Mengapa GNU/Linux Aman?

Bismillahirrahmanirrahim.

Ade Malsasa Akbar <teknoloid@gmail.com>

Tulisan ini menjelaskan alasan mengapa GNU/Linux aman, dan keamanan GNU/Linux lebih tinggi dibanding Windows. Tulisan ini juga menampakkan alasan yang jelas disertai referensi kenapa Windows tidak aman. Kuncinya cukup 3 poin: kemerdekaan pengguna, hak atas source code, dan power & control. Dengan 3 kunci ini Anda mampu memahami alasan konkretnya kenapa GNU/Linux aman dan kenapa Windows (nonfree software) mustahil aman. Baca lebih lanjut

Free Software dan Keputusan

Bismillahirrahmanirrahim.

Ade Malsasa Akbar <teknoloid@gmail.com>

Kepada orang yang tidak mementingkan pembedaan antara nonfree dan free software saya sampaikan fakta status lisensi software menentukan keputusan pengguna. Apabila status lisensinya free software, maka keputusan pengguna di tangan pengguna. Namun sebaliknya, apabila status lisensinya nonfree software, maka keputusan pengguna di tangan pengembang. Nonfree software menghapus hak pengguna memutuskan menolong diri sendiri dan menolong orang lain, tetapi sebaliknya, free software menunaikan total hak-hak itu. Perbedaan yang sangat jauh ini berhak diketahui semua pengguna software agar mereka tidak tertipu dan tidak dirugikan. Baca lebih lanjut

Itu Salah Nonfree Software, Bukan Komunitas GNU/Linux

Bismillahirrahmanirrahim.

Ade Malsasa Akbar <teknoloid@gmail.com>

Pernah menyangka jumlah software untuk GNU/Linux “terlalu sedikit“? Pernah menyalahkan komunitas free software karenanya? Sangkaan tersebut salah alamat karena yang salah adalah nonfree software dan pengembangnya, bukan komunitas. Salahkan nonfree software, jangan salahkan komunitas free software. Tulisan ini menjabarkan fakta apa adanya dan berusaha mencegah Anda menyalahkan orang yang tak bersalah. Tulisan ini adalah lanjutan artikel berantai Nonfree Software Merugikan dan Apa Pentingnya Source Code. Baca lebih lanjut

Nonfree Software Merugikan

Bismillahirrahmanirrahim.

Ade Malsasa Akbar <teknoloid@gmail.com>

Mengapa komunitas free software menolak proprietary software? Karena proprietary software merugikan semua pengguna. Ketika printer atau perangkat WLAN atau VGA Anda tidak berfungsi di GNU/Linux, itu karena proprietary software, dan itulah sumber masalah Anda. Masalah Anda bukan GNU/Linux, masalah Anda ialah proprietary software. Masalah Anda bukanlah harga software dan bukan “legalitas” tetapi proprietary software. Istilah “proprietary software” sama dengan “nonfree software”. Tulisan ini menunjukkan kondisi lapangan sebenarnya agar Anda bisa menilai siapa yang bersalah dan apa solusinya. Baca lebih lanjut

Takhayul Pengguna Software Masa Kini

Bismillahirrahmanirrahim.

Ade Malsasa Akbar <teknoloid@gmail.com>

Takhayul menurut KBBI bisa berarti “(sesuatu yang) hanya ada dalam khayal belaka” dan bisa berarti pula “kepercayaan kepada sesuatu yang dianggap ada atau sakti, tetapi sebenarnya tidak ada atau tidak sakti”. Yang mana pun dari kedua sifat ini terbukti kepada sejumlah anggapan turun temurun mengenai nonfree software. Yang mesti Anda perhatikan ialah faktanya bukan jumlah penggunanya. Jangan tertipu manfaat teknis dan jangan tertipu siapa penggunanya. Pengguna nonfree software itu ditindas dan ditipu, dan mereka adalah tetangga-tetangga kita, oleh karena itu mereka patut kita tolong. Artikel singkat hendak menolong Anda mengenali takhayul-takhayul nonfree software dan bukti-bukti bantahannya. Baca lebih lanjut

Nonfree Software Mengkriminalkan Pengguna

Bismillahirrahmanirrahim.

Ade Malsasa Akbar <teknoloid@gmail.com>

Satu bukti jeleknya nonfree software ialah mereka mengkriminalkan pengguna. Pengembang-nya dan software-nya sama-sama mengkriminalkan masyarakat. Pemikiran di balik nonfree software itu memandang bahwa semua pengguna adalah kriminil, kecuali hanya yang tunduk taat di bawah lisensinya. Bahkan di Indonesia ini ada organisasi yang mengumumkan sayembara berhadiah bagi warga Indonesia yang rela tetangganya masuk penjara dengan tuduhan “pembajak” (tuduhan ini kotor dan fitnah). Tidak ada sejarahnya pengguna software masuk penjara kecuali software itu pasti nonfree. Baca lebih lanjut

Apa Pentingnya Source Code?

Bismillahirrahmanirrahim.

Ade Malsasa Akbar <teknoloid@gmail.com>

Tulisan ini diketik tanggal 12 diterbitkan 24 Februari dan masih belum rampung.

Jika Anda mendengar orang mengatakan pengguna akhir tidak berhak atas source code software, orang itu sedang menipu Anda. Dia ingin mengendalikan Anda dan orang lain, sehingga para pengguna tidak berdaya kecuali bergantung kepada satu pengembang yang esa, itu motifnya. Saya akan tunjukkan bahwa hak akses atas source code ialah hak pengguna yang tidak bisa dicabut. Oleh karena itu, hak atas source code ialah esensial bagi pengguna. Baca lebih lanjut