Oleh: restava | Agustus 15, 2009

Apa Itu Virus Komputer?

Artikel ini ditulis dengan harapan bisa memberikan pengetahuan bagi pemula komputer mengenai virus komputer. Apa itu virus komputer? Virus komputer sejatinya tetaplah sebuah program komputer. Didefinisikan: “virus komputer adalah program yang bisa mereplikasi dirinya sendiri dengan jalan menumpangi program lain. Proses penumpangan ini bernama “infeksi” dengan tujuan menyebarkan dirinya ke seluruh sistem komputer, lokal dan internet”. Kemampuan replikasi dengan sendirinya inilah yang membuatnya disebut virus karena memang mirip dengan virus pada dunia nyata. Virus mereplikasi diri untuk melestarikan jenisnya sehingga dapat terus survive dan menghancurkan organisme lain. Inilah definisi untuk virus komputer.

Pada dasarnya, virus komputer dibedakan menjadi dua jenis. Jenis pertama digunakan untuk keperluan penelitian dan tidak dipublikasikan. Jenis kedua adalah virus yang biasa kita kenal, dinamakan virus in the wild. Jenis ini adalah virus yang diciptakan dengan tujuan bersifat menghancurkan.

Klasifikasi Virus Komputer

Virus dan program lain yang bersifat membahayakan sistem komputer dapat diklasifikasikan berdasar sifat dan ciri khususnya. Sayangnya klasifikasi mengenai virus komputer pada umumnya masih rancu dan menjadi kontroversi bagi pengguna komputer. Berikut adalah klasifikasi umum virus komputer:

Malware: singkatan dari malicious software (software mencurigakan). Merupakan sebutan umum untuk virus dan semua software berbahaya lainnya.

Virus: merupakan program komputer yang dapat mereplikasi dirinya sendiri dengan menginfeksi (menumpang) pada program lainnya sehingga program menjadi memiliki sifat identik dengan virusnya.

Worm: merupakan program komputer yang mereplikasi dirinya sendiri tanpa menginfeksi (menumpangi) program lain. Worm didaulat sebagai bentuk evolusi dari virus komputer.

Trojan horse: dibaca troyan ho:se. Pada dasarnya merupakan sebuah program Remote Administration Tool (Alat Administrasi Jauh). Diciptakan untuk sebuah fungsi awal membantu administrator melakukan tugasnya dari jarak jauh tanpa harus ada di depan mesin yang bersangkutan. Namun setelah dipegang oleh tangan yang tidak bertanggung jawab, fungsinya menjadi destruktif. Ciri utama trojan adalah stealth (siluman), bisa menyamar sebagai file/program baik-baik namun ketika dieksekusi dapat menjalankan hal yang tidak diinginkan pada mesin pengguna. Karena itulah RAT pada akhirnya lebih dikenal publik sebagai trojan horse karena sifatnya menipu seperti kuda troya dalam mitologi Yunani.

Malicious toolkits/virus generator: merupakan program yang diciptakan dengan tujuan menciptakan (generate) program berbahaya lainnya.

Bentuk Fisik Virus Komputer

Ada tiga bentuk virus komputer berdasar cara infeksinya, yaitu:

Overwriting virus: virus jenis ini menjadi bagian dari program inang (terinfeksi) dengan menimpa bagian awal dari program tersebut, sehingga program inang tidak mengalami perubahan ukuran namun mengalami kerusakan sehingga program tidak dapat digunakan lagi.

Prepending virus: virus jenis ini menjadi bagian dari program inang dengan menambahkan bagian tubuhnya pada bagian awal program (prepend), sehingga program tidak rusak namun ukurannya bertambah.

Appending virus: virus jenis ini menginfeksi program inang dengan menambahkan dirinya pada bagian akhir program dengan memodifikasi sedikit bagian awal sehingga jika program inang dieksekusi virusnyalah yang akan berjalan. Tentu saja ukuran program inang akan bertambah. cara virus menginfeksi

Berbagai Jenis Virus Komputer

Boot sector virus:

Kerjanya menginfeksi program pada boot sector, sehingga ketika sistem operasi dihidupkan, maka dirinya dapat dieksekusi terlebih dahulu.

File infector virus:

Bekerja dengan menginfeksi program/file lain seperti yang telah didefinisikan di atas.

Multipartite virus:

Bekerja dengan dua fitur dari jenis boot sector dan file infector. Sehingga selain dapat menjangkit boot sector (bisa dieksekusi sebelum OS bootup) dia dapat menyerang file lain seperti yang dilakukan jenis File Infector.

