Linux menganggap semua devices sebagai file. Karenanya semua harddisk. Partisi, devices (dalam hal ini filesystem) harus di-mount dahulu sehingga dapat diakses olehnya. Sejatinya ketika kita menginstall distro Linux, tidak semua filesystem dalam komputer akan otomatis di-mount saat booting. Meskipun Linux adalah operating system yang mendukung banyak jenis filesystem. Kita dapat saja melakukan mount manual dengan memberi perintah:

mount -t ntfs /dev/sda3 /media/windows

Maksud perintah bash di atas adalah melakukan mount, dengan option “-t” yang berarti menspesifikasi jenis filesystem “ntfs” pada partisi yang terletak di /dev/sda3 untuk kemudian diletakkan pada /media/windows. Kita tentu dapat menerapkan perintah contoh seperti itu pada partisi lainnya. Sesuaikan nama partisi yang anda punya dengan nama partisi menurut Linux. Dalam kasus saya, sda3. Sayang, jika tiap masuk sistem (setelah booting) kita harus melakukan ini teru secara manual maka capeklah jemari kita.

Sebetulnya pengguna awam seperti saya tidak seberapa mengerti mengenai mounting, namun di sini saya akan menulis sedikit pengalaman mengenai modifikasi Linux agar melakukan mounting otomatis saat booting. Berikut langkahnya:

  1. Login sebagai root di shell
  2. Siapkan copy backup file fstab dari direktori /etc. Anda boleh meletakkannya di direktori manapun, karena file fstab adalah file penting Linux yang akan kita modifikasi. Saya beri contoh backup di direktori user. Perintahnya:cp /etc/fstab /home/master Sebaiknya buat dua buah, karena nanti salah satunya akan kita modifikasi dan di-overwrite-kan ke direktori /etc
  3. Editlah file fstab kedua. Anda hanya perlu menambahkan syntax berikut pada akhir filenya. Perhatikan spasinya, dan jangan lupa mengganti “x” dengan nomor partisi yang anda ingin di-mount otomatis oleh Linux. Bisa saja nama partisi berbeda dengan sistem anda. Saya asumsikan anda memakai filesystem NTFS. Terakhir, mount point sdx adalah /media/windows./dev/sdx /media/windows ntfs ro,umask=0222 0
  4. Ciptakan direktori baru di /media dengan nama “windows”. Ini karena anda telah menentukan mount point partisi di /media/windows. Jika anda mengganti namanya, silakan sesuaikan. Anda juga boleh me-mount partisi di direktori lain.
  5. Silakan tambah sendiri syntaxnya jika anda menghendaki lebih dari satu partisi yang di mount. Syntaxnya sama, cuma perlu anda ganti bagian nama partisi, filesystem dan mount point.
  6. Copy-kan fstab yang baru anda edit ke direktori /etc. Tetaplah sebagai root, ketik perintah: cp /home/master/fstab  /etc
  7. Selesai. Silakan reboot dan lihat hasilnya.

Oleh: restava | Juni 30, 2009

KDevelop (Open Source)

kdevInfo: KDevelop adalah sebuah IDE FOSS untuk KDE untuk komputer dengan sistem operasi Unix (termasuk Linux). Kdevelop tidak menyertakan compiler, ia menggunakan compiler external seperti gcc untuk membuat executable code. Ia mendukung banyak bahasa, diantaranya ADA, Bash, C, C++, Fortran, Java, Perl, Pascal, PHP, Phyton, dan Ruby. Fiturnya antara lain: class browser, GUI designer, front-end untuk GNU Compiler, front-end untuk GNU Debugger, wizard untuk menciptakan dan update class definition, automatic code completion (khusus C/C++), dukungan Doxygen, dukungan kontrol revisi (SCM), editor source code dengan syntax highlighting dan indent otomatis, serta project management. KDevelop dibangun berdasar arsitektur plugin, jadi terdapat banyak plugin yang bisa dipakai untuk memperluas kegunaan KDevelop.

Requirement: Tidak ada kebutuhan hardware yang dilaporkan, namun KDevelop membutuhkan software berikut untuk bisa berjalan mulus->

Program/Library Sumber
kdelibs-devel >= 4.2 www.kde.org
Qt-devel >= 4.4 www.trolltech.com/products/qt
KDevelop Development Platform >= 1.0 websvn.kde.org/trunk/KDE/kdevplatform
g++ >= 4.0 (or compatible) for linux, and BSD systems gcc.gnu.org
msvc >= 8 for MS Windows systems msdn.microsoft.com
GNU make (for linux, and BSD systems) www.gnu.org/software/make
CMake >= 2.6.2 www.cmake.org

Platform: Linux dan Unix-like lainnya.

