Sekali Lagi, Situs Agregator Buaya Mati

Bismillahirrahmanirrahim.

Seperti pernah terjadi sebelumnya di 2019, bulan Mei tahun ini Agregator Buaya saya mati lagi. Saya sedang berusaha menghidupkannya kembali berbekal tulisan dua tahun lalu. Yang menarik hati saya dari kejadian ini, ternyata sekarang CloudAccess.net memberikan HTTPS secara gratis untuk layanan gratis yang saya pakai untuk menerbitkan Buaya ini. Saya tetap menyampaikan terima kasih untuk CloudAccess atas layanan yang diberikannya untuk Buaya serta sekarang atas HTTPS yang membuat segala website tampak profesional ini. Baiklah, semoga secepatnya situs Agregator Buaya hidup kembali dan saya bisa tulis resep pembuatannya lagi.

Membuat Daftar Hadir di Kursus Online

Bismillahirrahmanirrahim.

Saat ini tiga tahun berselang saya mendirikan kursus online Teknoplasma. Ada banyak sekali hal-hal penting yang seharusnya saya catat tetapi tidak saya catat seperti bagaimana saya mulai menambah Jitsi di samping Telegram sebagai teknologi ajar. Saya sibuk dengan Teknoplasma dan merasa begitu senang mengajar sampai tidak sempat membuat catatan yang biasanya saya buat. Adapun kali ini untuk pertama kalinya saya membuat daftar hadir di kursus online. Tepatnya pada kursus G088 dengan judul Teknologi Free Software untuk Kuliah Jarak Jauh dengan teknologi daftar hadirnya yang saya pilih Etherpad. Tidak perlu perangkat lunak tidak bebas dan tidak perlu pula layanan internet yang tidak hormat privasi pengguna. Setelah saya mencari-cari alternatif Google Forms dan tidak ketemu, akhirnya saya ingat Etherpad, maka mengapa tidak pakai Etherpad saja. Jadilah daftar hadir yang mudah diisi oleh peserta kursus dan mudah dikelola oleh gurunya. Hasilnya bagus.

Kelebihan Etherpad:

  • Perangkat lunak bebas
  • Layanan online gratis, salah satunya pad.disroot.org
  • Tidak perlu pendaftaran
  • Semua orang bisa mengakses cukup pakai browser
  • Pengguna bisa menulis tulisan bersama-sama
  • Tulisan tersimpan secara otomatis
  • Tulisan bisa diunduh dalam format dokumen html, txt, maupun etherpad

Dalam catatan ini saya ikut menyebutkan bahwa saya mendapatkan siswa-siswi mulai dari Aceh dan Papua yang mereka semua semangat untuk belajar Free Software dan GNU/Linux. Hal ini membahagiakan dan sudah di luar ekspektasi saya ketika awal mendirikan Teknoplasma. Ini tidak bisa dicapai dengan cara-cara lain yang sebelumnya saya tempuh bertahun-tahun seperti menulis di blog saja atau tanya jawab forum saja. Semakin terbukti dengan yakin bahwa GNU/Linux harus diajarkan bukan dibiarkan. Semoga catatan ini bermanfaat untuk semua orang yang ingin mengajar kursus online juga. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.


Tulisan ini berlisensi CC BY-SA 3.0.

Situs Agregator Buaya Mati

Bismillahirrahmanirrahim.

Situs agregator saya buaya.cloudaccess.host ternyata mati (terminated) awal September ini. Saya tidak sempat memperbarui layanan pada akhir Agustus hingga awal bulan ini. Akibatnya seluruh isi situs terhapus berikut berita-berita komunitas GNU/Linux yang direlay oleh situs saya ini. Sekarang saya sedang berusaha menghidupkannya kembali dengan catatan lama. Saya beruntung 2018 kemarin pernah menulis catatan lengkapnya di https://restava.wordpress.com/2018/01/11/membuat-agregator-blog-gnu-linux-internasional sehingga tidak lupa apa saja plugin yang dibutuhkan untuk membuat agregator. Terima kasih untuk pihak CloudAccess.net yang sudah berbaik hati mengizinkan saya membuat situs lagi secara gratis. Baiklah, semoga secepatnya agregator Buaya hidup kembali.