Jadwal KOrganizer Saya Februari 2018

Bismillahirrahmanirrahim.

Iklan

Pakailah LibreOffice di Semua OS

Bismillahirrahmanirrahim.

Penggunaan format dokumen Microsoft Office (MSO) seperti .docx merugikan kita pengguna free software. Langkanya jumlah pengguna mahir LibreOffice itu akibat MSO. Dengan memakai MSO Anda memperkecil komunitas free software, dengan mendukung format dokumennya (docx xlsx pptx) Anda mematikan LibreOffice. Mempromosikan formatnya berarti memaksa orang lain untuk beli MSO + Windows, karena dokumennya hanya bisa dibuka di MSO, dan MSO hanya untuk Windows. Ini merugikan komunitas. Sebaliknya, LibreOffice free software bisa dipasang di Windows dan GNU/Linux, dokumennya (odt ods odp) bisa dibuka di semua OS. Maka stop MSO, stop formatnya, minta dosen Anda beralih ke LibreOffice. Pasanglah LibreOffice di Windows dan GNU/Linux. Unduh LibreOffice gratis di https://libreoffice.org/download.


Artikel ini berlisensi CC BY-SA 3.0.

Upgrading di Ubuntu Artful

Bismillahirrahmanirrahim.

Hari ini 16 September 2017 saya lakukan apt-get upgrade lagi di Artful saya. Ini makan data 160MB dengan kecepatan rata-rata 300KB/s dari Kambing UI dengan total unduhan 195 biji paket. Sebab upgrade ialah GNOME 3.26 baru rilis kemarin sementara saya sedang menulis artikel GNOME Tweaks 3.25.92 di Ubuntubuzz. Baru bisa nulis malam ini, ternyata 3.26 telah tersedia. Alhamdulillah.

Perhatikan angka 3.26

Artikel ini berlisensi CC BY-SA 3.0.

Awas Penipuan: Mereka Ingin Samakan Free Software dan Proprietary

Bismillahirrahmanirrahim.

Ketahuilah bahwa free software berbeda dari proprietary. Free adalah lawan proprietary, berkebalikan total. Free berarti menunaikan hak pengguna, proprietary berarti sebaliknya. Proprietary itu masalah dan bukan solusi, sementara free software solusinya. Ini ringkasan perbedaan antara proprietary dan free software yang tidak mungkin disamakan selama-lamanya:

Maunya mereka “sama saja free dan proprietary software itu, jangan bedakan!”. Ini propaganda. Apa maunya mereka pencinta proprietary memaksa Anda samakan proprietary dengan free software? Mau mereka ialah keuntungan pribadi yang merugikan Anda secara massal, keuntungan itu ialah kontrol total atas kehidupan perkomputeran & pribadi Anda. Ini power yang tidak seharusnya dipegang siapa pun. Dan inilah propaganda proprietary software namanya.

Ini penipuan!

Awas tertipu orang-orang yang mempropagandakan proprietary. Free software tidak sama dengan proprietary, free software lawan proprietary, tidak sama free software yang menunaikan hak pengguna dengan proprietary yang sengaja sebaliknya. Free software selalu lebih baik daripada proprietary, karena dia menunaikan hak Anda. Jangan mau ditipu, jangan mau disimpangkan!


Tulisan bertopik software freedom ini berlisensi Creative Commons Attribution-NoDerivs 3.0 https://creativecommons.org/licenses/by-nd/3.0/.

Tenangkan Masyarakat, Terangkan GNU/Linux Aman

Bismillahirrahmanirrahim.

Ade Malsasa Akbar <teknoloid@gmail.com>

Kita sebagai warga komunitas free software Indonesia punya tugas menenangkan masyarakat Indonesia manakala ada isu-isu malware menyerang. Tenangkan semua orang awam, beritakan GNU/Linux aman. Tenangkan masyarakat yang gelisah bahwa GNU/Linux itu aman dan tidak sendirian, sebab ada BSD yang juga aman sepertinya. Tenangkan masyarakat dengan jujur bahwa free software aman dan –sebaliknya– sumber ketidakamanan ialah proprietary software. Jelaskan dengan jujur tanpa iri-dengki bahwa GNU/Linux memang aman, dan Windows itulah yang tidak aman. Bagaimana menjelaskannya? Artikel singkat ini meringkasnya untuk Anda. Sebarkan dan jelaskan kepada masyarakat!

Tulisan ini menyertai artikel lain setopik Mengapa GNU/Linux Aman, Mengapa GNU/Linux Kebal Malware, Solusi Ransomware 2017, dan GNU/Linux Tidak Butuh Antivirus.

Baca lebih lanjut