Help dan tutorial: Sangat lengkap, intuitif.

Website: http://kdevelop.org

Download tutorial: C++ by Juan Soline

Oleh: restava | Juni 30, 2009

Jalankan Blender Di Linux

[Untuk Pemula] Menjalankan Blender di Linux Kubuntu, Tidak Perlu Menginstall!

Untuk kedua kalinya, pecinta GUI ini berhasil menjalankan program Linux dari source :) Blender adalah free software 3D modelling, rendering dan animasi di Linux. Memang tidak hanya Linux sistem operasi yang didukungnya, namun saya ingin membagi pengalaman menjalankan Blender. Blender kali ini diinstall pada Kubuntu Jaunty Jackalope. Saya dahulu berpikir sulit untuk mencoba Blender, namun setelah mencobanya sendiri saya sangat senang sekaligus kecewa karena cukup gampang, bahkan untuk pemula seperti saya :-) Tidak perlu instalasi!

  • Silakan download file source-nya dari Server Jerman (18MB) ekstrak ke sembarang direktori

  • Jalankan file “blender-softaregl” dan interface Blender akan menyapa anda

  • Untuk memudahkan, buat shortcut melalui menu editor. Isikan penjelasan mengenai software ini seperti “Aplikasi Citra Gerak 3D” dan nama asli “Blender” pada Description. Kenapa? Karena sepertinya developer KDE kurang begitu percaya diri untuk menyebutkan nama softwarenya :) hanya bercanda.

  • Silakan ambil icon dari sub-direktori bernama icons dalam direktori hasil ekstrak. Sebaiknya pilih yang berformat *.svg supaya stratchable.

Saya harap artikel murahan ini bisa menyemangati anda yang merasa masih pemula untuk giat belajar Linux dan FOSS. Sebenarnya tidak ada kata susah jika mau belajar. Tentu saya takkan memberi artikel seperti ini terus, nanti levelnya pasti akan dinaikkan. Nah, selamat belajar ya :)

Oleh: restava | Juni 29, 2009

Bloodshed DevC++ (Open source)

dvc

Info: DevC++ adalah sebuah integrated development environment (IDE) yang didistribusikan di bawah lisensi GNU GPL, untuk membantu programming dalam bahasa C/C++. DevC++ dibundel bersama MingW, sebuah compiler free. DevC++ terlihat mirip dengan aplikasi Microsoft Visual Studio. DevC++ menggunakan DevPaks sebagai packages extension pada IDE dengan tambahan libraries, template, dan utilities. Fitur utama DevC++: mendukung compiler berbasis GCC( termasuk MingW), decugging (memakai GDB), mndukung banyak bahasa (lokalisasi), class browser, debug variable browser, code completion, function listing, project manager, syntax highlighting tersuai, cepat menciptakan aplikasi Windows, konsol, static library dan DLL, mendukung templete untuk menciptakan projek type anda sendiri, Makefile, mengedit dan compile resource, tool manager, mendukung printing, fasilitas find&replase, serta package manager untuk instalasi addon dan library yang lebih mudah. Sayang pengembangan DevC++ tergolong lambat, dan pengembangan di Linux masih berstatus alpha.

Requirement: Windows 95/98/2000/NT4/XP, 8M ram, 100MHz CPU, harddisk 30 MB (minimum) ; Windows 200/XP, ram 32 MB, cpu 400MHz, harddisk 200MB (disarankan)

Platform: Windows dan Linux, namun sayang versi Linux masih alpha tidak diupdate sejak 2002

Help dan tutorial: Cukup baik.

Website: http://bloodshed.net

Download tutorial: Tutorial C++ oleh Juan Soline, File Help-nya DevC++ (923 KB)

Download DevC++: Versi 4.4.9 Windows 32bit 9MB dengan MingW dari SourceForge. Saran: gunakan server mirror Taiwan untuk download dari SourceForge karena reletif lebih cepat dan reliable dari server lain. Sudah terbukti.  Gunakan juga download manager seperti Gigaget.


