Mencari Layanan Mailing List

Bismillahirrahmanirrahim.

Sekarang terasa betapa media komunikasi non-primer (artinya, selain email dan IRC) seperti Telegram terlalu banyak distraksinya. Ada terlalu banyak PM per waktu yang singkat dan ini memblokir konsentrasi saya. Itu belum termasuk pesan membanjir pada grup-grup yang diikuti. Sementara itu, berlawanan kondisinya, proyek-proyek yang butuh konsentasi banyak, dan yang terpenting sekarang proyek Buku Calc I dari Komunitas BLOI, macet karena terblokirnya konsentrasi saya (ya, saya sibuk sekali Oktober ini). Pesan dari satu orang sulit saya baca di Telegram karena tercampur dengan pesan-pesan lain, dan tertumpuk dengan pesan-pesan dia sendiri, tidak seperti di mailing list. Telegram tidak punya archive, mailing list punya (contohnya milik Trisquel). Oleh karena itu, saya sudah mulai memikirkan mengalihkan proyek ke mailing list agar saya bisa konsentrasi penuh dan teman-teman juga bisa. Maka saya harus cari penyedia mailing list (yang bukan Google) dan ini beberapa pranala bagus saya temukan:

Rahasianya, email itu profesional, jadi mailing list itu profesional, para pengembang GNU Project dan KDE Project berkomunikasi pakai mailing list, begitu juga pengembang free software lainnya. Milis itu fokus dan terarah, cocok untuk proyek, tidak seperti Telegram (cocok untuk kursus online saja). Oh ya, dan dengan milis, kita berlatih sama-sama membiasakan diri bekerja & berkoordinasi seperti para pengembang free software.

Maksud hati saya mencari hosting yang sedia GNU Mailman biar rasanya sama persis dengan milis-milis free software (sebab semua proyek pakai Mailman). Namun kalau tak dapat dan waktunya tak cukup, saya pakai yang saya temukan.

Semoga saya bisa.


Tulisan ini berlisensi CC BY-SA 3.0.

Iklan