Macro virus:

Macro adalah script yang berisi perintah program otomatis. Saat ini, banyak aplikasi umum yang menggunakan macro. Contoh program yang bekerja dengan macro ialah Microsoft Office pada umumnya dan K-3D pada khususnya. Jenis ini menjangkiti program macro dari sebuah file data atau dokumen (yang biasanya digunakan untuk global setting seperti template Microsoft Word), sehingga dokumen berikutnya yang diedit oleh aplikasi tersebut akan terinfeksi pula oleh macro yang telah terinfeksi sebelumnya.

Stealth virus:

Bekerja secara residential (menetap di memory) dan menyembunyikan perubahan yang dilakukannya terhadap sistem. Hal ini dilakukan dengan mengambil alih fungsi sistem operasi sehingga jika ada program lain meminta informasi dari bagian sistem yang telah dijangkiti virus ini, maka virus akan memberi informasi palsu (sesuai dengan keadaan sebelum infeksi) seolah-olah sistem berfungsi dalam keadaan baik tanpa gangguan.

Polymorphic virus:

Virus yang melakukan perubahan kode tubuhnya secara berkala sehingga sulit dideteksi oleh antivirus.

Companion virus:

Adalah virus yang bekerja dengan berpura-pura menggantikan file yang hendak diakses oleh pengguna. Sebagai contoh dalam sistem operasi Windows XP, file A.EXE dapat diinfeksi dengan membuat sebuah file dengan nama A.COM. Windows akan terlebih dahulu akan mencari file berekstensi COM sebelum file dengan ekstensi EXE.

Setelah A.COM telah dieksekusi, kemudian A.EXE akan dieksekusi pula sehingga file tersebut terinfeksi pula. Cara lain adalah dengan menempatkan sebuah file dengan nama yang persis sama pada cabang lain dari file tree, sehingga bila file palsu ini ditempatkan secara tepat dan terjadi kesalahan dengan tidak menuliskan path yang lengkap dalam menjalankan sebuah program, akan berakibat tereksekusinya file palsu tersebut. Cara ini disebut social engineering, sangat sukses membohongi pengguna awam melalui penyamaran file executable dengan gambar folder. Biasanya virus lokal sangat banyak yang memakai teknik ini untuk menyebar.

Tunneling virus:

virus ini mencoba untuk mengambil alih interrupt handlers pada DOS

dan BIOS, kemudian meng-install dirinya sehingga berada ‘di bawah’ program-program lainnya. Dengan ini virus dapat menghindari hadangan dari program anti virus sejenis monitors.

Fast Infectors Virus:

kerjanya tidak hanya menyerang ketika program dieksekusi, melainkan juga ketika diakses. Hal ini bertujuan untuk menumpangi perangkat anti virus sebagai media penyebaran ketika melakukan pengecekan terhadap file-file di dalam komputer.

Slow Infectors Virus:

merupakan kebalikan dari fast infectors, di mana virus hanyaakan menyebar ketika file-file target diciptakan atau dimodifikasi. Hal ini bertujuanuntuk memperdaya anti virus sejenis integrity checkers dengan menumpangi proses yang ‘sah’ untuk mengubah sebuah file.

Armoured virus:

merupakan virus yang dibuat sedemikian rupa sehingga sulit untuk peneliti antivirus dalam mempelajari cara mereka bekerja.

Contoh Virus, Worm, Trojan Horse, dan Malicious Toolkit Terkenal

Pada bagian ini akan diperkenalkan beberapa contoh dari keluarga malware. Tujuan utama adalah memberikan informasi apa adanya pada pemula dan membetulkan kesalah dan kekaprahan yang sering dilakukan oleh orang Indonesia. Salah satu kesalahkaprahan yang seing terjadi, adalah pemula biasanya tidak ambil pusing menyamakan saja antara virus dan orm. Padahal mereka berdua adalah hal yang berbeda. Perlu diketahui bahwa informasi yang dipaparkan di sini adalah semata bertujuan untuk pendidikan, jika ada penyalahgunaan dalam praktek maka penulis tidak bertanggung jawab. Berikut daftar pendeknya:

Contoh virus komputer: W32/Sality.AE

Dikenal masyarakat luas sebagai Sality. Sebuah virus yang sangat populer karena penyebarannya yang tergolong sangat cepat dan luas (peringkat satu virus terhebat Indonesia 2009, Vaksincom). Merupakan virus dengan bentuk prepending dan berjenis multipartite.

Tujuan utama penciptaan Sality adalah menginjeksi file executable (exe/com/scr) entah itu file instalasi atau installer. Target utama Sality adalah file pada direktori C:\Program Files dan file portable yang biasanya berada pada media removable seperti flashdisk (tentu saja file portable dapat dieksekusi tanpa diinstal). Dia juga memodifikasi beberapa file executable sehingga bisa aktif langsung setiap kali OS booting.

