Berhasil Upgrade gNewSense 4 Ucclia Menjadi Debian Jessie

Bismillahirrahmanirrahim.

Baru saja proses apt-get upgrade saya berhasil dengan baik dan menyeluruh tanpa error. Seperti saya sebutkan di posting sebelumnya, saya melakukan strategi pertama upgrade total ke Ucclia penuh, kedua upgrade total ke Wheezy penuh, ketiga upgrade total ke Jessie penuh. Saat ini, gNewSense 4 Ucclia saya telah memiliki paket-paket terinstal dengan versi baru setara dengan Debian Jessie. Versi paket libc6 saya pun 2.19 sekarang. Tujuan saya tercapai.

sources.list

Berikut sources.list saya dalam keberhasilan ini:

#deb http://archive.gnewsense.org/gnewsense-three/gnewsense ucclia main
#deb http://archive.gnewsense.org/gnewsense-three/gnewsense ucclia-updates main
#deb http://archive.gnewsense.org/gnewsense-three/gnewsense ucclia-security main

#deb http://kambing.ui.ac.id/debian wheezy main
#deb http://kambing.ui.ac.id/debian wheezy-updates main
#deb http://security.debian.org wheezy/updates main

deb http://kambing.ui.ac.id/debian jessie main
deb http://kambing.ui.ac.id/debian jessie-updates main
deb http://security.debian.org jessie/updates main

Keterangan

Upgrade total dari wheezy ke jessie di gNewSense 4 Ucclia saya memerlukan unduhan sebanyak 500 paket lebih. Upgrade ini berhasil tanpa error dan tanpa konflik. Ketika selesai upgrade, saya mencoba masuk sesi X11 dengan menyalakan servis /etc/init.d/gdm3. Servis menyala dan saya memasuki wallpaper Jessie di gNewSense saya. Namun saya melihat pertanda bahwa gnome-shell belum terinstal sempurna, maka saya lakukan apt-get install gnome-shell dan langkah ini memerlukan unduhan sebanyak 500 paket lebih pula. Saya jalani semua sampai selesai. Akhirnya, saya bisa masuk ke desktop GNOME 3.14 dan saya menulis posting ini. Alhamdulillah.

gNewSense 4 Ucclia Memakai Repositori Debian Wheezy

Bismillahirrahmanirrahim.

Setelah saya instal ulang lagi gNewSense 4 Ucclia sore ini (1 Juni 2016), saya mulai strategi upgrade saya menuju Debian Jessie. Strategi itu sederhana sekali. Pertama, saya harus mengubah Ucclia saya menjadi Wheezy dulu. Baru kemudian saya ubah Wheezy menjadi Jessie. Maka secara teknis saya pertama memutakhirkan Ucclia dengan repositori Ucclia penuh dulu, kedua memutakhirkan Ucclia ke repositori Wheezy penuh, ketiga memutakhirkan Wheezy ke Jessie. Saya tidak tahu apakah libc6 akan mengalami kerusakan fatal lagi seperti dua upgrade sebelumnya. Adapun sources.list saya malam ini adalah demikian:

#deb http://archive.gnewsense.org/gnewsense-three/gnewsense ucclia main
#deb http://archive.gnewsense.org/gnewsense-three/gnewsense ucclia-updates main
#deb http://archive.gnewsense.org/gnewsense-three/gnewsense ucclia-security main

deb http://kambing.ui.ac.id/debian wheezy main
deb http://kambing.ui.ac.id/debian wheezy-updates main
deb http://security.debian.org wheezy/updates main

Tiga baris pertama dinonaktifkan karena upgrade ke arah Ucclia penuh selesai. Sekarang saya beranjak menuju Wheezy penuh dengan tiga baris terakhir.

sources.list untuk gNewSense 4 Ucclia

Bismillahirrahmanirrahim.

Situs resmi gNewSense belum memiliki satu pun entri untuk setelan sources.list yang benar bagi gNewSense 4 Ucclia pada saat saya menulis ini. Adapun entri sources.list untuk gNewSense 3 Parkes ada di http://www.gnewsense.org/Main/ReposRefs. Saya akhirnya melakukan percobaan dan saya menggunakan ini sekarang di gNewSense 4 Ucclia:

deb http://id.archive.gnewsense.org/gnewsense-three/gnewsense ucclia main
deb http://id.archive.gnewsense.org/gnewsense-three/gnewsense ucclia-updates main
deb http://id.archive.gnewsense.org/gnewsense-three/gnewsense ucclia-security main

Keterangan:
  • Kode negara id di depan alamat repositori adalah saran dari situs gNewSense sendiri. Adapun mirror di Indonesia untuk gNewSense adalah Kambing dari Universitas Indonesia.
  • gNewSense 4 Ucclia memiliki 3 jenis repositori yaitu ucclia, ucclia-updates, dan ucclia-security. Sedangkan untuk komponen repositorinya hanya ada main saja karena gNewSense tidak memiliki proprietary software di dalam repositorinya.
  • Nama direktori induk untuk ucclia ini adalah gnewsense-three. Sedikit aneh mengingat ucclia adalah versi 4 yang mungkin seharusnya bernama gnewsense-four.

