Cara Pendaftaran Kursus Online Linux Mint Sesi 1

Bismillahirrahmanirrahim.

Berikut ini jadwal, biaya, dan cara pendaftaran kursus online Linux Mint Sesi 1 yang saya adakan.

Jadwal

Biaya

Rp50.000 per paket.

Syarat

Anda harus punya akun Telegram aktif. Kursus diadakan online secara chatting di Telegram.

Cara Pendaftaran

  1. Transfer Rp50.000 ke rekening MANDIRI 1410011408416 a.n. ADE MALSASA AKBAR.
  2. Konfirmasi ke email teknoloid@gmail.com, contoh “saya sudah transfer & ambil kursus Mint paket 001“.
  3. Saya balas email Anda dengan alamat Telegram khusus paket yang Anda pilih.
  4. Anda masuk ke alamat Telegram itu.
  5. Kursus saya adakan di grup Telegram itu sesuai jadwal.

Cara Pendaftaran Kursus Online Ubuntu Pemula Sesi 2

Bismillahirrahmanirrahim.

Berikut cara pendaftaran kursus online Ubuntu pemula Sesi 2 mulai 28 Mei 2017:

Jadwal

Info Detail

  • Target peserta: pemula, orang awam
  • Model: online
  • Tempat: Telegram (per materi ada grup sendiri)
  • Biaya: Rp20.000 per 1 materi
  • Syarat: Anda harus punya akun Telegram
  • Tanya jawab: disediakan di setiap akhir materi
  • Contoh kursus: jika Anda ingin tahu seperti apa kursus saya, saya pernah mengisi kursus online serupa di Cilsy
  • Pemateri: Ade Malsasa Akbar (penulis di UbuntuBuzz.com, Linuxku.com, dan Malsasa)

Cara Pendaftaran

  1. Transfer biaya kursus sebesar Rp20.000 ke rekening MANDIRI 1410011408416 a.n. ADE MALSASA AKBAR.
  2. Kirim email konfirmasi ke teknoloid@gmail.com berisi 1 paket materi yang Anda pilih (contoh: “saya mau ambil kursus paket 005”). Lihat tabel jadwal di atas.
  3. Saya akan mengirimkan ke email Anda alamat Telegram (grup privat) sesuai paket yang Anda pilih. Inilah ruang kelas Anda.
  4. Silakan Anda masuk ke grup Telegram dari alamat Anda terima di email. Masuklah sebelum jadwal di tabel di atas.
  5. Saya akan mengajar di ruang grup masing-masing sesuai jadwal.

Catatan Penting

Setiap selesai materi, grup Telegramnya akan saya hapus. Ini maksud dari satu grup satu materi. Jadi saya anjurkan Anda membuat catatan dari keseluruhan materi setiap selesai kelas.

Cara Pendaftaran Kursus Online Ubuntu Pemula

Bismillahirrahmanirrahim.

Berikut cara pendaftaran kursus online Ubuntu pemula yang saya adakan mulai 26 Mei 2017 ini:

Info Detail

  • Target peserta: pemula, orang awam
  • Model: online
  • Tempat: Telegram (per materi ada grup sendiri)
  • Biaya: Rp20.000 per 2 paket materi
  • Syarat: Anda harus punya akun Telegram
  • Tanya jawab: disediakan di setiap akhir materi
  • Contoh kursus: jika Anda ingin tahu seperti apa kursus saya, saya pernah mengisi kursus online serupa di Cilsy
  • Pemateri: Ade Malsasa Akbar (penulis di UbuntuBuzz.com, Linuxku.com, dan Malsasa)

Cara Pendaftaran

  1. Transfer biaya kursus sebesar Rp20.000 ke rekening MANDIRI 1410011408416 a.n. ADE MALSASA AKBAR.
  2. Kirim email konfirmasi ke teknoloid@gmail.com berisi 2 paket materi yang Anda pilih (contoh: “saya mau ambil kursus paket 001 dan paket 002”). Lihat paket tersedia di Beranda saya.
  3. Saya akan mengirimkan ke email Anda alamat Telegram (grup privat) sesuai paket yang Anda pilih. Inilah ruang kelas Anda.
  4. Silakan Anda masuk ke grup Telegram dari alamat Anda terima di email. Masuklah sebelum jadwal yang telah ditentukan di Beranda saya.
  5. Saya akan mengajar di ruang grup masing-masing sesuai jadwal.

Catatan Penting

Setiap selesai materi, grup Telegramnya akan saya hapus. Ini maksud dari satu grup satu materi. Jadi saya anjurkan Anda membuat catatan dari keseluruhan materi setiap selesai kelas.

Mengapa GNU/Linux Tidak Perlu Antivirus?

Bismillahirrahmanirrahim.

GNU/Linux tidak perlu antivirus sebab kontrol penuh atas GNU/Linux dipegang oleh pengguna. Windows “perlu” antivirus karena sebaliknya, kontrol penuh atas Windows dipegang bukan oleh pengguna, tetapi oleh pengembangnya dan pihak-pihak lainnya. Penjelasan singkatnya sebagai berikut. Tulisan ini menjawab pengguna GNU/Linux pemula mengenai ketidakperluan memasang antivirus di GNU/Linux.

