Artikel KDE Setelah Satu Tahun

Bismillahirrahmanirrahim.

Saya baru saja menerbitkan seri kelima panduan KDE saya. Satu hal yang saya pelajari dari hal ini, adalah kepenulisan itu harus mengutamakan kualitas. Bukan sekadar selesai tulisannya lalu diterbitkan sesegera mungkin. Tulisan harus di-mong (Jawa: pekerjaan merawat bayi) dengan sebaik mungkin walau harus menghabiskan banyak waktu. Saya menulis artikel itu di Texmaker mulai 1 Januari 2014 dan tidak selesai pada 1 Januari 2015. Baru diterbitkan pada 26 Agustus 2015 ini. Sebuah waktu yang panjang untuk satu artikel blog. Saya juga mempelajari bahwa kehidupan kepenulisan tidak akan pernah mulus. Selalu muncul rintangan dan inilah yang membuat saya harus makan satu tahun untuk menyelesaikan tulisan tersebut. Maka pelajaran untuk saya supaya mengantisipasi rintangan-rintangan itu mulai sekarang. Jika Anda juga penulis, perhatikanlah lebih hati-hati lagi tulisan Anda. Kembangkan indra Anda supaya lahir tulisan-tulisan yang memang berkualitas. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Iklan

Kembali ke Penerjemahan GNOME Indonesia

Bismillahirrahmanirrahim.

Karena ajakan Kang Sendy Aditya Suryana (sendz) di #ubuntu-indonesia 23 Agustus 2015 kemarin, saya jadi kembali menerjemahkan. Saya sudah istirahat berbulan-bulan menerjemahkan karena sibuk dengan kerjaan lain. Ajakan Kang sendz justru pengingat buat saya yang lupa. Yang istimewa kali ini adalah yang diterjemahkan. Kali ini, saya kembali ke GNOME. Karena Kang sendz bilang Pak Andika ingin GNOME Indonesia bisa 100%, saya jadi mau menerjemah. Yang menarik buat saya, antarmuka web penerjemahan GNOME sudah berubah total dari beberapa waktu lalu terakhir saya menerjemah. Sementara itu, hal menarik lainnya adalah pranala yang Kang sendz berikan. Yang paling menarik ya tentu penerjemahannya sendiri. Penerjemahan GNOME Indonesia yang sekarang tinggal tersisa sedikit sekali. Skrinsot di bawah. Semoga tulisan ini bermanfaat.

mandiri-error3

Qt 3 – Permasalahan 2: Destroy Semua Child Window Ketika Parent Ditutup

Bismillahirrahmanirrahim.

Tanggal

Thursday, August 20, 2015 07:46 PM

Status

Berhasil.

Workaround

http://www.qtforum.org/article/21347/solved-qdialog-not-closed-when-qmainwindow-closed.html

Implementasi

mainwindow.cpp

void MainWindow::closeEvent(QCloseEvent *evt)
{
 Q_UNUSED(evt);
foreach(QWidget *widget, QApplication::topLevelWidgets())
 {
 widget->close();
 }
}

mainwindow.h

protected:
 void closeEvent(QCloseEvent *evt);

Keterangan

Implementasi ini menciptakan satu fungsi closeEvent() bersifat protected di header, lalu menggunakannya di dalam mainwindow. Kerja fungsinya adalah melakukan sesuatu untuk setiap (foreach) QWidget dari sekumpulan top level widgets. Yang dilakukan adalah widget->close(). Artinya, implementasi ini menutup setiap widget anakan ketika parent QMainWindow ditutup. closeEvent() adalah event handler. Tidak dibutuhkan signal & slot.

Hasil Diharapkan

Ketika main window (parent) ditutup, segala window (child) ikut ditutup otomatis tanpa ada error.

Hasil Nyata

Ketika main window ditutup, segala window ikut ditutup. Jendela output Qt Creator tidak menayangkan error melainkan exited with code 0.

Qt 2 – Permasalahan 1: Destroy Semua Child Window Ketika Parent Ditutup

Bismillahirrahmanirrahim.

  • Tanggal: Thursday, August 20, 2015 07:37 PM
  • Status: gagal.
  • Workaround: http://www.qtforum.org/article/21347/solved-qdialog-not-closed-when-qmainwindow-closed.html
  • Implementasi: this->setAttribute(Qt::WA_DeleteOnClose);
  • Keterangan: change attribute terhadap QMainWindow parent. Logikanya, jika parent mati maka semua child mati juga. Nyatanya, ada error.
  • Hasil diharapkan: semua jendela child mati setelah parent mati tanpa error.
  • Hasil nyata: semua jendela child mati tetapi ada error invalid pointer: 0xbf93e3e8 ***

Yang Saya Benci dari Orang Merokok

Bismillahirrahmanirrahim.

Mereka teramat tidak peduli dengan lingkungan. Contoh tak terbantahkan adalah mereka tetap merokok meski di dekatnya ada anak-anak kecil padahal mereka tahu rokok itu racun dan bisa merusak kesehatan anak-anak. Mereka tetap merokok meski di dekatnya ada orang-orang yang tidak merokok seakan dianggap semua orang itu mau dengan rokok. Mereka tidak perhitungkan baju orang lain yang terkena bau rokok mereka, terlebih jika baju itu akan dipakai shalat. Mereka sama sekali tidak punya malu merokok di depan umum. Mereka tetap merokok dan semua orang merokok itu kemproh (Jawa: jorok). Mereka tidak peduli dengan bau busuk rokok, bahkan banyak mereka shalat pun dengan mulut bau rokok. Laa ilaaha illallaah. Rokok haram. Jangan merokok.

Mencari Inspirasi Menulis Artikel Linux

Bismillahirrahmanirrahim.

  1. https://planetkde.org
  2. http://planet.gnome.org
  3. http://planet.ubuntu.com
  4. http://ubuntuforums.org/external.php?type=RSS2
  5. http://askubuntu.com
  6. http://planet.opensuse.org/global
  7. http://planet.debian.org
  8. http://fedoraplanet.org//
  9. http://blog.xfce.org/category/planet-xfce
  10. http://planet.linux.org.au
  11. http://planet.kernel.org
  12. http://forums.mate-desktop.org/feed.php
  13. https://forum.kde.org/rss.php
  14. https://forum.xfce.org/extern.php?action=feed&type=rss
  15. https://elementaryforums.com/index.php?forums/-/index.rss
  16. http://planet.slackware-id.org
  17. http://planet.linux.or.id
  18. http://buaya.likesyou.org

Akregator. Agregator.