File yang berhasil di injeksi biasanya ukurannya akan bertambah sekitar 68 – 80 KB dari ukuran semula. Program yang telah terinfeksi ini akan tetap dapat di jalankan seperti biasa sehingga user tidak curiga bahwa file tersebut sebenarnya telah di infeksi oleh Sality. Salah satu kecanggihan Sality adalah kemampuannya menginjeksi file tumpangannya sehingga ukuran file bervirus tidak seragam, jelas lebih sulit diidentifikasi dibandingkan virus lain yang menggantikan file yang ada sehingga ukuran filenya akan sama besar.

W32/Sality.AE akan menyebar dengan cepat (utamanya) melalui jaringan dengan memanfaatkan default share windows atau share folder yang mempunyai akses full dengan cara menginfeksi file yang mempunyai ekstensi exe/com/scr.

Selain menyebar dengan menggunakan jaringan, ia juga akan memanfaatkan flash disk yakni dengan cara kopi dirinya dengan nama file acak dengan ekstensi exe/cmd/pif serta membuat file autorun.inf agar dirinya dapat aktif secara otomatis tanpa harus menjalankan file yang sudah terinfeksi virus, selain itu ia juga akan menginfeksi file yang mempunyai ekstensi exe/com/scr yang terdapat dalam flash disk tersebut.

File autorun.inf bukanlah virus, namun hanyalah sebuah file berisi perintah pada OS untuk mengeksekusi suatu file/program sehingga bisa berjalan ketika devicenya diboot. Inilah salah kaprah nomor satu pemula yang perlu dibenahi. Antivirus biasa mengenali sebagai virus karena memang dengan fungsinya yang seperti itu, autorun.inf dapat dipakai untuk mempermudah penyebaran (terutama untuk pengguna awam).

Contoh worm komputer: Conficker

Dikenal luas juga sebagai Downadup. Sebuah worm yang betul-betul menyusahkan. Bahkan Microsoft sampai rela mengeluarkan sayembara dengan hadiah $250,000 bagi siapapun yang berhasil menemukan pencipta Conficker. Ini dikarenakan beberapa server Microsoft berhasil dilumpuhkan oleh worm ini. Worm Conficker akan mematikan sistem Windows Automatic Update, Windows Security Center, Windows Defender, dan Windows Error Reporting. Conficker juga mematikan sejumlah antivirus bila sudah masuk kedalam computer.

Conficker mengunakan cara acak menganti nama file, sehingga menyulitkan untuk mendeteksi.

Menyebar melalui jaringan network dan USB flashdrive.

Contoh Trojan Horse: Back Orifice 2000

Diciptakan oleh grup hacker yang sangat berpengaruh di dunia, Cult of Dead Cow (cDc). Dikenal sebagai BO atau bo2k. Pertemuan pertama dunia dengannya adalah dirilisnya Back Orifice pada pameran Black Hat Security Convention pada musim panas 1998. Sampai sekarang masih tersedia gratis untuk di-download pada [http://cultdeadcow.com/tools/] . Tujuan utama diciptakannya Back Orifice adalah menjadi Remote Administration Tool (RAT). Dengan memakai Back Orifice, siapapun dapat melakukan Remoting Administration ke PC manapun yang dia suka (dengan OS Windows 9x tentu). Karena fungsinya itulah, Back Orifice dapat digolongkan sebagai Trojan Horse. Back Orifice didesain agar mudah digunakan, karenanya dia dilengkapi GUI untuk memudahkan pemberian perintah oleh pengguna kepada trojan aslinya. Dengan Back Orifice, siapapun yang berhasil memasukkan trojan ke sistem remote, dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Mengetahui program apa yang sedang dijalankan user.
  • Mematikan program yang sedang dijalankan user.
  • Delete program/file yang ada di komputer user.
  • Chatting dengan user.
  • Melihat password yang diketikkan user.
  • Kirim dan terima file.
  • Me-restart komputer user.
  • Melakukan “shutdown” pada komputer user.
  • Dan banyak lagi.

Tidak peduli sekarang anda berada di Indonesia, dan target anda di India. Anda bisa melakukan hal-hal di atas jika anda berhasil memperoleh akses ke sistemnya melalui back Orifice. Selain Back Orifice, tentu masih sangat banyak jenis trojan lain yang tersedia gratis bebas untuk anda download. Contoh yang terkenal adalah NetBus, SubSeven, Radmin, Amitis, AntiPC, dan lainnya. Kebanyakan program tersebut dibuat dengan tujuan administrasi, bukan merusak. Namun karena kompleksitas administrasi, mereka dapat dimanfaatkan untuk mengontrol mesin orang lain.