Artikel ini lanjutan dari rangkaian Mengapa GNU/Linux Aman, Mengapa GNU/Linux Kebal Malware, dan Mencegah Ransomware Pakai GNU/Linux. Baca lebih lanjut

Free Software Boleh Dijual

Bismillahirrahmanirrahim.

Free software (perangkat lunak merdeka) boleh dijual. Definisi free software ialah software yang menunaikan hak pengguna, termasuk hak menjual software. Setiap pengguna berhak mendistribusikan free software dengan menarik bayaran (contoh: jasa instal ulang GNU/Linux berbayar) dan inilah yang disebut menjual. Jika pengguna mau, free software juga boleh dibagikan gratis (tanpa menarik bayaran) karena setiap free software menunaikan 2 hak, hak berbagi + hak menjual software. Berlawanan dengannya, software yang melarang penjualan itu nonfree software namanya (proprietary software) dan bukan free software. Maka bedakanlah free software dari nonfree software agar Anda tidak dirugikan. Bacalah referensi resmi FSF Selling Free Software is OK.


Tulisan bertopik software freedom ini berlisensi Creative Commons Attribution-NoDerivs 3.0 https://creativecommons.org/licenses/by-nd/3.0/.

Mengapa Nonfree Software Merugikan?

Bismillahirrahmanirrahim.

Ini artikel singkat mencontohkan kejahatan berbahaya nonfree software yang jarang diketahui pengguna awam. Intinya pengguna adalah korban.

1) Janji Tidak Berbagi

Di dalam lisensi setiap nonfree software selalu ada perjanjian untuk tidak berbagi dengan orang lain. Menginstal suatu nonfree software berarti Anda berjanji secara hukum untuk tidak berbagi dengan semua orang (termasuk saudara, keluarga, tetangga, dan teman Anda). Berjanji demikian termasuk pula tidak menjual software ke orang lain. Menggunakan nonfree software merugikan kehidupan sosial.

Sudahkah Anda menyadarinya? Contoh terjelas dalam masalah ini adalah lisensi Windows 10.

2) Janji Tidak Memperbaiki

Di dalam lisensi setiap nonfree software selalu ada perjanjian untuk tidak memperbaiki keadaan. Menginstal nonfree software berarti berjanji secara hukum untuk tidak mengubah software sama sekali, walaupun Anda sangat membutuhkannya. Jika pengembang menancapkan batasan waktu, batasan fitur, memaksa aktivasi, memaksa upgrade, Anda berjanji tidak akan mengubah batasan/keharusan itu. Jika pengembang memaksa Anda menjalankan software hanya di satu merek sistem operasi (misal: Windows), maka Anda berjanji tidak akan mengubah keadaan itu, walaupun Anda membutuhkannya di sistem operasi lain (misal: GNU/Linux). Menggunakan nonfree software merugikan kehidupan pribadi Anda sendiri.

Sudahkah Anda menyadarinya? Contoh terjelas dalam hal ini juga lisensi Windows 10.

3) Menyerah untuk Dianiaya

Jenis kedua nonfree software yang berciri tidak punya lisensi, yaitu malware & ransomware, memaksa Anda tanpa izin untuk dianiaya. Semua serangan publik virus, worm, trojan, ransomware, drm, jail, dan lain sebagainya berciri seperti ini. Kenyataannya, sering kali nonfree software itu malware. Maka pemikiran di balik nonfree software adalah pemikiran aniaya, pemikiran menguasai orang lain secara tidak adil. Software yang nonfree itu sendiri adalah software aniaya.

Sudahkah Anda menyadarinya? Contoh terjelas dalam hal ini adalah kasus ransomware[1][2][3].

Catatan penulis: setelah membaca lisensinya & faktanya, apakah Anda sekarang merasa tertipu menyepakati lisensi nonfree software? Jika iya, itulah kejahatannya. Jika tidak merasa, lihat lagi poin 3.


Tulisan bertopik software freedom ini berlisensi Creative Commons Attribution-NoDerivs 3.0 https://creativecommons.org/licenses/by-nd/3.0/.

Mengapa GNU/Linux Kebal Malware?

Bismillahirrahmanirrahim.

Ade Malsasa Akbar <teknoloid@gmail.com>

Saya percaya keingintahuan masyarakat tentang alasan keamanan GNU/Linux terhadap malware harus memperoleh jawaban yang sederhana dan jelas. Saya berusaha menyarikan sisi-sisi terpenting yang memang sebabnya GNU/Linux kebal malware, kebal ransomware, dibandingkan sistem operasi Microsoft Windows. Tulisan ini hanyalah ringkasan yang tidak menyertakan seluruh alasan teknis. Semoga ini menjawab kebutuhan masyarakat.

Tulisan ini menyertai artikel setopik Mengapa GNU/Linux Aman, Dua Wujud Software, Solusi Ransomware 2017, dan GNU/Linux Tidak Butuh Antivirus. Baca lebih lanjut