Anda Sedang Menggunakan GNU

Bismillahirrahmanirrahim.

Apakah Anda sedang menggunakan GNU/Linux? Apakah distribusi Anda, salah satu di antara Slackware sampai Ubuntu? Jika ya, maka Anda sedang menggunakan sistem operasi GNU meskipun kadang tidak Anda sadari. Apa buktinya? Cobalah ingat kembali program-program berikut:

  • bash: GNU Bourne-Again Shell, shell dari sistem operasi GNU sebagai lawan dari UNIX sh.
  • grep: GNU grep, program regex dari GNU sebagai lawan dari UNIX grep.
  • sed: GNU sed, program stream editor dari GNU sebagai lawan dari UNIX sed.
  • awk: GNU awk, program pemindai pola dari GNU sebagai lawan dari UNIX awk.
  • cut: GNU cut, program pemotong teks dari GNU sebagai lawan dari UNIX cut.
  • ls: GNU ls, program listing dari GNU sebagai lawan dari UNIX ls.
  • cp: GNU cp, program copy dari GNU sebagai lawan dari UNIX cp.
  • mv: GNU mv, program move dari GNU sebagai lawan dari UNIX mv.
  • rm: GNU rm, program penghapus dari GNU sebagai lawan dari UNIX rm.
  • dd: GNU dd, program convert & copy (tapi disingkat dd bukan cc; pada zaman UNIX sudah ada kompiler bernama cc) dari GNU sebagai lawan dari UNIX dd.
  • GRUB: GNU Grand Unified Bootloader, bagian dari sistem operasi GNU yang paling pertama start ketika kernel belum start.

Bacalah dokumen man atau info dari setiap nama program yang disebut di atas. Anda akan menemukan bahwa mereka semuanya berasal dari Proyek GNU sebagai bagian dari sistem operasi GNU. Spesial untuk GRUB, cukup lihat layar Anda di baris paling atas maka Anda melihat nama sistem operasinya di situ: GNU. Mereka ternyata tidak berasal dari Proyek Linux, tetapi dari Proyek GNU. Yang berasal dari Proyek Linux misalnya fdisk, blkid, lsblk, dan seterusnya.

Kontras: banyak penulis (bukan beberapa) menulis judul dan isi artikel tutorial mereka dengan nama Linux untuk program-program GNU. Contohnya “Linux bash“, “Linux sed” atau “Linux grub“. Yang seperti ini patut dikoreksi. Yang lebih mendekati kebenaran adalah “GNU bash“, “GNU sed” dan “GNU grub“. Perintah kecil seperti rm, mv, cp, di dalam setiap distribusi GNU/Linux itu semuanya dari GNU juga.

Referensi:

Dokumen Solved di Beberapa Komunitas Free Software Indonesia

Bismillahirrahmanirrahim.

AYO BELAJAR LINUX (Suro Dhemit) https://www.facebook.com/notes/ayo-belajar-linux/daftar-solved-dan-caranya/940654282613244

Ubuntu Indonesia (Matias Prasodjo) https://www.facebook.com/notes/ubuntu-indonesia/dokumen-solved/10151682582304594

Libre Office Indonesia (Agus Purnomo) https://www.facebook.com/notes/libre-office-indonesia/dokumen-solved-libre-office-indonesia/1141619222516314

gNewSense 4 Ucclia Memakai Repositori Debian Wheezy

Bismillahirrahmanirrahim.

Setelah saya instal ulang lagi gNewSense 4 Ucclia sore ini (1 Juni 2016), saya mulai strategi upgrade saya menuju Debian Jessie. Strategi itu sederhana sekali. Pertama, saya harus mengubah Ucclia saya menjadi Wheezy dulu. Baru kemudian saya ubah Wheezy menjadi Jessie. Maka secara teknis saya pertama memutakhirkan Ucclia dengan repositori Ucclia penuh dulu, kedua memutakhirkan Ucclia ke repositori Wheezy penuh, ketiga memutakhirkan Wheezy ke Jessie. Saya tidak tahu apakah libc6 akan mengalami kerusakan fatal lagi seperti dua upgrade sebelumnya. Adapun sources.list saya malam ini adalah demikian:

#deb http://archive.gnewsense.org/gnewsense-three/gnewsense ucclia main
#deb http://archive.gnewsense.org/gnewsense-three/gnewsense ucclia-updates main
#deb http://archive.gnewsense.org/gnewsense-three/gnewsense ucclia-security main

deb http://kambing.ui.ac.id/debian wheezy main
deb http://kambing.ui.ac.id/debian wheezy-updates main
deb http://security.debian.org wheezy/updates main

Tiga baris pertama dinonaktifkan karena upgrade ke arah Ucclia penuh selesai. Sekarang saya beranjak menuju Wheezy penuh dengan tiga baris terakhir.

Kondisi Versi Paket GNU C Library di Repositori gNewSense 4 Ucclia

Bismillahirrahmanirrahim.

