Kumpulan Pranala Legalitas Perangkat Lunak dari Indonesia

Bismillahirrahmanirrahim.

  1. http://bpti.say.ac.id/bekerja-dengan-sistem-operasi-windows-original-dan-freeware (2015)
  2. http://bpti.say.ac.id/freeware-sebagai-pengaman-sistem-operasi-windows (2015)
  3. https://malsasa.wordpress.com/2015/06/26/penjelasan-ringkas-lisensi-lisensi-perangkat-lunak (2015)
  4. https://ridjam.wordpress.com/2013/12/20/ketika-membajak-software-sudah-tidak-merasa-berdosa (2014)
  5. http://ridloprabowo.blogspot.com/2013/08/cara-membedakan-os-windows-7-ori-vs.html (2013)
  6. http://waroengkemanx.blogspot.com/2012/05/pembajakan-perangkat-lunak-jenis-sanksi.html (2012)
  7. http://www.tahutek.net/2011/11/gratisan-jangan-membajak-microsoft.html (2011)
  8. http://leo4kusuma.blogspot.com/2011/12/jangan-bajak-software-karya-anak-bangsa.html (2011)
  9. http://www.anakui.com/2011/05/05/ui-mendidik-untuk-membajak-hanya-pemikiran-seorang-mahasiswa (2011)
  10. https://nabillaeda.wordpress.com/2010/12/29/software-free-sebagai-alternatif-asli-vs-bajakan (2010)
  11. http://tidakmembajak.blogspot.com/2006/05/tidak-membajak-windows_24.html (2006)
  12. http://bebas.ui.ac.id/v14/v10/onno-ind-2/application/linux/apa-susahnya-tidak-membajak-software-02-2001.rtf (2001)
Iklan

Mengharap Kesempurnaan?

Bismillahirrahmanirrahim.

Buat Anda yang masih juga bermimpi seperti berikut:

  • Ada orang yang menggunakan Linux 100%.
  • Tidak pakai Windows sama sekali.
  • Tidak pakai proprietary commercial Windows (Photoshop, CorelDRAW, After Effects) sama sekali.
  • Orang itu datang mengajarkan Linux kepada Anda dengan gratis.
  • Orang itu mengajarkan Linux seperti pelayan dan Anda majikannya.
  • Orang itu mendedikasikan 24/7 waktunya untuk mengajari Anda satu per satu masalah Linux.
  • Anda bisa meminta solusi apa pun kepada orang itu secara gratis saat ini juga dan masalah Anda selesai (seperti kantong Doraemon).
  • Anda bisa seenaknya bicara dengan gaya bahasa Anda tanpa sopan santun kepada orang itu kapan saja.

Jangan mimpi. Bertanya di internet, perhatikan aturannya.

Anda Berani Memilih?

Bismillahirrahmanirrahim.

Anda berani memilih salah satu distro Linux? Misalnya memilih Slackware seperti Pak Widya Walesa, CentOS seperti Pak Mafatahna, ClearOS seperti Pak Andi Micro, openSUSE seperti Pak Masim Vavai Sugianto, atau IGOS seperti Pak Nana Suryana? Atau belum waktunya? Lalu kapan? Tulisan ini ditujukan untuk para pemula (yang belum mencapai masa 5 tahun menggunakan Linux).

Maksud Memilih


  1. Choose one, master it consistently.
  2. Investasi waktu untuk salah satu distro saja.
  3. Menulis tulisan mengenai yang sudah dipilih itu.
  4. Membuat karya dengan yang sudah dipilih itu (termasuk wirausaha dan mengembangkan distro).

Tulisan ini condong membahas poin ketiga. Titik beratnya adalah apa yang Anda sampaikan kepada orang lain bukan apa yang Anda sendiri gunakan.

Melompat


Apakah Anda masih bergonta-ganti distro?

Masa Depan


Pilihan ini penting untuk masa depan. Karena kita tidak hidup sendiri. Kita hidup berinteraksi dengan orang lain. Maka konsistensi akan memudahkan orang lain belajar. Jika memang Anda ingin menyebarkan Linux di Indonesia, be consistent. Orang-orang yang melakukan itu sudah saya sebut di awal paragaf.