Oleh: restava | Juni 29, 2009

Install Program Wings 3D di Linux Kubuntu

Akhirnya setelah sekian lama, saya berhasil menginstall program dari source di Linux. Sebagai pemula, begitu berhasil saya langsung teriak! Maklum ya? :) Sesuai janji saya, jika bisa menginstall meski cuma satu program, saya akan membagi ilmunya pada kawan-kawan. Kali ini program Wings3D versi 1.1.4 yang akan saya install. Saya melakukannya pada distro Linux Kubuntu, seharusnya distro lain juga tidak jauh beda langkahnya. Mohon maaf untuk ilmu yang ecek-ecek ini saya harap bisa berguna untuk mereka yang sama pemulanya, supaya berlatih melakukan instalasi sendiri di Linux. Maaf juga karena sebagian besar tutorial memakai GUI. Berikut langkahnya:

  1. Siapkan source Wings 3D dalam bentuk *.bzip2.run. Silakan download di sini.
  2. Ekstrak di sembarang folder, terserah. Saya beri contoh di /Home/master/Public di mana master adalah username saya.ekstrak-wings
  3. Sekarang anda telah mendapatkan sebuah file bernama “wings-1.1.4-linux.bzip2.run”. Masih di jendela Konqueror, tekan F4 untuk terminal. Masuklah sebagai “root” dengan perintah “su” dan isikan passwordnya. Anda akan menemukan prompt berubah menjadi: root@master-desktop:/home/master/Public#file shellscript wings
  4. Isi perintah “./wings-1.1.4-linux.bzip2.run” tanpa kutip, tunggu sampai instalasi berakhir. Oiya, anda juga bisa me-rename source ini dengan nama yang singkat, seperti “w” misalnya. install-wings
  5. Akan ada konfirmasi bahwa Wings diinstal di /root/wings-1.1.4. Untuk bisa menjalankan melalui GUI, ganti permission folder “root”. Pindah dulu ke / dengan “cd /”.
  6. Perintah: “chmod +rwx root”. Maksudnya tambahkan (+) izin read, write dan execute pada folder “root”.
  7. Kemudian keluarlah dari terminal, dan eksekusi file shell script bernama “wings”.
  8. Silakan menikmati belajar dengan Wings3D!

Supaya anda bisa mengakses Wings dengan cepat, tanpa harus masuk folder /root/wings-1.1.4 dahulu, buatlah shortcutnya di Kickoff Application launcher (Menu). Caranya seperti berikut:

  1. Klik kanan pada Kickoff, pilih Menu Editor.
  2. Pilih sembarang entry sesuka anda, saya contohkan Graphic. kemudian klik “New item”konf-kickoff-shortcut
  3. Beri nama sub-entry baru ini dengan nama sesuka anda. Saya menamainya Wings 3D, dengan comment “Aplikasi Membuat Citra 3D” lalu yang paling penting file yang akan dieksekusi. Tentukan path menuju file “wings” dalam folder tadi. Alamatnya “/root/wings1.1.4/wings”. Silakan anda cari sendiri jika berbeda. Anda bisa memberikan icon sendiri pada shortcutnya.
  4. Klik save untuk menerpkan perubahan.
  5. Kini lihatlah Kickoff, pada tab Application, Entry Graphic. Ada sebuah entry baru bernama Wings 3D. Eksekusi launcher ini akan membuka aplikasi Wings.
  6. Selamat, anda berhasil menginstall Wings3D!

Bagaimana? Mudah bukan? Sebaiknya memang belajar mengkonfigurasi sendiri, agar kita tahu cara kerja programnya. Sekali lagi maaf sebesarnya karena artikel ini terlalu pemula. Oke, selamat bekerja ya!

Pada awalnya saya yang pemula ini hanya sekedar “suka” men-download banyak IDE programming (yang free) untuk dikoleksi. Sungguh, yang mendorong saya melakukan hal ini hanya lah cinta saya pada VisualBasic yang kandas begitu saja. Kandas karena dahulu saya hanya mengerti program hanya bagian dari komputer, jadi tidak pernah sekalipun terpikir bahwa VisualBasic adalah barang “jualan”. Kini setelah saya sadar bahwa untuk mempelajari Visual Basic harus bayar softwarenya, patahlah hati saya. Saya sudah terlanjur senang dan semangat belajar (sudah beli buku tutorialnya), namun di tengah jalan hilang begitu saja. Bagi saya yang “GUI boy” ini, OOP yang hanya merancang tampilan kemudian tinggal menulis kodenya, sangatlah menarik. Jauh lebih mudah daripada PASCAL yang harus “mengetik” secara keseluruhan. Tentu ini opini saya pribadi, karena saya memulai belajar dari OS yang kaya akan GUI.

