Desain Kover Buku LibreOffice Kolaborasi Edisi 2

Bismillahirrahmanirrahim.

Kubu Inkscape.

Screenshot from 2016-08-11 08-19-18

Screenshot from 2016-08-10 23-46-58

Kubu Scribus

Screenshot from 2016-08-11 09-24-22 Screenshot from 2016-08-11 09-27-38

Iklan

Menanti Hadirnya Galeri

Bismillahirrahmanirrahim.

Di bawah ini saya tuliskan tuntutan kepada diri saya sendiri. Adapun untuk orang lain, ini hanya sebatas saran yang sangat saya harapkan hadirnya.

To The Point

  1. Publikasikan karya tanpa menyebut “dibuat dengan Inkscape”.
  2. Buat karya tanpa keinginan mempromosikan Inkscape.
  3. Buat karya tanpa keinginan mempromosikan Linux.
  4. Buat karya seni, bukan karya teknis.
  5. Buat karya seni yang berkualitas.
  6. Konsistenlah memakai Inkscape, tetapi fokuskanlah audiens dengan karya. Bukan alatnya.

Latar Belakang

  1. Selama ini, orang yang memublikasikan karyanya di internet, semuanya adalah orang teknis.
  2. Karya yang dibuat dengan Inkscape, umumnya, dibuat oleh orang teknis bukan orang seni.
  3. Niat orang yang menggunakan Inkscape, umumnya, mempromosikan Inkscape. Bukan seni.
  4. Niat orang yang menggunakan Inkscape, umumnya, mempromosikan Linux. Bukan seni.
  5. Memampang nama Inkscape di posting di gambar di setiap paragraf di mana-mana, adalah pekerjaan orang teknis bukan seniman. Pikiran mereka berat dengan “gimana caranya Inkscape dipakai masyarakat” bukan dengan “bagaimana saya membuat seni yang terbaik”. Saya menyebut ini caper.
  6. Seni –IMHO– dikerjakan oleh orang seni, bukan orang teknis.
  7. Jika memang Anda punya niat mempromosikan Inkscape, buat karya yang benar-benar berkualitas tanpa caper.
  8. Tujuan akhir penantian ini adalah orang-orang bakal tanya “gimana cara membuatnya” dan kita menjawabnya “gunakan Inkscape”.

Terlalu Banyak Bertanya

Bismillahirrahmanirrahim.

Bertanya boleh tetapi terlalu banyak bertanya itu jelek. Yang saya soroti di sini bukanlah pertanyaan ala newbie ketika baru mengenal Linux tetapi pertanyaan mengenai tools yang mesti dipakai untuk produksi di desktop. Saya bicara pada lingkup aplikasi desktop untuk perkantoran dan desain grafis. Peringatan, saya tidak mau berbicara dengan orang yang gak nyambung.

Perkantoran


Ketertarikan paling mendasar di sini adalah menghindari Microsoft Office. Jadi, ketika bertanya, newbie akan menanyakan mengenai Libreoffice atau WPS Office. Yang tersedia di Linux lengkapnya adalah Libreoffice, Apache OpenOffice, Calligra Office, WPS Office, dan SoftMaker FreeOffice.

Yang jadi masalah adalah ketika newbie terlalu banyak bertanya. Mana yang lebih enak, Libreoffice atau WPS Office? X atau Y? Enak di situ enak bagi siapa dulu? Lebih spesifik lagi, newbie akan bertanya fitur ini dan itu di suatu program. Hal yang saya soroti ketika newbie tidak mencoba sama sekali. Kemudian, newbie tidak menggunakan salah satunya dengan serius dalam jangka waktu tahunan. Mereka hanya nyuwil tithik-tithik (jack of all trades, master of none). Mereka hanya main-main. Apa yang mau diraih dengan itu?

Newbie yang baik itu newbie yang tidak terlalu banyak tanya. Tentukan salah satu pilihan, lalu be a master dengannya. Diam selama beberapa tahun untuk menguasai salah satu komponen (misalnya Libreoffice Writer) lalu muncul ke komunitas membawa buku panduan. Bukannya terlalu banyak tanya tapi ujungnya nggak bisa apa-apa dan pertanyaannya cuma jadi sampah maya di forumnya.

Desain Grafis


Ketertarikan paling mendasar di sini adalah menghindari Photoshop dan kawan-kawan. Jadi, newbie akan menanyakan mengenai GIMP dan Inkscape. Adapun yang tersedia di Linux antara lain GIMP, Inkscape, Scribus, MyPaint, Krita, Pinta, Blender, OpenShot, Kdenlive, Pitivi, Synfig, dan seterusnya.

Yang jadi masalah adalah ketika newbie terlalu banyak bertanya. Pertanyaan mana yang lebih enak selalu muncul. Pertanyaan populer kenapa GIMP tidak sehebat Photoshop selalu terlihat. Pertanyaan membakar mengapa Linux tidak punya Photoshop juga. Hal yang jadi sorotan di sini adalah ketika newbie tidak mencoba sama sekali. Mencoba pun, hanya nyuwil tithik-tithik seperti di atas. Tidak mau menjadi penguasa di salah satu tool. Tidak mau mendalami.

Berbeda dengan hal eksak, hal seni termasuk desain grafis membutuhkan penanganan yang khusus. Di dunia eksak, termasuk bash, kita selalu punya manpages. Semua masalah bisa diselesaikan dengan man. Namun di dunia seni, tidak ada manpages. Seseorang harus memiliki konsep sebelum tool. Konsep sebelum teknik. Teknik mengikuti konsep. Lalu newbie yang lugu menganggap desain grafis sehebat desainer Photoshop bisa dicapai dengan sebatas menjadi pengguna GIMP. Salah. Desainer Photoshop setidaknya memiliki 3 hal penting yakni satu: konsep yang bagus, dua: teknik tingkat tinggi, tiga: tool yang memang menjadi standar yaitu Photoshop. Lalu bagaimana dengan newbie di Linux? Punya apa? Maka, terlalu banyak bertanya hanya merusak tidak memperbaiki.

Newbie yang baik itu newbie yang tidak banyak tanya. Tidak berdebat. Apalagi di bidang yang dia belum punya pengalaman. Belajar desain grafis berarti belajar konsep. Anda belajar teknik dan penguasaan tool sesudahnya. Ketika di Linux Anda harus menggunakan GIMP, Anda kuasai dulu sebelum GIMP konsep desain (entah Anda memakai aliran apa) lalu tekniknya lalu baru Anda belajar GIMP. Anda tidak bisa melakukan itu kecuali Anda belajar dari orang sebelum Anda, yaitu orang Photoshop dan semisalnya. Belajar GIMP duluan sebelum konsep memang bisa, tapi tidak bakal sebagus yang saya sebut sebelumnya. Lebih baik pilih salah satu, lalu buat karya yang bagus (tentu yang tidak melanggar syariat) sebanyak mungkin. Diam selama beberapa tahun. Lalu kembalilah ke komunitas membawa karya-karya yang lebih baik dari binaan Photoshop dan kawan-kawan. Referensi desain grafis masalah konsep bisa Anda baca di sini, di sini, di sini, dan di sini.

Saya ngomong desain grafis di sini, bukan ngomong sistem manajemen paket biasanya. Seni bukan hal eksak. Nggak perlu ada yang mengatakan GIMP dan Photoshop cuma alat.

Penutup


Semua yang saya katakan adalah pengalaman pribadi saya. Anda tidak saya paksa untuk mengikutinya. Jika Anda berhasil dengan mengikuti ini, semua keberhasilan milik Anda. Semoga apa yang saya tulis bermanfaat.