Mengapa GNU/Linux Kebal Malware?

Bismillahirrahmanirrahim.

Ade Malsasa Akbar <teknoloid@gmail.com>

Saya percaya keingintahuan masyarakat tentang alasan keamanan GNU/Linux terhadap malware harus memperoleh jawaban yang sederhana dan jelas. Saya berusaha menyarikan sisi-sisi terpenting yang memang sebabnya GNU/Linux kebal malware, kebal ransomware, dibandingkan sistem operasi Microsoft Windows. Tulisan ini hanyalah ringkasan yang tidak menyertakan seluruh alasan teknis. Semoga ini menjawab kebutuhan masyarakat. Baca lebih lanjut

Mencegah Kerugian Akibat Ransomware

Bismillahirrahmanirrahim.

Ade Malsasa Akbar <teknoloid@gmail.com>

Target tulisan ini adalah mencegah kerugian akibat ransomware di masyarakat dan pemerintahan Indonesia dengan sarana free software dan GNU/Linux. Ringkasnya penggunalah yang harus berbenah secepatnya karena pengembang Windows maupun ransomware tidak mau berbenah. Mereka tidak melepas produknya sebagai free software, yaitu software yang menghormati kebebasan pengguna dan masyarakat, dan itu sebabnya pengguna dirugikan. Tulisan ini untuk para pengguna Windows yang sudah siap mencegah ransomware.

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan bertopik ransomware lainnya yaitu Menyoal Ransomware 2016, Solusi Ransomware 2016, Ransomware Bohongan 2017, Menyoal Ransomware 2017 & Solusinya, dan Kenapa Anda Baru Sadar Sekarang. Baca lebih lanjut

Ransomware Mei 2017, Kenapa Anda Baru Sadar Sekarang?

Bismillahirrahmanirrahim.

Di Mei 2017 ini ramailah forum-forum GNU/Linux di Indonesia akan kasus ransomware. Saya setidaknya telah menulis bahaya ransomware di 2016 dan saya ulangi di Januari 2017. Pertanyaannya kenapa banyak orang baru sadar sekarang? Di antara jawabannya karena tidak tahu sumber masalahnya adalah nonfree software (proprietary software). Ransomware adalah nonfree software dan oleh karena itu dia mencelakakan pengguna, tidak adil terhadap pengguna, dan terbukti menyandera data pengguna. Kasusnya sama saja dengan nonfree software lain yaitu pengembang ransomware menancapkan kekuasaan mutlak atas penggunanya dan pengguna tidak berdaya. Tulisan ini meringkas tulisan-tulisan sebelumnya demi menyadarkan pembaca betapa berbahayanya nonfree software. Baca lebih lanjut

Masalah Ransomware 2017 & Solusinya

Bismillahirrahmanirrahim.

Ade Malsasa Akbar <teknoloid@gmail.com>

Saya telah beberapa kali menulis artikel bertopik ransomware dalam kurun 2016-2017 ini. Tujuan saya jelas yaitu meyakinkan Anda nonfree software adalah masalah sosial dan free software solusinya. Ransomware adalah nonfree software dan karena itu dia adalah masalah dan free software solusinya. Tulisan bertopik ransomware kali ini meringkas tulisan-tulisan sebelumnya. Judul tulisan kali ini memakai kata kunci yang lebih mungkin digunakan orang awam mayoritas di mesin pencari.

Tulisan saya sebelumnya adalah Menyoal Ransomware 2016, Solusi Ransomware 2016, dan Ransomware Bohongan 2017. Baca lebih lanjut

Menyoal Kasus Ransomware Bohong-Bohongan

Bismillahirrahmanirrahim.

Ade Malsasa Akbar <teknoloid@gmail.com>

Tulisan ini saya buat untuk saling mengingatkan sesama pengguna GNU/Linux atas kabar ransomware yang “katanya” menyerang GNU/Linux pada awal 2017 ini. Ini justru kabar bagus bagi para pengguna free software. Peringatan yang perlu Anda ketahui adalah: inilah kenapa semua nonfree software harus ditolak dan dihapuskan secara mutlak. Saya bagi tulisan pendek ini jadi 2 bagian, andai terjadi dan andai tidak terjadi. Tulisan ini berbicara secara nonteknis, pada konsep fundamental yang bernama software freedom, yang dengan itu tampak jelas siapa yang salah dan bagaimana solusinya tanpa debat sama sekali. Baca lebih lanjut

Solusi Kasus Ransomware 2016 di Windows

Bismillahirrahmanirrahim.

Tulisan ini menyampaikan solusi singkat atas kasus-kasus ransomware 2016 yang sudah mengenai banyak pengguna Windows di Indonesia. Ransomware seperti Cerber3 atau Zepto sudah menyandera data-data dari banyak sekali pengguna Windows di Indonesia, yang data itu tidak bisa dikembalikan lagi selamanya. Tulisan ini adalah ringkasan dari tulisan Menyoal Ransomware Windows sebelumnya. Setiap risiko penggunaan dari tulisan ini adalah tanggung jawab masing-masing pembaca, bukan saya. Semoga tulisan ini bermanfaat. (Ade Malsasa Akbar, teknoloid@gmail.com) Baca lebih lanjut

Menyoal Kasus Ransomware 2016 di Windows

Bismillahirrahmanirrahim.

Saya menulis esai ini akibat 3 hari ini saya terus menerus melihat pertanyaan di forum-forum dari penanya yang berbeda mengenai ransomware, apakah itu Cerber3 atau Zepto, yang semuanya terjadi di Windows. Bagi Anda pengguna Windows, waspadalah darinya dan dari proprietary software lainnya. Ransomware adalah salah satu program perusak dari kategori malware, mirip seperti virus, tetapi kerjanya menyandera data-data pengguna komputer dan meminta tebusan uang. Data yang disandera itu dienkripsi dan tidak bisa dibuka selama-lamanya kecuali korban membayar uang kepada vendor dari ransomware tersebut. Maraknya kasus ransomware ini ternyata terjadi tidak hanya di Indonesia, tetapi secara internasional, bahkan dilansir di beberapa situs sebagai “tren” kasus tahun 2016. Kasus ransomware adalah kriminalitas, pelakunya adalah kriminil, dan korbannya tidak diragukan lagi merugi besar karenanya. Namun yang mau saya soroti di sini adalah ransomware itu sendiri dan hubungannya dengan free software. (Ade Malsasa Akbar, teknoloid@gmail.com) Baca lebih lanjut