Keinginan membuat sebuah program sendiri sudah ada sejak pertama mengenal komputer. Namun sayang hal termudah untuk melakukannya kandas karena satu hal, Visual Basic. Terlihat manja bukan? Saya tidak akan menyerah walau terpaksa harus melepas Visual basic. Setelah lepasnya Visual Basic dari benak saya, ada sebuah bahasa yang menarik perhatian saya. Gambas namanya. Wow, menarik sekali IDE-nya. Sangat mirip, mengingatkan saya pada cinta lama saya, Visual Basic. Saya sangat bersemangat mempelajarinya, tentu dengan terlebih dahulu mengumpulkan tutorial sebanyak mungkin untuk dipelajari.

Gambas menginspirasi saya untuk mengumpulkan IDE programming yang free/open source. Dengan semangat pemula, saya menemukan beberapa IDE programming yang bagus. Sebuah niat dan tekad saya dari awal, adalah jika nanti sudah menemukan banyak IDE, saya akan menuliskan daftarnya agar semua orang bisa memilih IDE mana yang paling cocok untuk mereka. Hal mengesankan ketika mengumpulkan adalah tidak berjalannya software setelah diinstal, meski ukurannya 400MB-an. Mungkin sebagian akan merasa rugi mendownload file segitu, namun saya tetap optimis bisa memberikan apa yang saya tahu mengenai IDE programming.

Lisensi yang saya anut di sini adalah Freeware dan FOSS (GNU GPL). Mohon maaf saya hanya mereview IDE yang bisa saya beli (dengan harga Rp 0), bukan IDE dengan harga mahal seperti Borland Delphi. Pada awalnya saya ingin menulis semuanya sekaligus. Namun pada akhirnya saya tidak kuat, dan saya putuskan menulis satu per satu. Sebagaimana artikel saya mengenai software 3D, saya akan merangkumnya jadi satu dan saya distribusikan versi lengkapnya sebagai PDF. Untuk artikel pertama, silakan baca Bloodshed DevC++.

Info: Inilah calon pengganti 3D Studio Max yang saya maksud. TrueSpace adalah buah karya Caligari Corp. Merupakan engine 3d yang sangat kompleks. Meliputi modeller, animator sekaligus renderer. Ditambahkan pula library 3d siap pakai yang amat profesional. Ini tak lain karena dulunya trueSpace memang software komersial, namun setelah Microsoft membeli Caligari, trueSpace berubah status menjadi gratis. Salah satu fitur trueSpace yang paling menonjol adalah interfacenya, menggunakan widget 3D untuk sebagian besar operasi editing. trueSpace mendukung scripting memakai Phyton untuk menciptakan script sendiri, tools dan plugins. TrueSpace 7 memperkenalkan VBScript dan JScript sebagai alat scripting untuk mengembangkan plugins dan scene interaktif.

Kemampuan lain software ini termasuk membuat visualisasi dan animasi dengan pencahayaan realistic (menggunakan Radiosity, HDRI, dan Global Illumination) dan modelling organic memakai NURBS, subdicision surfaces serta metaballs.

Software ini memiliki beberapa format bawaan: RsScn untuk scenes, RsObj untuk objek, RSMat untuk materials, rsl untuk layout, RsLgtrueSpace untuk pencahayaan, dan lainnya. Format bawaan lawas untuk trueSpace 6.6 dan yang lebih baru juga didukung, contohnya untuk standalone object (*.cob) dan lainnya untuk scenes (*.scn). Objek dalam truSpace dapat ditanam di Active World.

Menurut saya pribadi, Microsoft membuat kebijakan strategis dengan akuisisi Caligari pada 2008. Saya pikir ini hanya untuk memperkuat posisi mereka dalam persaingan melawan Linux dan Google. Salah satu bukti kentara adalah kemampuan trueSpace yang mampu menciptakan objek untuk Microsoft Virtual Earth (saingan Google Earth) dan kompatibilitas yang hanya mendukung sistem operasi Windows.