Contoh Malicious Toolkit: VBS Worm Generator

Ini adalah sebuah worm generator yang diciptakan seseorang yang memiliki nickname [K]Alamar dari Argentina. Didesain untuk menciptakan virus dan worm secara instan. Siapapun dapat menciptakan worm dengan memilih fungsi penghancur yang diinginkan pada worm yang ingin dibuat. Dengan beberapa klik, lalu klik Generate jadilah sebuah worm. Anda bebas memberikan nama pada worm anda (yang nanti dapat terdeteksi oleh vendor antivirus), kemudian memilih fitur penyebaran seperti lewat disket atau e-mail, membuatkan pesan yang ingin disampaikan pada korban worm anda (seperti virus lokal zaman sekarang) dan sedikit konfigurasi lainnya. Secara keseluruhan, VBS Worm Generator adalah program yang sederhana. Jadi tidak mungkin dipakai untuk mencipta worm dengan kecanggihan seperti Conficker. Namun meski berbahaya, program ini dapat mendidik pemula bagaimana sebuah kehancuran dapat diciptakan dari keisengan.

Tentu toolkit seperti ini tidak hanya satu di seluruh dunia. Ada tool serupa yang diciptakan anak Indonesia, contohnya Vir.VBS Generator. Ada juga generator virus macro, salah satunya adalah Walrus Macro Virus Generator.vbscript virus generator

Apa yang perlu ditakuti?

Sebenarnya kerugian finansial akibat ulah virus komputer sangat besar. Dan sebenarnya pula pengguna tidak perlu takut terhadap virus komputer. Jika anda memang pengguna komputer, siapkan saja pengetahuan yang cukup untuk menangani sendiri masalah keamanan yang ada di PC anda. Virus komputer mnyerang berbagai jenis sistem operasi, terutama sekali Windows. Begitu banyaknya virus yang diciptakan dan dikembangkan di Windows, dikarenakan sifatnya yang proprietary. Yang mengembangkan Windows hanyalah sebuah perusahaan, bernama Microsoft. Jadilah Windows sebuah OS yang memiliki banyak celah dan cacat. Sedangkan OS lain, seperti Linux, justru relatif lebih aman. Virus komputer sulit berjalan di Linux karena file permission yang sangat ketat. Berbeda dengan Windows yang hanya memiliki sistem proteksi read only, hidden, dan archive. Source code Linux disebarluaskan sehingga jika ada celah/cacat, maka seluruh dunia bisa mengetahui lalu memperbaikinya. Kebanyakan orang yang memperkenalkan Linux pada pemula, biasanya akan mengatakan bahwa tidak ada virus di Linux. Ini karena saking sedikitnya virus yang berkembang, sehingga mereka lebih memilih mengatakan “tidak ada” daripada menjelaskan panjang lebar. Dengan demikian, bukan berarti tidak ada virus di Linux. Tetap ada virus di Linux, namun jumlahnya tidak sebanyak Windows. Sekedar info, virus pertama di Linux bernama Staog.

Terlepas dari apapun OS yang anda gunakan, sebenarnya banyak langkah antisipasi yang bisa anda lakukan. Berikut beberapa diantaranya:

Lakukan update secara teratur. Sistem operasi tetaplah sebuah software. Sebuah software adalah ciptaan manusia. Sedangkan manusia, sudah kodratnya memiliki salah. Jadi, di tiap software ada sesuatu kesalahan yang dinamakan kesalahan pemrograman (bug). Tenang, selalu diciptakan software kecil untuk menambal kesalahan tersebut. Software kecil itu bernama patch. Jadi sistem operasi juga selalu diupdate (oleh pengembangnya) agar pengguna terlindung dari bug yang bisa dimanfaatkan untuk menyerang sistem operasi melalui virus. Bukan cuma OS, namun software yang terdapat dalam OS juga harus diupdate supaya bebas dari kesalahan kode dan terhindar dari ancaman serangan.

