Membeli Secara Anonim? Miliki Email Anonim!

Bismillahirrahmanirrahim.

Membeli barang lewat internet itu bisa anonim. Anonim berarti sama seperti di pasar-pasar: Anda tidak menyerahkan atau sesedikit mungkin membiarkan identitas lengkap Anda ke pihak lain. Praktiknya, Anda bisa membuat satu akun tanpa nama asli di toko internet favorit Anda dan mengarahkan setiap pembelian ke alamat asli tetapi tanpa nama lengkap Anda. Praktik ini sudah beberapa kali saya praktikkan dan sukses. Namun malam ini saya menemui masalah (di antaranya juga karena kibor rusak dan kondisi kesehatan) tidak bisa verifikasi karena saya lupa memasukkan tambahan email pada akun anonim saya sebelum saya membeli. Toko internet satu ini tiba-tiba saja mencegat login saya dengan minta verifikasi (ini sudah sering saya rasakan pada toko satu ini, padahal beberapa menit sebelumnya saya masih login) setelah saya berhasil membayar dan saya tidak bisa login karena semua lini login tidak saya punya. Email yang saya pasang di situ adalah email 10 menitan. Dan, kesalahan saya adalah saya belum memasukkan email alternatif ke situ sebelumnya. Jadi kesimpulannya selalulah masukkan email alternatif (yang juga anonim, tentu) ke akun toko internet Anda segera setelah membuat akun. Jaga privasi Anda, perhatikan anonimitas Anda, dan selalu siaga jauh sebelum didahului oleh toko maupun kesalahan pribadi Anda sendiri. Anda yang peduli privasi tentu tidak akan membuat akun Gmail, maka saya rekomendasikan BitMessage Email atau ProtonMail yang bisa diperoleh gratis. Miliki satu akun email anonim yang akan Anda pakai membeli berkali-kali. Adapun kepada toko internet, tolong dukunglah dan prioritaskanlah privasi dan anonimitas pembeli. Semoga catatan ini berguna.


Tulisan ini berlisensi CC BY-SA 3.0.

Iklan

Pentingnya Privasi, Privasi Tidaklah Aneh

Bismillahirrahmanirrahim.

Jumat, 22 Juni 2018.

Privasi itu penting. Privasi dalam transaksi di internet juga penting. Bukanlah aneh orang yang tidak memiliki nomor telepon, tidak punya “WhatsApp”, tidak punya “Facebook”, asalkan dia mau membeli barang Anda. Siang ini saya mengontak seorang penjual di internet dan dia merasa aneh sekali (dia ucapkan “aneh” berulang-ulang) dengan saya yang minta nomor rekening dikirim ke email saya (ProtonMail, bukan Gmail). Transaksi batal dengan ucapan penjual “soalnya Anda aneh”. Saya tidak jadi beli padahal saya perlu barangnya dan hanya dia yang menjual barang tersebut. Kesimpulannya, sang penjual online ini belum sadar pentingnya privasi dan belum bisa menghargai orang lain yang mementingkan privasi pada porsinya. Semoga barang dagangan si penjual laris terjual dan berberkah.

Umumnya penjual online menilai segala-galanya berdasarkan “nilai-nilai konsumen” seperti popularitas, gak umum = gak baek, fitur, kecantikan, kemurahan, dsb., dan karena itulah mereka tidak punya alasan untuk menolak WhatsApp dan Facebook dan sulit menghargai pembeli yang hanya mampu berkomunikasi lewat email. Apabila ada orang pincang mau beli sandal, apakah Anda suruh dia sembuh dulu baru Anda jual kepadanya, atau Anda jual sekemampuan si pincang itu? Kalau Anda bisa menjualnya, kenapa tidak untuk saya? Semoga dengan tulisan ini Anda jadi mengerti.

Bagi keumuman orang, membeli lewat “WhatsApp” atau “Facebook” atau SMS (dengan mengorbankan seluruh privasi) tidak masalah. Ingat bahwa WhatsApp dan Facebook juga adalah proprietary software. Tetapi itu mereka, bukan saya, tidakkah Anda berpikir penolakan Anda akan menyakiti calon pembeli? Apa perlunya menunggu banyak orang sadar privasi dulu baru Anda menjual, padahal saya siap beli sekarang juga? Semoga dengan permisalan ini Anda menjadi paham.

Privasi itu tidak aneh. Saya bisa mengujinya di depan Anda: cobalah berikan semua (ya, semua) akun online Anda username-nya dan password-nya ke saya, berikan juga semua fotokopi tanpa editan surat-surat berharga Anda, biar saya membukanya dan memublikasikan yang ada di dalamnya ke media internet dan media massa. Orang-orang yang melihat publikasi itu bisa memublikasikan balik ke tempat-tempat lain dan termasuk ke Darknet. Kalau jawaban Anda tidak, ya berarti Anda sadar privasi, privasi itu penting buat Anda dan saya. Apa bedanya dengan saya yang tidak punya nomor telepon dan hanya bisa beremail? Semoga dengan mempelajari Anda jadi mengerti.

Maka belajarlah tentang privasi internet. Saya sudah memulai wiki PRIVA yang berbahasa Indonesia untuk Anda semuanya. Dan jika Anda berjual beli di internet, tolong hargailah pembeli yang menjaga privasinya.


Tulisan ini berlisensi CC BY-SA 3.0.