Kembali ke Firefox

Bismillahirrahmanirrahim.

Setelah lama menggunakan Chromium (induknya Google Chrome), saya menggunakan kembali Firefox. Kali ini saya unduh tarball-nya versi 33.1.1 dari Mozilla dan memanggilnya sederhana melalui KDE Application Launcher Menu. Saya tidak menginstalnya, hanya saya sematkan di menu saja. Alasan saya menggunakannya hanya ingin tahu kecepatannya saat ini. Ternyata versi 33.1 ini lebih cepat dari versi 22 (versi terinstal saya) baik dari segi rendering maupun performa kerja aplikasinya. Saya cepat berpindah tab, cepat Ctrl+T (Chromium yang sudah berat cache-nya, lambat Ctrl+T-nya), cepat mengakses menu, dan menurut saya lebih ringan. Firefox versi ini setidaknya belum memberatkan sistem saya dengan parah. Saya bisa multitasking dengan aplikasi-aplikasi favorit lain (Quassel, Konsole, Texmaker, dan lain-lain) di RAM 2 GB dengan lancar. Baca lebih lanjut