Gunakan software antivirus. Hal ini sering dilakukan oleh pengguna OS Windows. Untuk pengguna OS Linux sepertinya sudah tidak perlu. Antivirus zaman sekarang, biasanya berbentuk monitor dan scanner. Di dalamnya terdapat database yang sudah dikode oleh pengembangnya dengan tanda pengenal (signature) virus, sehingga jika ada virus yang terdaftar di database, akan langsung dibasmi oleh antivirus. Pengguna mahir dapat mengatasi sendiri semua virus (jika ada) yang menyerang, namun jika anda pemula dapat menggunakan antivirus untuk mengotomatisasi pekerjaan mahir tersebut. Jika anda pengguna Windows, gunakan antivirus yang baik. Pilihlah antivirus yang hemat memory, stabil, memiliki dukungan tenis yang baik, signature yang diupdate dengan cepat, dan tidak malah memberatkan kinerja PC. Antivirus di Windows ada banyak, karena jumlah virus yang berkembang juga sangat banyak. Contoh antivirus untuk Windows adalah Grisoft AVG, Avira Antivir, Symantec Norton, Norman VC, Trend Micro SS, dan lain sebagainya. Contoh antivirus untuk dunia Linux dan OS *nix lain adalah ClamAV. Ada macam macam varian untuk software penangkal malware, bukan hanya antivirus. Ada anti-spyware, anti-trojan, anti-keylogger, dan lain sebagainya. Jangan menggunakan lebih dari satu antivirus secara bersamaan. Satu antivirus yang dikonfigurasi baik sudah cukup.

Firewall yang dikonfigurasi dengan baik. Jangan sembarangan mematikan firewall. Jika anda sedang online, jangan matikan firewall. Gunakan firewall yang sudah dipercaya publik kualitasya (hardware: Cisco, software: Comodo). Jika anda memperhatikan keamanan, jangan hemat anggaran security anda. Sebaiknya jangan ragu mengeluarkan dana untuk melindungi jaringan anda. Karena pembobolan jaringan zaman sekarang semakin kompleks dan menyulitkan pihak berwenang untuk mengusut. Tutup semua port yang tidak perlu. Periksa selalu keadaan port, apakah ada yang terbuka secara tidak wajar. Waspadalah, siapa tahu Back Orifice sedang me-remote PC anda!

Pengetahuan! Sesuatu yang harus lebih lebih dahulu anda siapkan daripada lainnya. Buat diri anda mau tahu tentang security. Memang tidak mungkin mempelajari security selama dua-tiga tahun , tidak ada ilmu instan. Namun setidaknya dengan pengetahuan yang cukup, anda bisa mengetahui apa saja yang ada dalam sistem operasi anda. Anda bisa menangkal sendiri masalah virus yang terjadi di PC anda atau PC orang lain. Tidak perlu sampai mendatangkan technical support untuk sekedar mengatasi virus Erikimo. Apalagi menginstall ulang sistem hanya untuk membereskan Yuyun.Cantik. Bacalah majalah, buku, artikel, ensiklopedia, atau apapun tentang security. Inilah langkah awal (yang harusnya anda jalani) untuk menjadi seorang pengguna komputer.

Daftar Pustaka

Leo Hendrawan, Virus Komputer: Sejarah dan Perkembangannya. 2004

Sality. http://www.vaksin.com/2009/0309/Sality/sality.html

Conficker. http://obengware.com/news/index.php?id=3782

Neotek Agustus 2002, Happy Candraleka, Bereksperimen Dengan Walrus Macro Virus Generator

Neotek Agustus 2002, Happy Candraleka, VBS Worm Generator

PCMedia 04/2008, Arief Prabowo, VBScript Virus Generator

Download versi PDF

Info : Versi LITE (Limited) dari software komersialnya. DeleD adalah sebuah software 3d modelling untuk membantu anda menciptakan konten dari proyek game anda, tidak peduli anda seorang profesional atau developer game indie. Digunakan untuk membuat level game/environtment/dunia yang statis. Tersedia beberapa library object yang siap pakai seperti tank, atau mobil perang. Fokus lain pemakaian DeleD adalah pendidikan, desain web, prototype, dan membuat gambar. Didesain khusus untuk mudah digunakan oleh awam sekalipun. Versi komersial berharga $74.95.

Requirement : Windows 95, 98, ME, NT 4, 2000 or XP, Pentium 120 atau lebih, 64 MB RAM atau lebih, 25 MB ruang harddisk, 3D accelerated video card dengan driver OpenGL terbaru.

Export : 3D Studio Max (.3ds), Direct X (.x), DeleD Prefab

Import : 3D Studio Max (.3ds), Collada, Wavefront (.obj), Direct X (.x) kesemuanya melalui plugin

Help dan tutorial : Bagus dan lengkap. Sayang tidak tersedia dalam format PDF.

