Ransomware Mei 2017, Kenapa Anda Baru Sadar Sekarang?

Bismillahirrahmanirrahim.

Di Mei 2017 ini ramailah forum-forum GNU/Linux di Indonesia akan kasus ransomware. Saya setidaknya telah menulis bahaya ransomware di 2016 dan saya ulangi di Januari 2017. Pertanyaannya kenapa banyak orang baru sadar sekarang? Di antara jawabannya karena tidak tahu sumber masalahnya adalah nonfree software (proprietary software). Ransomware adalah nonfree software dan oleh karena itu dia mencelakakan pengguna, tidak adil terhadap pengguna, dan terbukti menyandera data pengguna. Kasusnya sama saja dengan nonfree software lain yaitu pengembang ransomware menancapkan kekuasaan mutlak atas penggunanya dan pengguna tidak berdaya. Tulisan ini meringkas tulisan-tulisan sebelumnya demi menyadarkan pembaca betapa berbahayanya nonfree software. Baca lebih lanjut

Perkembangan Proyek Bengkel Ubuntu #5 Rabu 3 Mei 2017

Bismillahirrahmanirrahim.

Pada 2 hari lalu tepatnya 1 Mei 2017 telah dilaksanakan sebagian perubahan di situs BengkelUbuntu.org:

  • Masalah domain suspended diselesaikan oleh superadmin Egi Adithia Pradana. Terima kasih, Kang.
  • Masalah kekurangan pranala GitLab di halaman Xenial 64 bit diselesaikan oleh Muhammad Yuga. Muhammad adalah anggota baru yang bergabung secara sukarela untuk menolong BengkelUbuntu.org. Terima kasih, Kang.
  • Masalah tema Charitable (disumbangkan oleh superadmin Egi) sedang dalam proses pengaturan. Terima kasih, Kang Egi.
  • Sumbangan dan kontribusi sukarela dalam bentuk apa pun dibuka bagi semua masyarakat Indonesia untuk Proyek Bengkel Ubuntu.
  • Pukul 22:37 WIB semua pranala GitLab yang dibuat oleh Muhammad Yuga diedit oleh admin sehingga menjadi direct link. Setiap pranala sekarang sudah bisa diklik-kanan > Save As.

Catatan ini dibuat oleh Ade Malsasa Akbar (teknoloid@gmail.com) selaku admin BengkelUbuntu.org.

Mengapa Jangan Microsoft Office

Bismillahirrahmanirrahim.

Tulisan ini mewakili rekan-rekan yang berniat baik mencegah direkomendasikannya Microsoft Office & format dokumennya namun sulit menjelaskan alasannya. Keinginan rekan-rekan itu ialah merekomendasikan LibreOffice & format merdeka OpenDocument Format namun terhalang oleh macam-macam alasan nonfree software. Tulisan ini menjelaskan alasan-alasan merekomendasikan LibreOffice sebagai free software pengganti Microsoft Office, dan merekomendasikan format dokumen ODF (.odt, .ods, .odp) sebagai ganti format dokumen Microsoft (.docx, .xlsx, .pptx). Bagi rekan-rekan yang merekomendasikan LibreOffice, terus lakukanlah perbuatan terpuji itu! Baca lebih lanjut

Sekali Lagi, Kompilasi sK1 0.9.3 dari Kode Sumber di Ubuntu 16.10

Bismillahirrahmanirrahim.

Terjadi perombakan yaitu ditulis ulangnya sK1 yang tadinya 0.9 memakai Tcl/Tk sekarang 2.0 memakai wxWidgets. Saya tidak tahu tetapi mungkin karena perombakan inilah 2.0 RC2 tidak memiliki pilihan ekspor ke format SVG, AI, dan PS. Saya tidak jeli memerhatikan ketika mengompilasi sK1 di 12.04, bahwa versi 0.9.3 punya pilihan ekspor tersebut. Akhirnya malam ini terbuktilah dengan saya kompilasi sK1 0.9.3 dari kode sumber namun di Ubuntu 16.10. Kompilasi berhasil dengan hasilnya paket .deb biner sK1. Saya jalankan dan memang benar 0.9.3 lengkap pilihan ekspornya, berarti yang bermasalah itu 2.0 RC2. Adapun dependensinya masih sama persis dengan yang di 12.04 kemarin. Tulisan ini penerus artikel kompilasi sK1 0.9.3 dari kode sumber.

Dependensi

libx11-dev libxcursor-dev libcairo2-dev liblcms2-dev libxext-dev tk8.6-dev python-dev python-cairo-dev python-tk python-gtk2 python-imaging python-reportlab python-cairo

Referensi

https://github.com/sk1project/sk1-tk

Source Code

Di Mana Source Code sK1 Semua Versi

Bismillahirrahmanirrahim.

Versi lengkap ada di Sourceforge¬†https://sourceforge.net/projects/sk1/files/sk1 karena 0.9.3 ada di sana. Bandingkan dengan repo sK1 di GitHub https://github.com/sk1project/sk1-tk dan di servernya sendiri https://downloads.sk1project.net/sk1/. Di GitHub tidak ada “release”, tetapi ada di servernya sendiri. Ini semua penting karena sK1 versi 2.0 RC2 dibangun ulang hingga berbeda dari sK1 versi 0.9. Lebih spesifiknya, yaitu tidak ditemukannya pilihan Export/Save ke format sK1 dan PostScript, adanya hanya format sK2 pada versi 2.0 RC2. Tulisan ini penerus artikel kompilasi source code sK1 0.9.3.