Tambahan:

  • gNewsense mengaktifkan repositori source code (deb-src) secara default. Bagi pengguna yang bukan hacker dan jaringan internetnya terbatas, repositori ini bisa dinonaktifkan.
  • Ketika reloading berlangsung, apt akan menampilkan warning bahwa ada duplicate entries dari sources.list.
  • Warning tersebut berasal dari berkas debian.list dan gnewsense.list yang berada pada direktori /etc/apt/sources.list.d/.
  • Sebaiknya debian.list dan gnewsense.list dinonaktifkan saja.

Mencoba gNewSense dengan Repositori Debian

Bismillahirrahmanirrahim.

Saya selalu menggunakan Ubuntu. Sebelumnya tidak pernah menggunakan Debian. Ketika saya mengetahui ternyata paket-paket di dalam gNewSense baik versi 3 atau 4 sangat lawas, saya mencoba mencari repositori yang kompatibel yang versi paket-paketnya lebih baru. gNewSense adalah sistem operasi keturunan Debian. Maka yang terbayang di pikiran saya hanya saya akan mencoba repositori Debian. Mungkin saya akan mencoba sid, repositori Debian versi rolling release yang isinya paling baru dibanding repositori lain. Mungkin juga saya akan coba testing, mungkin saya akan coba stable. Mungkin saya akan mencoba mengenal Debian lebih dekat dari asosiasi antara angka 6, 7, 8 dengan nama Squeeze, Wheezy, Jessie. Saya tidak takut sistem rusak karena saya bisa instal ulang kapan saja. Terima kasih untuk Kang Juang Nakarani.

Setelan sources.list oleh saya di gNewSense 4 saya kemarin adalah seperti ini:

deb http://archive.gnewsense.org/gnewsense/gnewsense/ ucclia main
deb http://archive.gnewsense.org/gnewsense/gnewsense/ ucclia-updates main
deb http://archive.gnewsense.org/gnewsense/gnewsense/ ucclia-security main

Saya sempat menggantinya seperti ini

deb http://archive.gnewsense.org/gnewsense/gnewsense/ ucclia main
deb http://archive.gnewsense.org/gnewsense/gnewsense/ ucclia-updates main
deb http://archive.gnewsense.org/gnewsense/gnewsense/ ucclia-security main
deb http://ftp.debian.org/debian sid main

hanya demi memperoleh GNU C Library versi lebih baru dari 2.13 yang terinstal bawaan di gNewSense 4. Saya memerlukan itu untuk menjalankan sebuah program komunikasi internet. Singkat cerita dengan repositori Debian sid yang saya pakai di gNewSense, saya berhasil menginstal GNU C Library dan berhasil pula menjalankan program tersebut.

Saya karena tidak pernah mencoba Debian, ingin mencoba repositori-repositori Debian yang ada dari stable, testing, sampai sid. Sid punya nama lain unstable. Saya ingin melakukan upgrade terhadap sebuah program yang versinya terlalu lawas saya nilai, maka saya mencoba-coba repositori yang ada satu per satu. Semua ini saya lakukan dengan kesadaran penuh bahwa saya melanggar larangan Debian <em>jangan mencampur repositori berbeda rilis</em>. Saya sengaja demi mengetahui konsekuensi apa yang saya peroleh jika saya upgrade program tersebut. Singkat cerita, terjadi dependency hell sedikit dan saya coba lagi ubah-ubah repositori lain. Akhirnya saya berhasil memperoleh “sudut meriam” yang bagus di repositori Debian testing lalu saya berusaha menginstal pemutakhiran itu dengan memakan data sekitar 400 MB. Singkat cerita saya melakukan restart dan saya dapati gNewSense saya gagal login ke sesi X dengan problem pada X.Org yang gagal start. Salah satu dugaan saya, di sana ada paket yang belum selesai diinstal atau dikonfigurasi oleh dpkg saat pemutakhiran tersebut berlangsung. Saya melakukan restart itu dengan kesadaran penuh bahwa sistem saya akan error.

Saat ini, setelah beberapa percobaan perbaikan saya kerjakan dengan melihat internet di hape, gNewSense saya tetap error. Akhirnya saya instal ulang dan posting ini saya tulis di gNewSense 4 yang baru diinstal. GNU C Library saya kembali ke versi 2.13. Namun tidak mengapa untuk saya. Saya sangat senang sudah bisa berkenalan dengan Debian.

Pelajaran penting yang saya peroleh di sini adalah perkenalan saya dengan repositori-repositori Debian yaitu stable, testing, dan unstable. Saya juga berkenalan dengan repositori Debian jessie yakni nama alias repositori stable yang sekarang. Saya juga belajar bahwa nanti kalau saya dapat kesempatan internetan lagi, saya ingin langsung upgrade gNewSense saya secara total kepada Debian sid agar saya bisa menikmati paket-paket baru. Mungkin itu, mungkin juga repositori lain.

Referensi

Sistem Manajemen Paket 1: Menengok Kegunaan apt-cache

Bismillahirrahmanirrahim.

Apa sebenarnya kegunaan apt-cache? Dari satu kawanan apt berjumlah 11 perintah yang terdiri dari apt-add-repository, apt-config, apt-get, apt-mark, apt-cache, apt-extracttemplates, apt-internal-solver, apt-cdrom, apt-ftparchive, apt-key, dan apt-sortpkgs, apa istimewanya apt-cache? Saya putuskan menulis terkait sistem manajemen paket Ubuntu dan berseri kali ini. Saya berusaha menjelaskan setiap argumen apt-cache dengan dua contoh, satu paket telah terinstal dan satu paket belum. Semoga bisa dilanjutkan. Baca lebih lanjut