Website : http://www.delgine.com/

Download : File Help (.chm) dari DeleD.

deled

Oleh: restava | Juli 19, 2009

Maafkan Aku, Lama Pergi Tanpa Alasan

Mohon maaf…

Hanya kata maaf yang bisa saya ucap, selain paragraf yang ditulis setelah ini. Akhir akhir ini saya sibuk melakukan hal yang biasa dilakukan pemula pada umumnya, yaitu belajar Linux! Ya, setelah perkenalan saya dengan Kubuntu Jaunty Jackalope, menyentuh Windows hanya saya lakukan untuk printing. Saya rasa Linux benar-benar sangat cocok untuk pemula yang baru belajar komputer, agar tidak terlalu tersesat dan dibodohi oleh penjual.

Selain itu ada beberapa kesibukan lain yang membuat saya menelantarkan blog ini. Seperti mempelajari C++ secara biasanya, dan sedikit demi sedikit. Khas pemula. Saya hanya punya bekal dari Juan Soulie, tanpa bantuan orang lain.

Selain itu, ada sebuah tragedi sedih yang menimpa saya. Satu-satunya alasan terbesar saya untuk pergi meninggalkan warnet untuk satu bulan: ARASAFAREL hilang!!! Flashdisk kesayangan yang tak pernah mengeluh menemani saya dalam suka dan duka, 24 jam siang dan malam, kini pergi hilang entah ke mana.

Setelah ini, masih sangat banyak alasan lain yang membuat saya menelantarkan blog ini. Yang pasti itu semua adalah alasan tolol yang tidak pantas ditulis di sini.

Namun, tenang saja. Saya, Restava, akan kembali untuk blog ini. Tunggu artikel saya selanjutnya.

Linux menganggap semua devices sebagai file. Karenanya semua harddisk. Partisi, devices (dalam hal ini filesystem) harus di-mount dahulu sehingga dapat diakses olehnya. Sejatinya ketika kita menginstall distro Linux, tidak semua filesystem dalam komputer akan otomatis di-mount saat booting. Meskipun Linux adalah operating system yang mendukung banyak jenis filesystem. Kita dapat saja melakukan mount manual dengan memberi perintah:

mount -t ntfs /dev/sda3 /media/windows

Maksud perintah bash di atas adalah melakukan mount, dengan option “-t” yang berarti menspesifikasi jenis filesystem “ntfs” pada partisi yang terletak di /dev/sda3 untuk kemudian diletakkan pada /media/windows. Kita tentu dapat menerapkan perintah contoh seperti itu pada partisi lainnya. Sesuaikan nama partisi yang anda punya dengan nama partisi menurut Linux. Dalam kasus saya, sda3. Sayang, jika tiap masuk sistem (setelah booting) kita harus melakukan ini teru secara manual maka capeklah jemari kita.

Sebetulnya pengguna awam seperti saya tidak seberapa mengerti mengenai mounting, namun di sini saya akan menulis sedikit pengalaman mengenai modifikasi Linux agar melakukan mounting otomatis saat booting. Berikut langkahnya:

  1. Login sebagai root di shell
  2. Siapkan copy backup file fstab dari direktori /etc. Anda boleh meletakkannya di direktori manapun, karena file fstab adalah file penting Linux yang akan kita modifikasi. Saya beri contoh backup di direktori user. Perintahnya:cp /etc/fstab /home/master Sebaiknya buat dua buah, karena nanti salah satunya akan kita modifikasi dan di-overwrite-kan ke direktori /etc
  3. Editlah file fstab kedua. Anda hanya perlu menambahkan syntax berikut pada akhir filenya. Perhatikan spasinya, dan jangan lupa mengganti “x” dengan nomor partisi yang anda ingin di-mount otomatis oleh Linux. Bisa saja nama partisi berbeda dengan sistem anda. Saya asumsikan anda memakai filesystem NTFS. Terakhir, mount point sdx adalah /media/windows./dev/sdx /media/windows ntfs ro,umask=0222 0
  4. Ciptakan direktori baru di /media dengan nama “windows”. Ini karena anda telah menentukan mount point partisi di /media/windows. Jika anda mengganti namanya, silakan sesuaikan. Anda juga boleh me-mount partisi di direktori lain.
  5. Silakan tambah sendiri syntaxnya jika anda menghendaki lebih dari satu partisi yang di mount. Syntaxnya sama, cuma perlu anda ganti bagian nama partisi, filesystem dan mount point.
  6. Copy-kan fstab yang baru anda edit ke direktori /etc. Tetaplah sebagai root, ketik perintah: cp /home/master/fstab  /etc
  7. Selesai. Silakan reboot dan lihat hasilnya.

