Menyisipkan Teks di Baris Pertama Berkas Pakai sed

Bismillahirrahmanirrahim.

Siang ini ada seorang pembelajar meminta saya dokumen sumber .tex yang pernah saya tulis. Saya janji akan berikan malam ini, tetapi tentu sebelumnya saya harus berikan lisensi untuk masing-masing berkas. Bagaimana menyisipkan 2 baris teks lisensi yang sama untuk sekian banyak berkas berbeda dalam sekali kerja tanpa membuka text editor? Dengan GNU sed (ya, sed itu dari GNU bukan dari Linux) ini mudah sekali dilakukan:

for i in *.tex; do sed -i ‘1s/^/% Ade Malsasa Akbar \<teknoloid@gmail.com\>\n% Dokumen .tex ini berlisensi CC BY-SA 3.0 https:\/\/creativecommons.org\/licenses\/by-sa\/3.0\/ \n/’ “$i”; done

Hasilnya demikian:

Pengumuman Pertama Proyek GNOME 1997

Bismillahirrahmanirrahim.

https://mail.gnome.org/archives/gtk-list/1997-August/msg00123.html

Disalin sebagian dari alamat tersebut:

  • From: Miguel de Icaza <miguel nuclecu unam mx>
  • To: gtk-list redhat com, kde fiwi02 wiwi uni-tuebingen de, guile cygnus com
  • Subject: The GNOME Desktop project.
  • Date: Fri, 15 Aug 1997 22:19:34 -0500
              The GNOME Desktop project
            (GNU Network Object Model Environment)
        http://bananoid.nuclecu.unam.mx/gnome

Selesai salinan.

Lebih Dekat Mengenal GNU

Bismillahirrahmanirrahim.

Ade Malsasa Akbar <teknoloid@gmail.com>

Bila sudah lama Anda menggunakan sistem operasi dengan kernel Linux®, tetapi Anda belum kenal GNU, sudah saatnya sekarang Anda mengenal GNU lebih dekat.

Masalah Persepsi

Dari perjalanan saya berkomunitas, saya mengenali bahwa masalah utama yang menghalangi seseorang mengenal GNU adalah karena dia tidak mengakui GNU sebagai sistem operasi. Ini adalah persepsi, dan persepsi ini bukan tanpa alasan, karena saya temukan juga sebabnya yaitu dia membangun persepsinya hanya berdasar fakta bahwa sampai 1990 GNU tidak memiliki kernel sendiri. Fakta ini ternyata tidak bisa dipakai untuk menolak bahwa GNU adalah sistem operasi. Bagi Anda yang masih memiliki persepsi “GNU bukan sistem operasi karena tidak punya kernel“, mohon hapus dahulu persepsi itu untuk dapat meneruskan membaca artikel ini. Baca lebih lanjut

Mencoba Org Mode di Emacs

Bismillahirrahmanirrahim.

Belum genap satu bulan saya berkenalan dengan Emacs. Saat ini, setelah melihat video perkenalan org-mode, saya pun mencoba org-mode di Emacs. Ternyata, org-mode (organizer mode) ialah fitur yang mampu memproduksi secara otomatis macam-macam dokumen nonplain-text dari ketikan plain-text pengguna, misalnya membuat dokumen LaTeX, PDF, HTML (sekaligus preview), iCalendar (standar format kalender digital, dipakai oleh KOrganizer dan Google Calendar), dan di luar itu, plain-text juga. Dari dokumentasi resmi org-mode http://orgmode.org saya bisa memahami bahwa org-mode secara lengkapnya ialah fasilitas untuk penulisan catatan, diary, presentasi, jadwal, todo list, manajemen, kalender, dan tentu termasuk fitur yang telah saya sebut di atas. Saya termasuk pengguna yang butuh fasilitas organizer serta fitur produksi dokumen LaTeX. Namun saya tidak pernah mikir bahwa dokumen LaTeX bisa dihasilkan tanpa mengetik sintaks source code LaTeX sama sekali seperti org-mode ini (makanya saya sebut, otomatis). Alhasil org-mode ini fasilitas yang luar biasa di GNU Emacs yang patut dikenali oleh saya dan tentunya setiap pengguna GNU/Linux lainnya.

screenshot_20161123_103320

Pada skrinsot Emacs di atas, panel kiri (paling luas) adalah plain-text di dalam org-mode, panel tengah adalah source code LaTeX yang dihasilkan otomatis oleh org-mode, dan panel kiri adalah pratayang PDF dari dokumen LaTeX tersebut. Ya, saya menggunakan ekstensi LaTeX Preview Pane untuk mempratayangkan dokumen LaTeX.

