Format Dokumen Antisosial

Bismillahirrahmanirrahim.

Nonfree software itu antisosial. Artinya, surat perjanjiannya (lisensinya) mempersyaratkan Anda untuk tidak menolong semua orang. Apabila nonfree software tersebut memiliki format dokumen, maka format dokumen itu juga antisosial, sebab dia perantara menuju software yang antisosial. Format dokumen antisosial itulah yang mengunci orang sehingga gagal beralih ke GNU/Linux dan Free Software. Itu rahasianya. Format dokumen Microsoft Office adalah antisosial. Format Photoshop dan CorelDRAW juga antisosial. Format dokumen antisosial “memborgol” penggunanya agar kecanduan software tersebut dan tidak bisa beralih ke software yang lain. Ini jelek. Format dokumen antisosial disebut antisosial karena dia memperbanyak dan menyebarluaskan kejelekan itu: memaksa orang lain untuk berbuat antisosial yang sama. Ini anti-masyarakat. Anda sepatutnya tidak berpartisipasi dalam penyebaran format dokumen antisosial sedikit pun.

Seandainya format dokumen itu free (yakni, tidak antisosial, tidak “memborgol”), mestinya dia akan mendukung kompatibilitas dengan masyarakat dan software lain. Format yang free (bebas dari antisosial) mengizinkan semua orang untuk saling bertukar dokumen tanpa mengorbankan haknya sebagai pengguna (tidak dipaksa memakai proprietary software). Contoh format yang free bukanlah formatnya Microsoft Office, atau Photoshop, atau CorelDRAW; melainkan formatnya LibreOffice (ODT, ODS, ODP) dan formatnya GIMP (XCF) dan formatnya Inkscape (SVG). Memasyarakatkan format-format ini akan juga memasyarakatkan software-nya yang merupakan free software dan itu kebaikan. Contoh lain yang sangat bagus adalah PDF yang sebenarnya berasal dari pengembang Photoshop. Contoh lain lagi adalah EPS, format gambar vektor terpopuler, itu juga dari Adobe dan format ini free. Anehnya PDF dan EPS itu format yang free, tapi PSD tidak. Saya merekomendasikan format-format free ini kepada Anda semua.

Jadi saya harap Anda semuanya bersemangat memakai format-format dokumen yang free dan mengakhiri keberadaan format dokumen antisosial. Akhirilah kebiasaan menyimpan dokumen sebagai DOCX, XLSX, PPTX, PSD, dan CDR. Mulailah kebiasaan baik dan menolong orang lain yaitu simpan dokumen sebagai ODT, ODS, ODP, XCF, dan SVG. Bila Anda ingin mencetak, gunakan PDF. Bila Anda butuh EPS, gunakan EPS. Begitu. Semoga bermanfaat.

Baca lebih banyak mengenai free software dalam bahasa Indonesia di Wiki Pengguna GNU.


Tulisan ini berlisensi CC BY-SA 3.0.

Iklan

Satu respons untuk “Format Dokumen Antisosial

Mohon jangan gunakan emotikon:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s