Situs Agregator Buaya Mati

Bismillahirrahmanirrahim.

Situs agregator saya buaya.cloudaccess.host ternyata mati (terminated) awal September ini. Saya tidak sempat memperbarui layanan pada akhir Agustus hingga awal bulan ini. Akibatnya seluruh isi situs terhapus berikut berita-berita komunitas GNU/Linux yang direlay oleh situs saya ini. Sekarang saya sedang berusaha menghidupkannya kembali dengan catatan lama. Saya beruntung 2018 kemarin pernah menulis catatan lengkapnya di https://restava.wordpress.com/2018/01/11/membuat-agregator-blog-gnu-linux-internasional sehingga tidak lupa apa saja plugin yang dibutuhkan untuk membuat agregator. Terima kasih untuk pihak CloudAccess.net yang sudah berbaik hati mengizinkan saya membuat situs lagi secara gratis. Baiklah, semoga secepatnya agregator Buaya hidup kembali.

Iklan

Bagaimana Saya Menjelaskan Perangkat Lunak Bebas kepada Orang Awam

Bismillahirrahmanirrahim.

Saya berkesempatan menerangkan perangkat lunak bebas (free software) langsung di hadapan orang awam pada dua tahun belakangan ini di tempat saya biasa internetan. Sebagaimana saya berupaya menerangkannya di Restava (2016, 2017, 2018, 2019) dan di Beranda (2016) dan juga di Teknoplasma (2017, 2018, 2019), saya jelaskan secara tatap muka apa itu free software dan bahwa pengguna punya hak-hak atas software. Di antara yang saya sampaikan pertama-tama adalah bahwa free software bukanlah perangkat lunak gratis melainkan bebas (kadang, saya sebut merdeka). Orang yang mendengar penjelasan saya dapat menerimanya bahwa maksud saya bukan harga melainkan hak-hak si penggunanya.

Tambah lagi, saya pun berupaya menjelaskan bahwa semua free software boleh dijual dan anggapan tidak boleh dijualnya itu salah. Saya memberikan pengertian bahwa hanyalah perangkat lunak tidak bebas (nonfree, proprietary software) yang tidak boleh dijual oleh penggunanya. Tentu saya memberikan contohnya yaitu Windows dan saya jelaskan pula kalau lisensi Windows menghapuskan hak-hak penggunanya. Saya pun berupaya menegaskan bahwa nonfree itu software yang dikendalikan oleh pengembangnya bukan oleh penggunanya agar orang tersebut tahu ada ketidakadilan di sana. Beda dengan free software, yakni dikendalikan sepenuhnya oleh penggunanya bukan oleh pengembangnya di dalam komputasi penggunanya.

Satu hal yang saya sukai ketika menerangkan ini adalah saat saya mengajak mereka berpikir, bahwa, jual-beli barang seperti sepeda motor itu sifatnya bebas (merdeka) sebab sekali Anda beli maka Anda berhak menjualnya kembali dan tidak ada ceritanya penjualnya memusuhi Anda karena itu. Itu waras. Sebaliknya, menurut Windows dan semisalnya, maka kalau Anda sudah beli Windows maka Anda dilarang memperjualbelikan salinan-salinannya. Kalau Anda menggandakan dan memperjualbelikannya, maka pengembangnya memusuhi Anda. Itu tidak waras. Saya senang ketika mereka bisa memahami itu. Catatan penting: saya tidak mempersamakan antara sepeda motor (benda tangible) dengan software (benda non-tangible).

Satu hal yang juga sangat saya sukai adalah ketika saya berusaha membuka pikiran mereka tentang virus komputer kemudian mereka mengerti. Yakni, bahwa virus itu termasuk nonfree software bukan free software. Mereka bisa menemukan persamaan antara virus, yang pengembangnya mengendalikan penggunanya, dengan Windows, yang melarang pengguna berbagi dan mengubahnya. Oleh karena itu, apa pun yang diputuskan oleh pengembang Windows terhadap kehidupan pengguna mutlak tidak bisa ditolak maupun diubah oleh pengguna. Saya juga tanya, “bukankah virus tidak memberi penggunanya kode sumbernya?” dan biasanya orang jawab “oh iya juga, ya!”. Saya tinggal mengarahkan “karena itulah virus bisa mengendalikan penggunanya dan pengguna tidak berdaya sama sekali”.

Demikian hal-hal yang saya sampaikan. Mereka yang mendengar penjelasan saya tidak ada yang marah. Bahkan saya tanya, “saya jelaskan seperti ini Anda sakit hati atau tidak?”, mereka jawab “tidak sakit hati” sambil senyum. Saya harap catatan ini bermanfaat untuk semua orang terutama yang sedang menyampaikan perangkat lunak merdeka ke masyarakat Indonesia.


Tulisan ini berlisensi CC BY-SA 3.0.

Beberapa Proyek Free Software yang Sangat Penting

Bismillahirrahmanirrahim.

Untuk Anda yang sudah mengerti pentingnya free software bagi pengguna komputer dan masyarakatnya, pada tahap lanjut Anda akan ingin tahu apa saja proyek-proyek free software yang sangat penting. Dengan kata lain, Anda selangkah lebih dekat kepada mengenali komunitas Anda sendiri secara utuhnya dan kemudian  berkontribusi ke proyek-proyek yang ada. Maka tulisan ini saya buat dengan memuat proyek-proyek penting dari komunitas free software agar Anda kenal. Di antara mereka jelaslah GNU dan Linux, ada juga GNOME dan LibreOffice, ada Debian dan Libreboot, dan beberapa lainnya. Ditambah lagi beberapa lainnya. Bacalah dan marilah berkontribusi.

Baca lebih lanjut