Memutakhirkan Sistem Operasi Pakai chroot

Bismillahirrahmanirrahim.

Sudah beberapa kali ini saya memutakhirkan OS saya dari OS lain dengan cara chroot (change root). Mungkin Anda penasaran, mestinya OS dimutakhirkan di dalam OS itu sendiri, bagaimana bisa dimutakhirkan dari OS lain? Apalagi si OS yang mau dimutakhirkan sedang rusak (tidak bisa login)? Bukankah pemutakhiran butuh internet? Jawabannya bisa dan internetnya “menumpang” OS lain tersebut. Terdengar ajaib, tetapi begitulah, di dunia GNU, hal semacam itu biasa. Biasanya saya melakukan pemutakhiran macam ini untuk OS-OS saya yang sedang rusak (akibat salah dependensi) agar kembali normal. Saya menulis aneka ulasan OS untuk UbuntuBuzz jadi saya sering sekali ganti-ganti OS GNU/Linux dan sering alami kerusakan (yang tidak saya permasalahkan). Jadi singkat cerita, chroot berguna untuk memasuki & memberikan internet dari OS yang sedang aktif kepada OS yang dituju.

Resep chroot saya:

sudo mount --bind /proc ./proc

sudo mount --bind /sys ./sys

sudo mount --bind /dev ./dev

sudo mount --bind /dev/pts ./dev/.pts

sudo chroot .

Apabila saya memperoleh prompt #, maka chroot menuju OS tujuan berhasil. Saya tinggal melakukan:

# apt-get upgrade

atau saya lebih suka:

# apt-get -V -y full-upgrade | tee --append catatan-pemutakhiran.txt

Selepas saya berhasil memasuki lingkungan chroot, berarti ada 2 OS: OS yang men-chroot-i dan OS yang di-chroot-i. OS yang mau saya mutakhirkan ialah yang di-chroot-i. Maka saya tidak lagi berada di OS yang aktif, tetapi saya berada di dalam OS yang dituju itu tadi. Maka apabila saya jalankan perintah, maka perintahnya adalah milik si OS yang di-chroot-i. Apa artinya? Ya artinya saya bisa memutakhirkan OS yang di-chroot-i ini. Internetnya bagaimana? Ya internetnya menumpang internet milik OS yang men-chroot-i. Canggih, ya?

Saya menulis begini sebab saya sedang memutakhirkan KDE neon 5.12 saya yang sedang mengalami gagal login akibat salah dependensi. Total kebutuhan unduhannya sebanyak 800 paket sebesar 1GB+ dengan kebutuhan ruang sekitar 1.5GB. Alhamdulillah kecepatan unduhannya mencapai 4MB/s dengan lancarnya.

Dolphin memperlihatkan 2 partisi: kanan yang men-chroot-i, kiri yang di-chroot-i; bawah proses pemutakhiran

Proses pemutakhiran dengan kecepatan seperti itu dan Solid State Disk memakan waktu 30 menit. Ini termasuk sangat-sangat cepat.

Prosesi pemutakhiran pada OS yang di-chroot-i selesai dilihat dari OS yang men-chroot-i

Alhamdulillah.


Tulisan ini berlisensi CC BY-SA 3.0.

Upgrade KDE Plasma di Neon OS

Bismillahirrahmanirrahim.

Sebab saya instal KNotes di Neon 5.10.3 dengan versi KDE Plasma yang sama dengan OS-nya, Neon saya broken fatal sampai tidak bisa mengeksekusi binary semua program KDE (termasuk display manager, Spectacle, bahkan file manager). Neon saya blank screen ketika login. Masalah ini persis seperti sebelumnya jadi saya tahu obatnya cukup sudo apt-get upgrade. Masalahnya, unduhannya mencapai 300MB lebih. Masalah terselesaikan malam ini 21 Juli 2017 setelah sudo apt-get upgrade rampung dan Neon saya sembuh. Kecepatan unduhan sekitar 200-300KB/s memakai @wifi.id dan rampung dalam kisaran waktu 20 menit.

Catatan I: pada upgrade ini Plasma saya masihlah 5.10.3 padahal hari ini sudah dirilis 5.10.4 di repositori Neon User Edition yang saya pakai.

Catatan II: barulah setelah upgrade ini saya melihat versi 5.10.4 tersedia di repo.

Upgrade KDE Plasma Desktop ke 5.9 di GNU/Linux

Bismillahirrahmahirrahim.

Malam ini saya melakukan sudo apt-get upgrade dan sudo apt-get dist-upgrade di sistem operasi Neon 5.8. Kedua upgrade ini memakan bandwidth sekitar 500MB (400MB + 100MB) dan selesai dalam waktu 15 menit. Hasil upgrade sangat baik dan tidak ada error bahkan menghilangkan crash pada KOrganizer yang sempat terjadi malam ini. KDE Plasma saya di Neon ini termutakhirkan ke versi 5.9.1 sekarang, lebih baru satu point dari Plasma 5.9 yang saya ulas Selasa kemarin. Neon adalah sistem operasi GNU/Linux turunan Ubuntu yang dibuat oleh Proyek KDE sebagai showcase setiap ada rilis KDE Plasma terbaru. Baca lebih lanjut