Upgrade KDE Plasma di Neon OS

Bismillahirrahmanirrahim.

Sebab saya instal KNotes di Neon 5.10.3 dengan versi KDE Plasma yang sama dengan OS-nya, Neon saya broken fatal sampai tidak bisa mengeksekusi binary semua program KDE (termasuk display manager, Spectacle, bahkan file manager). Neon saya blank screen ketika login. Masalah ini persis seperti sebelumnya jadi saya tahu obatnya cukup sudo apt-get upgrade. Masalahnya, unduhannya mencapai 300MB lebih. Masalah terselesaikan malam ini 21 Juli 2017 setelah sudo apt-get upgrade rampung dan Neon saya sembuh. Kecepatan unduhan sekitar 200-300KB/s memakai @wifi.id dan rampung dalam kisaran waktu 20 menit.

Catatan I: pada upgrade ini Plasma saya masihlah 5.10.3 padahal hari ini sudah dirilis 5.10.4 di repositori Neon User Edition yang saya pakai.

Catatan II: barulah setelah upgrade ini saya melihat versi 5.10.4 tersedia di repo.

Awas Penipuan: Mereka Ingin Samakan Free Software dan Proprietary

Bismillahirrahmanirrahim.

Ketahuilah bahwa free software berbeda dari proprietary. Free adalah lawan proprietary, berkebalikan total. Free berarti menunaikan hak pengguna, proprietary berarti sebaliknya. Proprietary itu masalah dan bukan solusi, sementara free software solusinya. Ini ringkasan perbedaan antara proprietary dan free software yang tidak mungkin disamakan selama-lamanya:

Maunya mereka “sama saja free dan proprietary software itu, jangan bedakan!”. Ini propaganda. Apa maunya mereka pencinta proprietary memaksa Anda samakan proprietary dengan free software? Mau mereka ialah keuntungan pribadi yang merugikan Anda secara massal, keuntungan itu ialah kontrol total atas kehidupan perkomputeran & pribadi Anda. Ini power yang tidak seharusnya dipegang siapa pun. Dan inilah propaganda proprietary software namanya.

Ini penipuan!

Awas tertipu orang-orang yang mempropagandakan proprietary. Free software tidak sama dengan proprietary, free software lawan proprietary, tidak sama free software yang menunaikan hak pengguna dengan proprietary yang sengaja sebaliknya. Free software selalu lebih baik daripada proprietary, karena dia menunaikan hak Anda. Jangan mau ditipu, jangan mau disimpangkan!


Tulisan bertopik software freedom ini berlisensi Creative Commons Attribution-NoDerivs 3.0 https://creativecommons.org/licenses/by-nd/3.0/.

Tenangkan Masyarakat, Terangkan GNU/Linux Aman

Bismillahirrahmanirrahim.

Ade Malsasa Akbar <teknoloid@gmail.com>

Kita sebagai warga komunitas free software Indonesia punya tugas menenangkan masyarakat Indonesia manakala ada isu-isu malware menyerang. Tenangkan semua orang awam, beritakan GNU/Linux aman. Tenangkan masyarakat yang gelisah bahwa GNU/Linux itu aman dan tidak sendirian, sebab ada BSD yang juga aman sepertinya. Tenangkan masyarakat dengan jujur bahwa free software aman dan –sebaliknya– sumber ketidakamanan ialah proprietary software. Jelaskan dengan jujur tanpa iri-dengki bahwa GNU/Linux memang aman, dan Windows itulah yang tidak aman. Bagaimana menjelaskannya? Artikel singkat ini meringkasnya untuk Anda. Sebarkan dan jelaskan kepada masyarakat!

Tulisan ini menyertai artikel lain setopik Mengapa GNU/Linux Aman, Mengapa GNU/Linux Kebal Malware, Solusi Ransomware 2017, dan GNU/Linux Tidak Butuh Antivirus.

Baca lebih lanjut

Jalankan Eksekutabel GUI dari Distro Lain Lewat Chroot

Bismillahirrahmanirrahim.

Gambaran masalahnya saya tidak punya LibreOffice di Neon OS tetapi punyanya di Ubuntu OS pada laptop yang sama (dualboot). Saya sedang login di Neon OS. Bisakah saya jalankan eksekutabel LibreOffice punya Ubuntu pada Neon OS saya? Ternyata jawabannya bisa dan saya senang sekali. Artinya saya tidak usah instal LibreOffice (baca: hemat kuota ratusan MB) di Neon. Syaratnya, saya cukup melakukan chroot dari Neon terhadap partisi Ubuntu.

Catatan

Program chroot di dalam OS kita ini berasal dari GNU bukan Linux. OS ini GNU namanya. Silakan baca man chroot.

Resep

  1. Neon aktif, Ubuntu nonaktif, keduanya ada di laptop yang sama
  2. Mount dulu /proc, /tmp, dan /dev/null dari partisi Neon ke partisi Ubuntu
  3. Chroot /bin/bash dari partisi Neon ke partisi Ubuntu
  4. Di dalam chroot (artinya dalam tubuh Ubuntu) tetapkan DISPLAY=:0.0
  5. Di dalam OS aktif (artinya dalam tubuh Neon) tetapkan xhost +
  6. Di dalam chroot berubahlah jadi user biasa
  7. Di dalam chroot panggil lowriter

Perintah

  1. sudo mount -o bind /proc /media/master/yakkety/proc/
  2. sudo mount -o bind /tmp /media/master/yakkety/tmp
  3. sudo mount -o bind /dev/null /media/master/yakkety/dev/null
  4. sudo chroot /media/master/yakkety/ /bin/bash
  5. su master
  6. (lakukan di dalam chroot) export DISPLAY=:0.0
  7. (lakukan di dalam Neon) xhost +
  8. (lakukan di dalam chroot) lowriter

Hasil

Perhatikan di kiri Konsole saya chroot ke dalam partisi Ubuntu, kemudian di dalam chroot itu sebagai user biasa (master) saya jalankan lowriter. Hasilnya di kanan jendela LibreOffice Writer muncul dengan atribut Ubuntu (bukan atribut KDE, menunjukkan berhasilnya). Gambarannya ialah seperti meremot robot kecil ke dalam kapal tenggelam untuk menyetirnya ke permukaan laut. Alhamdulillah, berarti program-program lain pun akan bisa!

Referensi


Tulisan bertopik GNU ini berlisensi CC BY-SA 3.0 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/.