Penutup


Saya sendiri sudah memilih Ubuntu sejak awal. Saya punya satu blog khusus yang membahas tentang Ubuntu. Saya punya beberapa blog sampingan yang semuanya membahas Ubuntu pula. Kaidah asalnya adalah Ubuntu, lalu jika ada hal penting yang harus dibahas selain Ubuntu, maka dibuat pengecualian. Saya menginginkan konsistensi sehingga UX di sisi orang lain tercetak dengan mudah. Tujuan paling akhirnya pemahaman legalitas perangkat lunak dan teknikal Linux bisa tersampaikan dengan baik. UX itu penting, so be consistent.

Pelajaran Penting Backup

Bismillahirrahmanirrahim.

Jika perusahaan-perusahaan besar semacam ini bisa mati karena tidak melakukan backup, bagaimana dengan komputer Anda?

  1. http://projects.co.id “… situs Projects.co.id down akibat hardware failure
  2. http://www.planetsourcecode.comI have some extremely sad news. After 20 years, Planet Source Code is shutting down.”
  3. Magnolia. “The service lost both its primary store of user data, as well as its backup.
  4. JournalSpace. “JournalSpace, a 6 year old blog hosting service, closed shop on Tuesday after losing all of its users’ data.
  5. Sidekick. ” The fact that T-Mobile and/or Microsoft Danger don’t have a redundant backup is simply inexcusable…

Dana untuk mengelola layanan-layanan di atas berkisar ratusan juta dolar atau lebih dari 1 triliun rupiah. Mereka saja bisa mati. Lalu bagaimana dengan komputer Anda? Masihkah Anda tidak mementingkan backup?

Tuliskan Koma!

Bismillahirrahmanirrahim.

Sering kita temukan tulisan yang asalnya dari bahasa lisan. Namun penulisnya terpengaruh dengan bahasa lisan sampai bentuk tulisannya ikut-ikutan kaidah bahasa lisan. Salah satu masalah yang saya angkat, pemakaian koma dalam seruan. Berikut saya berikan contoh-contohnya.

  • Selamat berpuasa Gan! seharusnya ditulis Selamat berpuasa, Gan!
  • Terima kasih Pak! seharusnya ditulis Terima kasih, Pak!
  • Kita belum sahur kan? seharusnya ditulis Kita belum sahur, kan?
  • Bapak bukan penulis ya? seharusnya ditulis Bapak bukan penulis, ya?
  • Mas belikan baju! seharusnya ditulis Mas, belikan baju!

Kenapa harus ada koma? Karena ini bahasa tulis. Mazhab tulis. Anda berbahasa dengan tulisan, seyogianya Anda mengikuti peraturan dalam bahasa tulis. Ketika Anda berbicara secara lisan, tentu Anda tidak diwajibkan menggunakan koma. Anda menggunakan jeda. Namun jeda di dalam tulisan (dalam kasus ini), tidak tergambarkan, kecuali Anda memberikan koma di dalam tulisan. Jika Anda patuh dengan aturan bahasa lisan (jeda), seyogianya Anda juga patuh dengan aturan bahasa tulis (koma). Jangan jera, tuliskan koma. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Terlalu Banyak Bertanya

Bismillahirrahmanirrahim.

Bertanya boleh tetapi terlalu banyak bertanya itu jelek. Yang saya soroti di sini bukanlah pertanyaan ala newbie ketika baru mengenal Linux tetapi pertanyaan mengenai tools yang mesti dipakai untuk produksi di desktop. Saya bicara pada lingkup aplikasi desktop untuk perkantoran dan desain grafis. Peringatan, saya tidak mau berbicara dengan orang yang gak nyambung.

Perkantoran


Ketertarikan paling mendasar di sini adalah menghindari Microsoft Office. Jadi, ketika bertanya, newbie akan menanyakan mengenai Libreoffice atau WPS Office. Yang tersedia di Linux lengkapnya adalah Libreoffice, Apache OpenOffice, Calligra Office, WPS Office, dan SoftMaker FreeOffice.