Rendering: Kini trueSpace memiliki dua internal renderer utama dan juga mendukung DX9 untuk kualitas output pixel shader yang lebih baik daripada gayarender tradisional engine Render. TrueSpace juga mendukung VRay render engine yang diciptakan Chaos Group.

Fitur renderingnya antara lain:

  • LightWorks 7.4 rendering engine
  • Virtualight rendering engine
  • Vray Rendering Engine (hanya untuk versi 7)
  • Engine photorealistic real-time DX9
  • HDRI
  • Caustics
  • Multi-pass Rendering untuk Lightworks dengan output kapada layer Photoshop
  • Hybrid Radiosity, raytracing, Phong shading
  • Post process editor
  • Advanced shader (color, reflectance, transparency, displacement, background, foregground, post processing)
  • Volumetric, Anisotropic reflectance

Surfacing:

  • DX9 (SL2.0) pixelshader dan editing HLSL
  • Procedural shaders (dapat diedit dalam Link Editor)
  • Normal mapping
  • Shader tree
  • Modless UV Editor
  • Advanced UV Editor
  • Unwrapper with Slice
  • Breaking dan welding untuk vertices dalam UV map

Requirement: Intel pentium III atau AMD Thunderbird 850 Mhz, ram 128 MB, harddisk 1GB, vga 16 MB yang mendukung OpenGL/Direct3D (ini setting sekedar menjalankan/minimum); prosesor Intel atau AMD 1GHz atau lebih tinggi, RAM minimal 256MB, vga 64 MB yang mendukung OpenGL/Direct3D. Sekedar catatan, trueSpace bisa berjalan cukup baik pada PC saya yang bernggotakan Intel Celeron 1.8GHz, ram 512MB, vga 64 MB namun kurang baik di sisi performa grafis karena graphic card onboard yang kurang baik. Untuk bekerja nyaman tanpa lag sebaiknya memasang graphic card addon yang cukup baik, seperti nVIDIA GeForce 8500GT sudah lebih dari cukup. trueSpace mendukung dual monitor, jadi pilih graphic card yang mendukung dual monitor jika ingin menikmati fiturnya.

Export: 3d studio max (.3ds), AutoCAD(*.dxf), X(*.x), VRML, Object Animation (*.can), COLLADA (format universal untuk game development. Didukung pula oleh software kondang seperti 3d studio max, maya, dan SoftImage), iSpace, trueSpace 4.3/5.x/6.0/6.6 Object/Scene (menunjukkan backward compatibility yang sangat baik) dan 3D Studio ASCII

Import: 3D Studio Max (*.3ds), PostScript, EPS, PS, Adobe Illustroator (*.ai), X(*.x), VRML, Amiga Caligari, 3D ASCII, Imagine, LightWave, VideoScape, BVH, dan Wavefront (*.obj)

Help dan tutorial:   Help dan tutorialnya sangat jelas, tersedia dalam format HTML, PDF, dan video. Ratusan megabytes tutorial tersedia hanya dari perusahaannya. Belum termasuk tutorial dari komunitas. Ini dikarenakan truSpace pernah menjadi software komersial dahulunya. Satu-satunya kekurangan adalah tidak disertakannya info untuk minimum requirement di manual maupun Wikipedia. Namun saya menemukan sebuah buku manual trueSpace berbahasa Indonesia terbitan ANDI dan Wahana Komputer berjudul “Pembuatan Animasi 3D dengan trueSpace 6.0”. meskipun lawas, namun cukup sebagai pengantar untuk pemula.

Website: http://caligari.com

Download: Video Tutorial Intro dari manual resmi Caligari (2MB)Quick Guide resmi (PDF 1MB)

trueSpace

 

 

 

bersambung…

blenderlogo

Info : Sebuah FOSS yang didaulat sebagai 3D software open source terbaik. Blender adalah sebuah engine sangat lengkap yang sudah termasuk modeller, animator, dan renderer dalam satu paket. Blender dapat anda gunakan untuk UV unwrapping, texturing, particle simulation, non-linear editing, compositing, dan membuat software interaktif 3D.