Pada gambar di bawah, informasi yang diperoleh adalah:

  • Paket libc6 yang terinstal di gNewSense 4 Ucclia adalah 2.13.
  • Paket libc6 tersedia di repositori ucclia-security/main dan di ucclia/main.
  • Paket libc6 yang dari ucclia-security/main adalah versi 2.13-38+deb7u10.
  • Paket libc6 yang dari ucclia/main adalah versi 2.13-38+deb7u8.
  • Tetapi paket libc6 yang saya perlukan adalah minimal versi 2.15.

 

Screenshot from 2016-05-31 13:37:17

Mencoba gNewSense dengan Repositori Debian

Bismillahirrahmanirrahim.

Saya selalu menggunakan Ubuntu. Sebelumnya tidak pernah menggunakan Debian. Ketika saya mengetahui ternyata paket-paket di dalam gNewSense baik versi 3 atau 4 sangat lawas, saya mencoba mencari repositori yang kompatibel yang versi paket-paketnya lebih baru. gNewSense adalah sistem operasi keturunan Debian. Maka yang terbayang di pikiran saya hanya saya akan mencoba repositori Debian. Mungkin saya akan mencoba sid, repositori Debian versi rolling release yang isinya paling baru dibanding repositori lain. Mungkin juga saya akan coba testing, mungkin saya akan coba stable. Mungkin saya akan mencoba mengenal Debian lebih dekat dari asosiasi antara angka 6, 7, 8 dengan nama Squeeze, Wheezy, Jessie. Saya tidak takut sistem rusak karena saya bisa instal ulang kapan saja. Terima kasih untuk Kang Juang Nakarani.

Setelan sources.list oleh saya di gNewSense 4 saya kemarin adalah seperti ini:

deb http://archive.gnewsense.org/gnewsense/gnewsense/ ucclia main
deb http://archive.gnewsense.org/gnewsense/gnewsense/ ucclia-updates main
deb http://archive.gnewsense.org/gnewsense/gnewsense/ ucclia-security main

Saya sempat menggantinya seperti ini

deb http://archive.gnewsense.org/gnewsense/gnewsense/ ucclia main
deb http://archive.gnewsense.org/gnewsense/gnewsense/ ucclia-updates main
deb http://archive.gnewsense.org/gnewsense/gnewsense/ ucclia-security main
deb http://ftp.debian.org/debian sid main

hanya demi memperoleh GNU C Library versi lebih baru dari 2.13 yang terinstal bawaan di gNewSense 4. Saya memerlukan itu untuk menjalankan sebuah program komunikasi internet. Singkat cerita dengan repositori Debian sid yang saya pakai di gNewSense, saya berhasil menginstal GNU C Library dan berhasil pula menjalankan program tersebut.

Saya karena tidak pernah mencoba Debian, ingin mencoba repositori-repositori Debian yang ada dari stable, testing, sampai sid. Sid punya nama lain unstable. Saya ingin melakukan upgrade terhadap sebuah program yang versinya terlalu lawas saya nilai, maka saya mencoba-coba repositori yang ada satu per satu. Semua ini saya lakukan dengan kesadaran penuh bahwa saya melanggar larangan Debian <em>jangan mencampur repositori berbeda rilis</em>. Saya sengaja demi mengetahui konsekuensi apa yang saya peroleh jika saya upgrade program tersebut. Singkat cerita, terjadi dependency hell sedikit dan saya coba lagi ubah-ubah repositori lain. Akhirnya saya berhasil memperoleh “sudut meriam” yang bagus di repositori Debian testing lalu saya berusaha menginstal pemutakhiran itu dengan memakan data sekitar 400 MB. Singkat cerita saya melakukan restart dan saya dapati gNewSense saya gagal login ke sesi X dengan problem pada X.Org yang gagal start. Salah satu dugaan saya, di sana ada paket yang belum selesai diinstal atau dikonfigurasi oleh dpkg saat pemutakhiran tersebut berlangsung. Saya melakukan restart itu dengan kesadaran penuh bahwa sistem saya akan error.

Saat ini, setelah beberapa percobaan perbaikan saya kerjakan dengan melihat internet di hape, gNewSense saya tetap error. Akhirnya saya instal ulang dan posting ini saya tulis di gNewSense 4 yang baru diinstal. GNU C Library saya kembali ke versi 2.13. Namun tidak mengapa untuk saya. Saya sangat senang sudah bisa berkenalan dengan Debian.

Pelajaran penting yang saya peroleh di sini adalah perkenalan saya dengan repositori-repositori Debian yaitu stable, testing, dan unstable. Saya juga berkenalan dengan repositori Debian jessie yakni nama alias repositori stable yang sekarang. Saya juga belajar bahwa nanti kalau saya dapat kesempatan internetan lagi, saya ingin langsung upgrade gNewSense saya secara total kepada Debian sid agar saya bisa menikmati paket-paket baru. Mungkin itu, mungkin juga repositori lain.

Referensi