Bila Anda belum pernah mengenal Emacs, terutama yang selama ini hanya mengenal penyunting teks (proprietary) semacam Sublime Text atau Wordpad semata, kini saatnya Anda mengenal Emacs. Coba carilah video-video perkenalan Emacs di internet dan perhatikan dengan saksama. Semoga Anda memperoleh ganti yang lebih baik dengan Emacs.

Anda Sedang Menggunakan GNU

Bismillahirrahmanirrahim.

Apakah Anda sedang menggunakan GNU/Linux? Apakah distribusi Anda, salah satu di antara Slackware sampai Ubuntu? Jika ya, maka Anda sedang menggunakan sistem operasi GNU meskipun kadang tidak Anda sadari. Apa buktinya? Cobalah ingat kembali program-program berikut:

  • bash: GNU Bourne-Again Shell, shell dari sistem operasi GNU sebagai lawan dari UNIX sh.
  • grep: GNU grep, program regex dari GNU sebagai lawan dari UNIX grep.
  • sed: GNU sed, program stream editor dari GNU sebagai lawan dari UNIX sed.
  • awk: GNU awk, program pemindai pola dari GNU sebagai lawan dari UNIX awk.
  • cut: GNU cut, program pemotong teks dari GNU sebagai lawan dari UNIX cut.
  • ls: GNU ls, program listing dari GNU sebagai lawan dari UNIX ls.
  • cp: GNU cp, program copy dari GNU sebagai lawan dari UNIX cp.
  • mv: GNU mv, program move dari GNU sebagai lawan dari UNIX mv.
  • rm: GNU rm, program penghapus dari GNU sebagai lawan dari UNIX rm.
  • dd: GNU dd, program convert & copy (tapi disingkat dd bukan cc; pada zaman UNIX sudah ada kompiler bernama cc) dari GNU sebagai lawan dari UNIX dd.
  • GRUB: GNU Grand Unified Bootloader, bagian dari sistem operasi GNU yang paling pertama start ketika kernel belum start.

Bacalah dokumen man atau info dari setiap nama program yang disebut di atas. Anda akan menemukan bahwa mereka semuanya berasal dari Proyek GNU sebagai bagian dari sistem operasi GNU. Spesial untuk GRUB, cukup lihat layar Anda di baris paling atas maka Anda melihat nama sistem operasinya di situ: GNU. Mereka ternyata tidak berasal dari Proyek Linux, tetapi dari Proyek GNU. Yang berasal dari Proyek Linux misalnya fdisk, blkid, lsblk, dan seterusnya.

Kontras: banyak penulis (bukan beberapa) menulis judul dan isi artikel tutorial mereka dengan nama Linux untuk program-program GNU. Contohnya “Linux bash“, “Linux sed” atau “Linux grub“. Yang seperti ini patut dikoreksi. Yang lebih mendekati kebenaran adalah “GNU bash“, “GNU sed” dan “GNU grub“. Perintah kecil seperti rm, mv, cp, di dalam setiap distribusi GNU/Linux itu semuanya dari GNU juga.

Referensi:

Dokumen Solved di Beberapa Komunitas Free Software Indonesia

Bismillahirrahmanirrahim.

AYO BELAJAR LINUX (Suro Dhemit) https://www.facebook.com/notes/ayo-belajar-linux/daftar-solved-dan-caranya/940654282613244

Ubuntu Indonesia (Matias Prasodjo) https://www.facebook.com/notes/ubuntu-indonesia/dokumen-solved/10151682582304594

Libre Office Indonesia (Agus Purnomo) https://www.facebook.com/notes/libre-office-indonesia/dokumen-solved-libre-office-indonesia/1141619222516314