Oleh: restava | Juni 30, 2009

KDevelop (Open Source)

kdevInfo: KDevelop adalah sebuah IDE FOSS untuk KDE untuk komputer dengan sistem operasi Unix (termasuk Linux). Kdevelop tidak menyertakan compiler, ia menggunakan compiler external seperti gcc untuk membuat executable code. Ia mendukung banyak bahasa, diantaranya ADA, Bash, C, C++, Fortran, Java, Perl, Pascal, PHP, Phyton, dan Ruby. Fiturnya antara lain: class browser, GUI designer, front-end untuk GNU Compiler, front-end untuk GNU Debugger, wizard untuk menciptakan dan update class definition, automatic code completion (khusus C/C++), dukungan Doxygen, dukungan kontrol revisi (SCM), editor source code dengan syntax highlighting dan indent otomatis, serta project management. KDevelop dibangun berdasar arsitektur plugin, jadi terdapat banyak plugin yang bisa dipakai untuk memperluas kegunaan KDevelop.

Requirement: Tidak ada kebutuhan hardware yang dilaporkan, namun KDevelop membutuhkan software berikut untuk bisa berjalan mulus->

Program/Library Sumber
kdelibs-devel >= 4.2 www.kde.org
Qt-devel >= 4.4 www.trolltech.com/products/qt
KDevelop Development Platform >= 1.0 websvn.kde.org/trunk/KDE/kdevplatform
g++ >= 4.0 (or compatible) for linux, and BSD systems gcc.gnu.org
msvc >= 8 for MS Windows systems msdn.microsoft.com
GNU make (for linux, and BSD systems) www.gnu.org/software/make
CMake >= 2.6.2 www.cmake.org

Platform: Linux dan Unix-like lainnya.

Help dan tutorial: Sangat lengkap, intuitif.

Website: http://kdevelop.org

Download tutorial: C++ by Juan Soline

Oleh: restava | Juni 30, 2009

Jalankan Blender Di Linux

[Untuk Pemula] Menjalankan Blender di Linux Kubuntu, Tidak Perlu Menginstall!

Untuk kedua kalinya, pecinta GUI ini berhasil menjalankan program Linux dari source :) Blender adalah free software 3D modelling, rendering dan animasi di Linux. Memang tidak hanya Linux sistem operasi yang didukungnya, namun saya ingin membagi pengalaman menjalankan Blender. Blender kali ini diinstall pada Kubuntu Jaunty Jackalope. Saya dahulu berpikir sulit untuk mencoba Blender, namun setelah mencobanya sendiri saya sangat senang sekaligus kecewa karena cukup gampang, bahkan untuk pemula seperti saya :-) Tidak perlu instalasi!

  • Silakan download file source-nya dari Server Jerman (18MB) ekstrak ke sembarang direktori

  • Jalankan file “blender-softaregl” dan interface Blender akan menyapa anda

  • Untuk memudahkan, buat shortcut melalui menu editor. Isikan penjelasan mengenai software ini seperti “Aplikasi Citra Gerak 3D” dan nama asli “Blender” pada Description. Kenapa? Karena sepertinya developer KDE kurang begitu percaya diri untuk menyebutkan nama softwarenya :) hanya bercanda.

  • Silakan ambil icon dari sub-direktori bernama icons dalam direktori hasil ekstrak. Sebaiknya pilih yang berformat *.svg supaya stratchable.

Saya harap artikel murahan ini bisa menyemangati anda yang merasa masih pemula untuk giat belajar Linux dan FOSS. Sebenarnya tidak ada kata susah jika mau belajar. Tentu saya takkan memberi artikel seperti ini terus, nanti levelnya pasti akan dinaikkan. Nah, selamat belajar ya :)

Oleh: restava | Juni 29, 2009

Bloodshed DevC++ (Open source)

dvc

Info: DevC++ adalah sebuah integrated development environment (IDE) yang didistribusikan di bawah lisensi GNU GPL, untuk membantu programming dalam bahasa C/C++. DevC++ dibundel bersama MingW, sebuah compiler free. DevC++ terlihat mirip dengan aplikasi Microsoft Visual Studio. DevC++ menggunakan DevPaks sebagai packages extension pada IDE dengan tambahan libraries, template, dan utilities. Fitur utama DevC++: mendukung compiler berbasis GCC( termasuk MingW), decugging (memakai GDB), mndukung banyak bahasa (lokalisasi), class browser, debug variable browser, code completion, function listing, project manager, syntax highlighting tersuai, cepat menciptakan aplikasi Windows, konsol, static library dan DLL, mendukung templete untuk menciptakan projek type anda sendiri, Makefile, mengedit dan compile resource, tool manager, mendukung printing, fasilitas find&replase, serta package manager untuk instalasi addon dan library yang lebih mudah. Sayang pengembangan DevC++ tergolong lambat, dan pengembangan di Linux masih berstatus alpha.