Yang jadi masalah adalah ketika newbie terlalu banyak bertanya. Mana yang lebih enak, Libreoffice atau WPS Office? X atau Y? Enak di situ enak bagi siapa dulu? Lebih spesifik lagi, newbie akan bertanya fitur ini dan itu di suatu program. Hal yang saya soroti ketika newbie tidak mencoba sama sekali. Kemudian, newbie tidak menggunakan salah satunya dengan serius dalam jangka waktu tahunan. Mereka hanya nyuwil tithik-tithik (jack of all trades, master of none). Mereka hanya main-main. Apa yang mau diraih dengan itu?

Newbie yang baik itu newbie yang tidak terlalu banyak tanya. Tentukan salah satu pilihan, lalu be a master dengannya. Diam selama beberapa tahun untuk menguasai salah satu komponen (misalnya Libreoffice Writer) lalu muncul ke komunitas membawa buku panduan. Bukannya terlalu banyak tanya tapi ujungnya nggak bisa apa-apa dan pertanyaannya cuma jadi sampah maya di forumnya.

Desain Grafis


Ketertarikan paling mendasar di sini adalah menghindari Photoshop dan kawan-kawan. Jadi, newbie akan menanyakan mengenai GIMP dan Inkscape. Adapun yang tersedia di Linux antara lain GIMP, Inkscape, Scribus, MyPaint, Krita, Pinta, Blender, OpenShot, Kdenlive, Pitivi, Synfig, dan seterusnya.

Yang jadi masalah adalah ketika newbie terlalu banyak bertanya. Pertanyaan mana yang lebih enak selalu muncul. Pertanyaan populer kenapa GIMP tidak sehebat Photoshop selalu terlihat. Pertanyaan membakar mengapa Linux tidak punya Photoshop juga. Hal yang jadi sorotan di sini adalah ketika newbie tidak mencoba sama sekali. Mencoba pun, hanya nyuwil tithik-tithik seperti di atas. Tidak mau menjadi penguasa di salah satu tool. Tidak mau mendalami.

Berbeda dengan hal eksak, hal seni termasuk desain grafis membutuhkan penanganan yang khusus. Di dunia eksak, termasuk bash, kita selalu punya manpages. Semua masalah bisa diselesaikan dengan man. Namun di dunia seni, tidak ada manpages. Seseorang harus memiliki konsep sebelum tool. Konsep sebelum teknik. Teknik mengikuti konsep. Lalu newbie yang lugu menganggap desain grafis sehebat desainer Photoshop bisa dicapai dengan sebatas menjadi pengguna GIMP. Salah. Desainer Photoshop setidaknya memiliki 3 hal penting yakni satu: konsep yang bagus, dua: teknik tingkat tinggi, tiga: tool yang memang menjadi standar yaitu Photoshop. Lalu bagaimana dengan newbie di Linux? Punya apa? Maka, terlalu banyak bertanya hanya merusak tidak memperbaiki.

Newbie yang baik itu newbie yang tidak banyak tanya. Tidak berdebat. Apalagi di bidang yang dia belum punya pengalaman. Belajar desain grafis berarti belajar konsep. Anda belajar teknik dan penguasaan tool sesudahnya. Ketika di Linux Anda harus menggunakan GIMP, Anda kuasai dulu sebelum GIMP konsep desain (entah Anda memakai aliran apa) lalu tekniknya lalu baru Anda belajar GIMP. Anda tidak bisa melakukan itu kecuali Anda belajar dari orang sebelum Anda, yaitu orang Photoshop dan semisalnya. Belajar GIMP duluan sebelum konsep memang bisa, tapi tidak bakal sebagus yang saya sebut sebelumnya. Lebih baik pilih salah satu, lalu buat karya yang bagus (tentu yang tidak melanggar syariat) sebanyak mungkin. Diam selama beberapa tahun. Lalu kembalilah ke komunitas membawa karya-karya yang lebih baik dari binaan Photoshop dan kawan-kawan. Referensi desain grafis masalah konsep bisa Anda baca di sini, di sini, di sini, dan di sini.

Saya ngomong desain grafis di sini, bukan ngomong sistem manajemen paket biasanya. Seni bukan hal eksak. Nggak perlu ada yang mengatakan GIMP dan Photoshop cuma alat.

Penutup


Semua yang saya katakan adalah pengalaman pribadi saya. Anda tidak saya paksa untuk mengikutinya. Jika Anda berhasil dengan mengikuti ini, semua keberhasilan milik Anda. Semoga apa yang saya tulis bermanfaat.