Itu Salah Nonfree Software, Bukan Komunitas GNU/Linux

Bismillahirrahmanirrahim.

Ade Malsasa Akbar <teknoloid@gmail.com>

Pernah menyangka jumlah software untuk GNU/Linux “terlalu sedikit“? Pernah menyalahkan komunitas free software karenanya? Sangkaan tersebut salah alamat karena yang salah adalah nonfree software dan pengembangnya, bukan komunitas. Salahkan nonfree software, jangan salahkan komunitas free software. Tulisan ini menjabarkan fakta apa adanya dan berusaha mencegah Anda menyalahkan orang yang tak bersalah. Tulisan ini adalah lanjutan artikel berantai Nonfree Software Merugikan dan Apa Pentingnya Source Code. Baca lebih lanjut

Apa Pentingnya Source Code?

Bismillahirrahmanirrahim.

Ade Malsasa Akbar <teknoloid@gmail.com>

Tulisan ini diketik tanggal 12 diterbitkan 24 Februari dan masih belum rampung.

Jika Anda mendengar orang mengatakan pengguna akhir tidak berhak atas source code software, orang itu sedang menipu Anda. Dia ingin mengendalikan Anda dan orang lain, sehingga para pengguna tidak berdaya kecuali bergantung kepada satu pengembang yang esa, itu motifnya. Saya akan tunjukkan bahwa hak akses atas source code ialah hak pengguna yang tidak bisa dicabut. Oleh karena itu, hak atas source code ialah esensial bagi pengguna. Baca lebih lanjut

sK1 0.9.3 dengan Kompilasi Manual dari Kode Sumber

Bismillahirrahmanirrahim.

Sudah lama saya ingin mencoba sK1. Terutama setelah tahu ada fitur multitab di sK1. Akhirnya saya bisa mencobanya hari ini juga di Ubuntu 12.04 i386 saya. Alhamdulillah kompilasi dengan melalui beberapa error akhirnya sukses.

Hasil


sk1-sumber

Dependensi


  • libx11-dev
  • libxcursor-dev
  • libcairo2-dev
  • liblcms2-dev
  • libxext-dev
  • tk8.6-dev (or tk8.5-dev)
  • python-dev
  • python-cairo-dev
  • python-tk
  • python-gtk2
  • python-imaging
  • python-reportlab
  • python-cairo

Versi one-liner: libx11-dev libxcursor-dev libcairo2-dev liblcms2-dev libxext-dev tk8.6-dev (or tk8.5-dev) python-dev python-cairo-dev python-tk python-gtk2 python-imaging python-reportlab python-cairo

Instal semua dulu baru kompil dari kode sumber. Gampang. Pakai apt beres semua itu. Kode warna biru adalah dependensi untuk running setelah diinstal.

Kode Sumber


sk1-0.9.3.tar.gz

Baca lebih lanjut

Inkscape 0.91 dengan Kompilasi Manual dari Kode Sumber

Bismillahirrahmanirrahim.

multiple-version-libreoffice28

multiple-version-libreoffice20

  1. http://wiki.inkscape.org/wiki/index.php/CompilingUbuntu (saya ikuti tutorial di sini dan berhasil)
  2. http://www.phoronix.com/scan.php?page=news_item&px=MTY3NDQ (versi ini jadi menarik karena Phoronix bilang performanya meningkat)
  3. http://wiki.inkscape.org/wiki/index.php/Release_notes/0.91 (bukti omongan Phoronix)
  4. http://inkscapetutorials.wordpress.com/category/0-91-new-features/(kumpulan skrinsot yang bikin tertarik)
  5. http://sourceforge.net/projects/inkscape/files/inkscape/0.91pre1/ (kode sumbernya)

Ini pertama kalinya saya berhasil melakukan kompilasi manual dari kode sumber. Memang ini memakan waktu selama ~2 jam, tetapi ini hal yang saya tunggu-tunggu sejak pertama kali saya menggunakan Linux. Hasilnya, Inkscape 0.91 (terbaru saat ini) bisa saya instal di folder pilihan saya berdampingan dengan Inkscape 0.48. Memang terasa Inkscape 0.91 ini punya fitur baru yang banyak. Salah satunya beberapa perubahan tampilan pada scrollbar dan fitur Measure Tool.

Kesimpulan: untuk berhasil melakukan kompilasi dari kode sumber, seluruh dependensi kompilasi harus sudah dilengkapi sebelumnya. Dependensi bisa diketahui pada dokumentasi resmi aplikasi yang bersangkutan.

multiple-version-libreoffice29

multiple-version-libreoffice27

multiple-version-libreoffice26

 

Terima kasih untuk akang Fauzy Edugawa yang sudah bertanya cara instal 0.91 di Ubuntu. Tanpa pertanyaan akang, saya tidak akan tergerak untuk menginstal dari kode sumber.