur mail client untuk IMAP ke BitMessage Mail. Hanya itu. Saya detailkan langkah per langkah sampai orang-orang berhasil memasang akun surel @bitmessage.ch mereka di mail client masing-masing. Sesudah itu, saya cuma menyerahkan panduan enkripsi surel saya sebagai PR untuk mereka. Hasilnya? Alhamdulillah, 4 orang berhasil kirim surel terenkripsi ke saya. Semuanya orang awam.

Anda dapat mengambil transkrip kuliahnya di sini.

Anda bisa menyurati saya di alamat surel mignu@bitmessage.ch dengan kunci publik saya.

Anda ingin tahu kenapa saya merekomendasikan BitMessage Mail? Bacalah Wiki PRIVA.

Ucapan terima kasih: terima kasih saya untuk seluruh komunitas perangkat lunak bebas terkhusus Mozilla Project (yang mengembangkan Thunderbird), Enigmail yang membuat enkripsi email menjadi sangat mudah, dan Telegram. Terima kasih untuk FSF atas Email Self-Defense mereka yang mendorong saya mengadakan kuliah ini. Terima kasih untuk PRISM Break dan PrivacyTools yang sangat menginspirasi saya untuk menekuni privasi internet.

Keamanan internet itu penting. Privasi internet itu penting. Kita perlu memampukan tiap-tiap pengguna internet untuk bersurel secara baik dan secara aman. Mari kita ajari orang lain untuk bersurel secara terenkripsi sedini mungkin.


Tulisan ini berlisensi CC BY-SA 3.0.

Visual Studio Code Itu Nonfree

Bismillahirrahmanirrahim.

Mayoritas software di dunia ini tidak bebas (nonfree) tapi mayoritas orang mengira software itu bebas (free). Mayoritas orang juga belum mengerti bedanya kode sumber (source code) dengan kode biner (binary code), dua wujud software. Satu kasus terbaru ialah Visual Studio Code yang dirilis oleh Microsoft (lihat reputasinya di FSF dan Techrights) itu nonfree software bukan seperti yang diiklankan di situsnya sebagai free software (mereka istilahkan “open source”). Ini penipuan. Bila Anda unduh VS Code dari situs itu dalam bentuk kode biner (.exe, .deb, .rpm, dsb.) maka Anda unduh nonfree software bukan free software. Jika Anda merasa Anda unduh free software, Anda telah ditipu. Anda hendaknya tidak menggunakannya dan berhati-hati lebih banyak kepadanya. Yang bisa Anda gunakan ialah Visual Studio Code versi kode sumber yang diletakkan di GitHub yang tidak diiklankan di situsnya tersebut. Versi kode sumbernya inilah yang free yang berlisensi MIT.

Bukti

Buktinya termaktub pada 2 lisensi berbeda yang mencakup 2 bentuk: kode biner dan sumbernya. Kode binernya berlisensi nonfree, bisa Anda baca di sini. Adapun kode sumbernya berlisensi free, lisensi MIT, bisa Anda dapatkan di sini.

Bukti bahwa versi kode biner VS Code itu nonfree bisa Anda baca di lisensinya tadi itu di bagian 5. Scope of License. Teks penghapusan hak-hak penggunanya sangat mirip atau sama saja dengan lisensi Windows. Alias, nonfree.

—mulai kutipan—

You may not
  • work around any technical limitations in the software;
  • reverse engineer, decompile or disassemble the software, or otherwise attempt to derive the source code for the software, except and to the extent required by third party licensing terms governing use of certain open source components that may be included in the software;
  • remove, minimize, block or modify any notices of Microsoft or its suppliers in the software;
  • use the software in any way that is against the law;
  • share, publish, rent or lease the software, or provide the software as a stand-alone offering for others to use.

—selesai kutipan—

Tanda teks tebal dari saya.

Privasi?

Tidak ada privasi pada nonfree software. Umumnya orang menyangka software itu free, yaitu taat tunduk patuh kepada pengguna dan orang kira software tidak bisa menyadap informasi pengguna untuk diserahkan ke perusahaan & pemerintahan negara lain. Kalau seperti itu sangkaan Anda, salah, apabila software itu nonfree, benar hanya apabila software itu free. Bacalah Privacy Policy dari VS Code yang nonfree itu dan bersiaplah untuk tidak menyetujuinya. Baca Microsoft bermasalah serius dengan privasi pengguna di Wiki PRIVA.

Solusi

Sebenarnya solusinya sangat mudah: selalu waspadai Microsoft dan perusahaan nonfree sepertinya, selalu puaslah dengan free software yang sudah ada. Apalagi free software yang sudah lama diakui free dan bagus. Bersyukur dengan yang sudah ada dan sabar. Sudah ada Geany, Emacs dan Vim, Eclipse dan Netbeans, bahkan Qt Creator, KDevelop, dan GNOME Builder. Kenapa Anda harus pakai nonfree software? Ditipu pula?