Dukungan yang sangat luas untuk bermacam sistem operasi membuatnya dapat digunakan dimana mana. Memiliki fitur tambahan yang membuatnya tidak kalah dengan softwre komersial seperti Maya. Fitur canggih simulasi seperti rigid body, fluid/cairan, cloth/busana -gerakan tubuh dinamis, modifier dengan dasar modelling tools, alat animasi karakter, material dan compositing sistem serta Phyton untuk embedded scripting telah ditambahkan oleh developer. Kelebihan lainnya adalah ukurannya yang kecil dibandingkan software komersial seperti AutoCAD yang memerlukan sekitar 2 GB. Blender versi 2.4 untuk Windows 32 bit hanya berukuran 10.5 MB, dan setelah instalasi hanya memakan 32 MB space saja. Dukungan format import dan export dari dan ke macam-macam software komersial yang sangat luas menambah kekuatannya sebagai software 3D open source terbaik.

Requirement : Windows 2000, xp, Vista/Mac OS X 10.2/Linux 2.2.5 i386/Linux 2.3.2 PPC/FreeBSD 6.2 i386/Irix 6.5 mips3, Solaris 2.8 sparc (sistem operasi); 30Mhz CPU, 128 ram, 20 mb free harddisk space, 1024×768 px display 16bit color, mouse 3 tombol, videocard Open GL 16 MB (hardware minimal); 2Ghz dual cpu, 2GB ram, 1920×1200 px 24 bit color, mouse 3 tombol, dan videocard OpenGL 256 mb (hardware cukup nyaman); CPU 64 bits quad core, 8GB ram, dual monitor 1920×1200 px 24 bits color, videocardOpenGl 768 ram (ATi FireGL atau nVIDIA Quadro) untuk kelas produsen.

Export : Blender files(.blend), VRML 1.0, AutoCAD (.dxf), STL, 3D Studio (*.3ds), AC3D (*.ac), Autodesk FBX (*.fbx), COLLADA 1.3.1 (*.dae), COLLADA 1.4(.dae), DEC Object File Format (.off), DirectX (.x), LightWave (.lwo), Lightwave Motion (.mot), M3G (.m3g, .java), MD2 (.md2), OpenFlight (.flt), OpenInventor (.iv), Quake 3 (.map), RAW Faces (.raw), Save Current Theme..., Softimage XSI (.xsi), Stanford PLY (.ply), VRML 97 (.wrl), Vertex Keyframe Animation (.mdd), Wavefront (.obj), dan terakhir X3D extensible 3D (.x3d)

Import : Blender files(.blend), 3D Studio (.3ds), AC3D (.ac), Autodesk DXF (.dxf, .dwg), COLLADA 1.3.1 (.dae), COLLADA 1.4 (.dae), Dec Object File Format (.off), Direct X (.x), Lightwave (.lwo), Lightwave Motion (.mot), Load MDD to Mesh RVKS, MD2 (.md2), Milkshape3D (.ms3d), Milkshape3D ASCII (.txt), Motion Capture (.c3d), Motion Capture (.bvh), Open Flight (.flt), Paths (.svg, .ps, .eps, .ai, Gimp), Pro Engineer (.slp), RAW faces (.raw), Stanford PLY (.ply), Wavefront (.obj), dan terakhir X3D & VRML 97 (.x3d/.wrl)

Help dan tutorial : Sangat lengkap dan berjamur di seluruh ranah maya. Dukungan komunitas yang paling besar diantara semua F/OSS 3D, bahkan di Indonesiapun sudah berjamur pemakai Blender. Anda sama sekali takkan kesulitan mencari tambahan ilmu.

Website : http://blender.org

Download : Tutorial Blender bahasa Indonesia oleh Fidelis Josaphat Soekahar (PDF), Blender dari Wikipedia (MHT)

main-b

    1. Export : Blender files(.blend), VRML 1.0, AutoCAD (.dxf), STL, 3D Studio (*.3ds), AC3D (*.ac), Autodesk FBX (*.fbx), COLLADA 1.3.1 (*.dae), COLLADA 1.4(.dae), DEC Object File Format (.off), DirectX (.x), LightWave (.lwo), Lightwave Motion (.mot), M3G (.m3g, .java), MD2 (.md2), OpenFlight (.flt), OpenInventor (.iv), Quake 3 (.map), RAW Faces (.raw), Save Current Theme..., Softimage XSI (.xsi), Stanford PLY (.ply), VRML 97 (.wrl), Vertex Keyframe Animation (.mdd), Wavefront (.obj), dan terakhir X3D extensible 3D (.x3d)

Tulisan Sebelumnya »

Kategori