Requirement: Windows 95/98/2000/NT4/XP, 8M ram, 100MHz CPU, harddisk 30 MB (minimum) ; Windows 200/XP, ram 32 MB, cpu 400MHz, harddisk 200MB (disarankan)

Platform: Windows dan Linux, namun sayang versi Linux masih alpha tidak diupdate sejak 2002

Help dan tutorial: Cukup baik.

Website: http://bloodshed.net

Download tutorial: Tutorial C++ oleh Juan Soline, File Help-nya DevC++ (923 KB)

Download DevC++: Versi 4.4.9 Windows 32bit 9MB dengan MingW dari SourceForge. Saran: gunakan server mirror Taiwan untuk download dari SourceForge karena reletif lebih cepat dan reliable dari server lain. Sudah terbukti.  Gunakan juga download manager seperti Gigaget.


Oleh: restava | Juni 29, 2009

Install Program Wings 3D di Linux Kubuntu

Akhirnya setelah sekian lama, saya berhasil menginstall program dari source di Linux. Sebagai pemula, begitu berhasil saya langsung teriak! Maklum ya? :) Sesuai janji saya, jika bisa menginstall meski cuma satu program, saya akan membagi ilmunya pada kawan-kawan. Kali ini program Wings3D versi 1.1.4 yang akan saya install. Saya melakukannya pada distro Linux Kubuntu, seharusnya distro lain juga tidak jauh beda langkahnya. Mohon maaf untuk ilmu yang ecek-ecek ini saya harap bisa berguna untuk mereka yang sama pemulanya, supaya berlatih melakukan instalasi sendiri di Linux. Maaf juga karena sebagian besar tutorial memakai GUI. Berikut langkahnya:

  1. Siapkan source Wings 3D dalam bentuk *.bzip2.run. Silakan download di sini.
  2. Ekstrak di sembarang folder, terserah. Saya beri contoh di /Home/master/Public di mana master adalah username saya.ekstrak-wings
  3. Sekarang anda telah mendapatkan sebuah file bernama “wings-1.1.4-linux.bzip2.run”. Masih di jendela Konqueror, tekan F4 untuk terminal. Masuklah sebagai “root” dengan perintah “su” dan isikan passwordnya. Anda akan menemukan prompt berubah menjadi: root@master-desktop:/home/master/Public#file shellscript wings
  4. Isi perintah “./wings-1.1.4-linux.bzip2.run” tanpa kutip, tunggu sampai instalasi berakhir. Oiya, anda juga bisa me-rename source ini dengan nama yang singkat, seperti “w” misalnya. install-wings
  5. Akan ada konfirmasi bahwa Wings diinstal di /root/wings-1.1.4. Untuk bisa menjalankan melalui GUI, ganti permission folder “root”. Pindah dulu ke / dengan “cd /”.
  6. Perintah: “chmod +rwx root”. Maksudnya tambahkan (+) izin read, write dan execute pada folder “root”.
  7. Kemudian keluarlah dari terminal, dan eksekusi file shell script bernama “wings”.
  8. Silakan menikmati belajar dengan Wings3D!

Supaya anda bisa mengakses Wings dengan cepat, tanpa harus masuk folder /root/wings-1.1.4 dahulu, buatlah shortcutnya di Kickoff Application launcher (Menu). Caranya seperti berikut:

  1. Klik kanan pada Kickoff, pilih Menu Editor.
  2. Pilih sembarang entry sesuka anda, saya contohkan Graphic. kemudian klik “New item”konf-kickoff-shortcut
  3. Beri nama sub-entry baru ini dengan nama sesuka anda. Saya menamainya Wings 3D, dengan comment “Aplikasi Membuat Citra 3D” lalu yang paling penting file yang akan dieksekusi. Tentukan path menuju file “wings” dalam folder tadi. Alamatnya “/root/wings1.1.4/wings”. Silakan anda cari sendiri jika berbeda. Anda bisa memberikan icon sendiri pada shortcutnya.
  4. Klik save untuk menerpkan perubahan.
  5. Kini lihatlah Kickoff, pada tab Application, Entry Graphic. Ada sebuah entry baru bernama Wings 3D. Eksekusi launcher ini akan membuka aplikasi Wings.
  6. Selamat, anda berhasil menginstall Wings3D!

Bagaimana? Mudah bukan? Sebaiknya memang belajar mengkonfigurasi sendiri, agar kita tahu cara kerja programnya. Sekali lagi maaf sebesarnya karena artikel ini terlalu pemula. Oke, selamat bekerja ya!

Tulisan Sebelumnya »

Kategori