Solusi kedua kalau memang Anda mau pakai VS Code, jangan ambil versi kode binernya dari Microsoft (yang dipromosikan itu), tapi ambil kode binernya yang dibangun dari kode sumber bebasnya. Namanya VSCodium. VSCodium ini dibuat oleh komunitas. Usaha pembersihan ini bagus sekali dan patut kita hargai. Saya masih menunggu apabila ada keterangan dari komunitas perangkat lunak bebas yang menyatakan sebaliknya.

Untuk pihak pengembang VS Code, hendaknya Anda cabut pernyataan “Free, Open Source” di halaman situs unduhan Anda dan tolong jangan menipu pengguna. Sebutkan dengan tegas kalau VS Code Anda itu proprietary software. Atau, sebutkan dengan tegas adanya 2 bentuk (biner dan sumber) sementara yang biner nonfree dan yang sumber yang free. Jangan sesatkan pengguna yang mau unduh perangkat lunak bebas kepada perangkat lunak tidak bebas. Kalau Anda berniat menyebar versi bebas, cabut versi tidak bebas, dan publikasikan hanya versi bebas di situs Anda itu. Mintalah maaf kepada khalayak dan terangkan kalau Anda salah dan Anda menipu mereka.

Semoga ini menyelamatkan dan mencerahkan.

Bacaan Lanjutan


Tulisan ini berlisensi CC BY-SA 3.0.

GNOME 3.30 di Fedora Rawhide September 2018

Bismillahirrahmanirrahim.

Ini sedang saya tulis untuk UbuntuBuzz seperti saya lansir kemarin. Singkat cerita, Fedora Rawhide ini seperti KDE neon tapi untuk GNOME terbaru. Fedora Rawhide terasa stabil sekali saya pakai dan tidak ada masalah. Catatan pribadi saya sementara ini: pakai Wayland berakibat lambatnya performa GNOME di laptop saya. Pakai Xorg lancar.


Tulisan ini berlisensi CC BY-SA 3.0.

GNOME 3.30 dan Distronya pada Awal Rilisnya

Bismillahirrahmanirrahim.

Jumat, 14 September 2018 – Saya menulis di UbuntuBuzz. Tentu, saya menulis tentang Ubuntu, GNU/Linux, dan Free Software. Ketika GNOME 3.30 dirilis beberapa hari lalu, tepatnya 5 September kemarin, saya sudah berencana mencobanya. Namun karena masih baru dirilis, distro-distro GNU/Linux tentunya tidak langsung menyediakan 3.30 ini. Saya jadi tidak bisa memakainya kalau saya tidak cari distro yang menyediakan 3.30. Sungguh, keputusan KDE Project menyediakan KDE neon itu terasa sangat memudahkan saya menulis tentang KDE Plasma terbaru. Saya harap GNOME Project akan menyediakan yang seperti itu untuk GNOME terbaru.

Saya juga menunggu openSUSE Tumbleweed yang biasanya mendahului distro lain dalam soal ini akan tetapi saat ini Tumbleweed masih menyediakan 3.28. Arch, seperti biasa, sudah 3.30 tetapi tentu saya tidak akan memakainya. Singkat cerita saya bertemu Fedora Rawhide (setara Debian Sid, openSUSE Tumbleweed, dan KDE neon) yang sudah menyediakan 3.30 dalam ISO-nya. Tanpa berpikir jauh saya putuskan unduh Rawhide. Oya, alhamdulillah, sambungan internet saya sudah kembali seperti semula (1MB/s) setelah beberapa bulan 60KB/s. Akhirnya saya bisa kembali menulis review! Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Anda bisa melihat yang saya temukan di alamat-alamat ini:

Isi perut Fedora Rawhide:

https://dl.fedoraproject.org/pub/fedora/linux/development/rawhide/Workstation/x86_64/os/Packages/g/

Ketemu, ISO Fedora Rawhide mengandung GNOME 3.30

Isi perut openSUSE Tumbleweed:

http://download.opensuse.org/tumbleweed/repo/oss/x86_64/

Repositori Tumbleweed masih mengandung GNOME 3.28, belum sampai 3.30

Isi repositori Arch:

https://www.archlinux.org/packages/?q=gnome-shell

Tentu saja Arch sudah 3.30 (tapi saya tidak akan pakai)

Pencarian Distrowatch versi paket gnome-shell = 3.30 untuk menemukan distronya:

https://www.distrowatch.com/search.php?pkg=gnome-shell&relation=equal&pkgver=3.30&distrorange=InLatest#pkgsearch

Distrowatch belum mencatat adanya distro pembawa GNOME 3.30

Singkat kata, saya jadi unduh Rawhide. Saya ingin coba GNOME 3.


Tulisan ini berlisensi CC BY-SA 3.0.